Langkah BPK Umumkan Daftar Bank di Tengah Pandemi Dinilai Tidak Bijak
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Langkah BPK Umumkan Daftar Bank di Tengah Pandemi Dinilai Tidak Bijak

Rabu, 13 Mei 2020 | 17:20 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / YS

Jakarta, Beritasatu.com - Langkah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengumumkan sejumlah nama bank yang dianggap tidak memiliki kinerja bagus dinilai tidak bijaksana.

President Director Center for Banking Crisis (CBC) Achmad Deni Daruri mengatakan, kondisi krisis perekonomian dunia dan nasional akibat Covid-19 merupakan faktor sangat penting untuk diperhatikan dengan saksama dalam setiap kebijakan dan tidakan yang berdampak terhadap perekonomian secara luas.

"Apalagi jika menyangkut confidence masyarakat akan perbankan. Perlulah dicamkan oleh BPK karena krisis perbankan diawali oleh ketidakpercayaan masyarakat terhadap perbankan. Apa yang dilakukan BPK justru berpotensi besar merusak kepercayaan masyarakat terhadap perbankan,” kata Deni dalam keterangan tertulis yang diterima SP di Jakarta, Rabu (13/5/2020).

Dijelaskan, bukannya tidak mungkin BPK justru tengah menciptakan sumber awal dari krisis perbankan nasional. Krisis perbankan adalah krisis keuangan yang mempengaruhi aktivitas perbankan.

"Krisis perbankan termasuk bank run, yang mempengaruhi sebuah bank (apalagi BPK mengungkap tujuh bank), kepanikan perbankan, yang akhirnya mempengaruhi banyak bank dan ujungnya menyebabkan krisis perbankan sistemik," paparnya.

Krisis perbankan ditandai bank run yang menyebabkan runtuhnya lembaga keuangan. Bank run terjadi ketika banyak pelanggan bank menarik simpanannya karena mereka percaya bank itu mungkin gagal.

Ada banyak bukti pada bank individu sepanjang sejarah, misalnya, beberapa kegagalan bank 2008-2009 di Amerika Serikat yang dikaitkan dengan bank run.

Dikatakan, jika BPK paham hal itu, maka BPK, tidak akan mengumumkan nama tujuh bank tersebut kepada publik karena memang tidak ada gunanya.

"Alangkah eloknya jika BPK cukup memberikan rekomendasi kepada OJK agar OJK menindaklanjuti temuan BPK tersebut jika temuannya memang benar adanya," tegas Deni.

Dikatakan Deni, temuan BPK itu cukup meragukan karena beberapa bank yang dikemukakan itu, melontarkan bantahan. Jika publik mempercayai temuan BPK, maka hasil akhirnya adalah bank runs terhadap tujuh bank tersebut.

Nah, jika terjadi bank runs yang harus dipertimbangkan bahwa bank besar termasuk bank Himbara, tidak akan mampu membail-out tujuh bank tersebut, bahkan akan menyeret bank-bank Himbara menjadi bank run juga.

Pada gilirannnya, bail out akan bersumber dari APBN yang menyebabkan defisit anggaran semakin menganga. Karena, sudah mengantisipasi krisis pandemi. Negara yang sudah memiliki jaminan tabungan nasabah seperti Inggris saja, masih melakukan bail out.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Rencana Dinkes Bengkulu Gunakan PCR Belum Bisa Direalisasikan

"Untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 menggunakan PCR masih terhambat ketersedian kit reagen saja."

NASIONAL | 13 Mei 2020

Kenaikan Harga Bawang Merah Disebabkan Kendala Distribusi

Kenaikan harga bawang merah kemungkinan terjadi karena terkendala dalam sisi distribusinya.

NASIONAL | 13 Mei 2020

Tak Memiliki Hasil Rapid Test Banyak Calon Penumpang KA di Semarang Ditolak

Sebagian besar calon penumpang ditolak karena tidak memiliki surat keterangan telah melakukan rapid test Covid-19 dengan hasil yang dinyatakan negatif.

NASIONAL | 13 Mei 2020

Pemerintah Diminta Perjelas Rencana Pembukaan Aktivitas Sekolah

Masalahnya, pihaknya belum pernah merasa yakin bahwa pandemi Covid-19 sudah selesai.

NASIONAL | 13 Mei 2020

Pimpinan Komisi VIII Sesalkan Penyaluran Bansos Lamban

"Kita sudah hampir dua bulan menangani Covid-19 dan dampak sosial ekonominya. Seharusnya persoalan data kemiskinan tersebut dapat diatasi dengan lebih baik."

NASIONAL | 13 Mei 2020

Menhan Prabowo Subianto Tinjau Kesiapan Unhan Buka Fakultas dan Prodi Baru

Hingga hari ini tercatat 45.768 orang bakal calon mahasiswa yang sudah registrasi dan 5.497 pendaftar yang berkasnya siap diverifikasi.

NASIONAL | 13 Mei 2020

8 Kabupaten dan Kota di Bengkulu Telah Terjangkit Covid-19

Sebanyak 8 dari 10 kabupaten di Bengkulu, sudah terjangkit wabah virus corona (Covid-19) dengan kasus positif 40 orang.

NASIONAL | 13 Mei 2020

Mentan Sebut Dua Kendala Pembukaan Sawah Baru

Pemerintah berencana membuka lahan sawah baru seluas 250.000 hektare hingga 300.000 hektare.

NASIONAL | 13 Mei 2020

5.009 KPM di Jayapura Terima Bantuan Sosial Tunai

bantuan tunai disalurkan untuk KPM yang tersebar di Jayapura Selatan dengan jumlah 2.174 KPM dan Jayapura Utara dengan jumlah 2.835 KPM.

NASIONAL | 13 Mei 2020

Survei SMRC, Warga Nilai Bansos Tak Tepat Sasaran

Memperbaiki mekanisme penyaluran bantuan hingga tepat sasaran adalah agenda mendesak yang harus dilakukan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah.

NASIONAL | 13 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS