Perempuan Pekerja Garmen di Bangladesh Ingin Nasib Lebih Baik
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Perempuan Pekerja Garmen di Bangladesh Ingin Nasib Lebih Baik

Sabtu, 1 Agustus 2020 | 10:27 WIB
Oleh : Natasa Christy Wahyuni / YS

Chittagong, Beritasatu.com - Perempuan menjadi tulang punggung bagi industri garmen yang menopang perekonomian di Bangladesh. Sayangnya, nasib mereka belum mendapat perhatian. Bangladesh tercatat sebagai pemasok pakaian ke negara Barat yang terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok, serta menggantungkan kepada industri garmen lebih dari 80% ekspor dan empat juta pekerjaan.

Salah seorang perempuan mantan pekerja garmen dan satu dari lulusan pertama program khusus universitas, Sadeka Begum, menyadari kerentanan yang dialami perempuan di sektor tersebut. Lima tahun lalu, Begum bekerja dalam sif 12 jam di pabrik garmen sebagai pencari nafkah utama keluarganya di Bangladesh. Namun, lulusan berusia 23 tahun itu ingin menginspirasi para pekerja perempuan untuk menjadi pemimpin dan meningkatkan hak-hak mereka di berbagai industri.

Begum sedang menjalani magang di badan anak-anak Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), UNICEF. Dia berharap bisa memanfaatkan gelar ekonominya untuk meluncurkan proyek yang meningkatkan kehidupan anak-anak pekerja tekstil Bangladesh dengan mengatasi kurangnya sekolah dan perawatan anak.

“Saya adalah contoh bagaimana pendidikan bisa mengubah seseorang,” kata Begum, satu dari empat mantan pekerja garmen yang terpilih untuk menempuh pendidikan di Asian University for Women (AUW) di kota pelabuhan tenggara Chittagong lewat inisiatif “Pathways for Promise” (Jalan untuk Janji).

“Pekerja garmen adalah alasan mengapa perekonomian Bangladesh baik-baik saja. Anak-anak mereka pantas mendapatkan lebih baik,” ujar Begum.

Sekitar 470 perempuan kurang beruntung termasuk pemetik teh dan pengungsi di Bangladesh telah mendaftar untuk program sarjana gratis sejak inisiatif itu dimulai pada 2016. AUW yang didanai sumbangan termasuk dari Yayasan IKEA dan Yayasan Bill & Melinda Gates, memiliki mahasiswa perempuan dari seluruh Asia dan Timur tengah untuk mengejar berbagai gelar seperti kesehatan publik, filsafat, dan politik. Mahasiswa dari sektor garmen tetap mendapatkan upah penuh dari majikan mereka, sekitar US$ 100 (Rp 1,4 juta), selama perkuliahan.



Sumber:Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

CDC dan Pentagon yang Berwenang Mendistribusi Vaksin di AS

"CDC akan tetap bertugas melacak pihak mana pun, efek yang muncul pasca-vaksinasi dan beberapa komunikasi melalui hubungan negara."

DUNIA | 1 Agustus 2020

Istri Konjen AS di Chengdu Dikritik Warganet

Seorang warganet menyebut Tzu-I “munafik dan egois.” Ia mengatakan, “Bisakah kamu berpura-pura lebih munafik lagi? Tanyakan apa yang dilakukan AS lebih dulu.”

DUNIA | 1 Agustus 2020

Industri Sepeda Kewalahan Penuhi Permintaan

“Saya sedang mencari sepeda tertentu dan telah memberi diri saya satu bulan untuk membeli satu, tetapi itu tidak tersedia di mana saja,” katanya.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Sanofi-GSK Capai Kesepakatan Vaksin Covid-19 dengan AS dan Eropa

Pemerintah AS memiliki opsi lebih lanjut untuk mendapat tambahan 500 juta dosis untuk jangka panjang.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Inggris Menderita Ekses Kematian Covid-19 Tertinggi di Eropa

Analisa dari ONS mengonfirmasi posisi Inggris sebagai salah satu negara yang terpukul parah akibat pandemi.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Demokrat dan Republik Tolak Usulan Trump untuk Tunda Pilpres

Senator McConnell mengatakan tidak ada pemilihan presiden AS yang pernah ditunda sebelumnya.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Iduladha di Lebanon Diwarnai Kesuraman Ekonomi

Jalanan di ibu kota Beirut tampak kosong serta toko dan pasar ditutup saat patroli keamanan menerapkan penutupan yang akan berlanjut sampai Senin (3/8).

DUNIA | 1 Agustus 2020

Filipina Perpanjang Karantina Wilayah

Penerapan karantina wilayah di Manila dan daerah sekitarnya telah berlangsung selama berbulan-bulan.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Vietnam Laporkan 12 Kasus Covid-19 dari Klaster Danang

Vietnam telah mengonfirmasi total 558 kasus Covid-19 dan mencatat dua kematian pertamanya pada Jumat (31/7/20200 setelah berbulan-bulan tanpa korban.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Lampaui Inggris, Korban Tewas Akibat Covid-19 di Meksiko Ketiga di Dunia

Para pejabat Meksiko mengatakan pandemi Covid-19 kemungkinan jauh lebih banyak daripada yang terlihat dalam angka resmi.

DUNIA | 1 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS