Rekening Bermasalah, 153.220 Pekerja Belum Bisa Terima Bantuan
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

Rekening Bermasalah, 153.220 Pekerja Belum Bisa Terima Bantuan

Senin, 26 Oktober 2020 | 16:14 WIB
Oleh : Herman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pemerintah salah satunya menggulirkan program Bantuan Subsidi Upah/Gaji (BSU) untuk pekerja peserta BPJamsostek dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Subsidi ini diberikan dalam bentuk uang sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan.

Ada sebanyak 2,4 juta pekerja yang datanya telah selesai divalidasi oleh BPJamsostek sebagai penerima BSU. Sebagian besar sudah menerima bantuan tersebut, tetapi masih ada sebanyak 153.220 rekening yang bermasalah dan belum bisa disalurkan.

Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Hubungan Industrial Kementerian Ketenagakerjaan, Aswansyah mengungkapkan, dalam penyaluran BSU, ada beberapa kendala yang dijumpai. Antara lain adanya rekening penerima bantuan yang bermasalah seperti duplikasi, tutup, tidak valid, dibekukan,atau tidak sesuai NIK. Kendala lainnya adalah data yang dikirim BPJamsostek tidak valid.

“Untuk menyelesaikan kendala tersebut, kami terus berkoordinasi dengan BPJamsostek terkait validasi data penerima bantuan. Kami juga berkoordinasi dengan bank penyalur terkait rekening yang bermasalah, serta membuat posko pengaduan dan sistem cek data calon penerima online di portal Sisnaker,” kata Aswansyah dalam acara diskusi secara virtual, Senin (26/10/2020).

Hingga gelombang ke-6, Aswansyah mengungkapkan terdapat 153.220 rekening yang bermasalah, sehingga penyaluran BSU belum bisa dilakukan. “Kami masih menunggu pihak bank untuk menyalurkan hingga awal bulan Desember 2020,” jelasnya.

Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJamsostek, Irvansyah Utoh Banja mengungkapkan, BSU tadinya ditargetkan dapat menjangkau 15,7 juta pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta berdasarkan data BPJamsostek. Tetapi dalam proses validasi data hingga 30 September 2020, yang berhasil dikumpulkan BPJamsostek sebanyak 14,8 juta data pekerja. Sisanya tidak masuk dalam data BPJamsostek lantaran pihak perusahan tidak memberikan nomor rekening pekerja sampai batas waktu yang ditentukan.

Kemudian setelah dilakukan verifikasi dan validasi kembali, didapatkan angka 12,4 juta data pekerja yang lolos sebagai penerima bantuan dan diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan untuk ditindaklanjuti.

“Data yang tidak bisa dilanjutkan ada sebanyak 2,4 juta. Antara lain karena tidak memenuhi kriteria yang diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 14 Tahun 2020. Ada juga yang tidak berhasil kami konfirmasi ulang karena berbagai sebab, antara lain nomor rekeningnya duplikasi, NIK-nya juga duplikasi, dan sebab-sebab lain. Ini juga sudah kami konfirmasi ke perusahaan tempat pekerja tersebut bekerja. Tetapi sampai 30 September 2020, kami tidak mendapatkan respon yang sesuai dengan kebutuhan,” kata Irvansyah.

Beberapa syarat penerima BSU antara lain Warga Negara Indonesia (WNI), terdaftar sebagai peserta aktif BPJamsostek, kepesertaan sampai dengan Juni 2020, upah terakhir di bawah Rp 5 juta, dan memiliki rekening bank yang aktif.

Sementara itu, Koordinator Advokasi BPJs Watch, Timboel Siregar mengkritisi jumlah penerima BSU yang hanya 12,4 juta pekerja, padahal targetnya sebanyak 15,7 juta pekerja. Menurut dia, seharusnya pemerintah bisa tetap menyalurkan bantuan subsidi upah kepada pekerja yang berhak, meskipun pekerja tersebut tidak memiliki rekening di bank.

“Bantuan Subsidi Upah ini sebetulnya sangat baik untuk membantu pekerja dengan penghasilan di bawah Rp 5 juta. Tetapi memang persoalannya yang baru bisa dieksekusi hanya 12,4 juta pekerja. ini yang waktu itu kami kritik terkait Permenaker 14/2020, karena faktanya kan banyak pekerja kita yang belum punya rekening. Jadi bagaimana kalau pemberian bantuan itu dikombinasi melalui kantor pos,” kata Timboel.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ganjar Minta Pemudik Patuh Ikuti Rapid Test

Ganjar meminta pemudik untuk patuh mengikuti tes cepat atau rapid test yang akan digelar secara acak di sejumlah titik.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Jokowi Minta Timeline Pelaksanaan Vaksinasi Segera Diselesaikan

Timeline juga harus diselesaikan dengan memperhatikan jalur distribusi dan internal interval pemberian vaksin yang akan digunakan per wilayah.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Kejagung Selamatkan Keuangan Negara Lebih dari Rp 19 Triliun

Secara detail penyelamatan keuangan negara didapat dari bidang Pidsus Kejagung dan bidang Pidsus Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

AirNav Indonesia Peringatkan Bahaya Layangan Bagi Penerbangan

Layang-layang yang diterbangkan di sekitar area bandara dapat membahayakan pesawat udara yang lepas landas dan mendarat di bandara tersebut.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Sembuh dari Covid 19, Arief Budiman Kembali Pimpin KPU

Setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19, Arief Budiman kembali bertugas sebagai Ketua KPU mulai Selasa (27/10/2020) besok.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Legislator: Perpres Pelibatan TNI Atasi Terorisme Harus Sesuai UU Induknya

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai Perpres tentang Pelibatan TNI dalam menanggulangi aksi terorisme harus sesuai dengan UU 34/2004 dan UU 5/2018.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Kejaksaan Lakukan Penyelidikan 1.477 Perkara

Dari rekapitulasi upaya penyelidikan tersebut¬łada sebanyak upaya penyidikan sebanyak 986 perkara.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

99% Kebutuhan Darah di Jateng Terpenuhi oleh Pendonor Sukarela

Pendonor darah sukarela menjadi benteng terkuat pemenuhan kebutuhan darah di Jawa Tengah.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Jokowi Sebut Angka Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Lebih Tinggi Dibanding Dunia

Saat ini rata-rata angka kesembuhan di Indonesia sudah mencapai 80,51 persen.

NASIONAL | 26 Oktober 2020

Teman Bus Telah Layani 1 Juta Perjalanan Pelanggan

Teman Bus, layanan angkutan perkotaan berbasis aplikasi dari Kementerian Perhubungan (Kemhub), telah melayani 1 juta perjalanan pelanggan.

NASIONAL | 26 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS