Survei Indikator: 50,2% Masyarakat Inginkan Pilkada Ditunda
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Survei Indikator: 50,2% Masyarakat Inginkan Pilkada Ditunda

Minggu, 25 Oktober 2020 | 21:46 WIB
Oleh : Robertus Wardy / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Sebanyak 50,2 % masyarakat berpendapat sebaiknya Pilkada Serentak 2020 ditunda. Hal itu karena penyebaran virus corona atau Covid-19 masih tinggi dan belum sepenuhnya bisa dikendalikan.

Hal itu terungkap dalam hasil survei lembaga Indikator Politik Indonesia dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (25/10/2020). Survei dilakukan tanggal 24-30 September 2020 dengan mengambil sampel sebanyak 1.200 responden. Mereka dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020. Survei mengambil tingkat toleransi kesalahan (margin of error) 2,9 peren pada tingkat kepercayaan 95 %.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan secara umum, separuh warga menilai sebaiknya pelaksanaan Pilkada serentak ditunda yaitu 50,2 %. Sebaliknya, yang menilai Pilkada serentak sebaiknya tetap dilaksanakan sedikit lebih rendah, sekitar 43,4 %.

“Pada wilayah-wilayah yang akan diselenggarakan Pilkada serentak, pembelahan lebih merata, tapi dibandingkan dengan pola secara umum tidak berbeda signifikan. Kemudian pada wilayah-wilayah yang tidak diselenggarakan Pilkada, penundaan menjadi opsi yang lebih banyak dipilih, jaraknya lebih jauh ketimbang yang memilih opsi Pilkada tetap diselenggarakan,” kata Burhan.

“Sekitar 57.4 % responden tinggal di wilayah dimana akan diselenggarakan Pilkada serentak Desember mendatang,” jelas Burhan.

Hasil survei, lanjut Burhan, publik terbelah dalam menilai apakah Pilkada serentak sebaiknya ditunda atau tetap diselenggarakan. Pada kelompok responden yang berada di wilayah yang akan menyelenggarakan Pilkada, sekitar 47,9 % menilai sebaiknya Pilkada ditunda pelaksanaannya. Sementara 46,3 % menilai Pilkada sebaiknya tetap dilaksanakan karena tidak tahu kapan pandemi berakhir.

Hasil survei juga memperlihatkan seandainya Pilkada serentak tetap diselenggarakan, potensi partisipasi juga tampak rendah. Hanya 43,9 % responden yang berada di wilayah yang akan melaksanakan Pilkada serentak Desember mendatang, menyatakan akan datang ke TPS. Sementara 42,7 % menyatakan tidak akan datang ke TPS.

“Seandainya Pilkada serentak tetap diselenggarakan, mayoritas menilai metode pemilihan tetap dilakukan di TPS sebanyak 57,2 %. Kegiatan kampanye dilakukan secara terbatas, tertutup dengan peserta maksimal 50 orang didukung 45,4 % masyarakat. Adapun kampanye secara virtual atau daring didukung 33,9 % masyarakat,” tutup Burhan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gempa Selatan Jawa Barat Miliki Guncangan Luas dan Kuat

Gempa tersebut memiliki guncangan luas hingga Semarang, Yogyakarta dan Tegal karena tergolong gempa dalam lempeng.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Direktur Merial Institute Ajak Pemuda Berkontribusi untuk Bangsa

Dibutuhkan pemuda yang berkarakter, cinta tanah air, dan berjiwa nasionalisme untuk bahu-membahu dan bergotong royong menangani masalah Covid-19.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Gunung Sinabung Luncurkan Awan Panas Setinggi 1.500 meter

Gunung Sinabung di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara meluncurkan awan panas setinggi 1.500 meter, Minggu (25/10/2020).

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Pedagang Positif Covid-19, Pasar Harjodaksino Solo Ditutup

Penutupan selama dua hari.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Menko PMK Minta Patriotisme Pemuda Harus Terus Ditingkatkan

Keberhasilan pembangunan pemuda, menjadi salah satu kunci sukses dalam memanfaatkan bonus demografi yang dialami Indonesia.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Kompolnas: Perlu Hukuman Tegas bagi Oknum Polisi yang Terlibat Narkoba

Diperlukan hukuman yang tegas agar ada efek jera.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Lawan Covid-19, Kempora Ajak Kaum Muda Bangkit dan Bersatu

Dalam rangka Sumpah Pemuda, Kempora mengajak kaum pemuda bangkit bersama di era pandemi ini dan bersatu padu melawan Covid-19 sekaligus mencegah penularannya.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Kempora Umumkan Pemenang Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) mengumumkan pemenang Pemilihan Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi Tahun 2020.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

Kompolnas: Riau Jadi Lokasi Peredaran dan Transit Narkoba

Provinsi Riau adalah daerah peredaran sekaligus transit narkoba.

NASIONAL | 25 Oktober 2020

JK Saksikan Penandatanganan Pendirian Museum Nabi Muhammad

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyaksikan penandatanganan pendirian Museum Nabi Muhammad.

NASIONAL | 25 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS