BNPT: UU Antiterorisme 2018 Belum Mampu Sentuh Paham Radikalisme

Minggu, 27 September 2020 | 21:27 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Akar radikalisme adalah ideologi yang menyimpang sedangkan faktor ekonomi hanya pendorong. Harus ada ada imunisasi dan vaksinasi ideologi yang bisa dilakukan pada masyarakat luas. Disinilah pentingnya organisasi masyarakat seperti Nadhlatul Utama (NU).

”Ini pentingnya NU sebagai ormas untuk melindungi masyarakat awam. Mereka (kelompok teror) ini selau memanfaatkan celah antara agama dengan nilai kebangsaan atau nasionalisme atau Pancasila,” kata Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Ahmad Nurwahid dalam diskusi online yang digelar Ashor pada Minggu (27/9/2020) .

Menurut jenderal polisi bintang satu ini semua gerakan aktivitas agama yang bertentangan dengan empat konsensus nasional—yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI— maka itu sudah bisa disebut gerakan radikalisme dan jika sudah beraksi bisa disebut terorisme.

Namun Nurwahid meneruskan jika radikalisme dan terorisme bukan monopoli satu agama. Hal ini ada di seluruh agama dan kempok dan potensi ini ada dalam setiap individu manusia. Radikalisme dan terorisme atas nama agama adalah fitnah bagi agama. Sehingga kalau mengatasnamakan Islam maka itu hakikatnya fitnah bagi Islam.

“Ini karena mereka memecah belah Islam dan menyebarkan ketakutan. Radikalisme yang mengatasnamakan Islam malah menyimpang dari tujuan Islam yang rahmatan lil alamin. Di negara lain, seperti New Zealand, pelaku radikalnya malah membunuh (orang Islam) yang sedang salat Jumatan,” tambahnya.

Hal lain yang digarisbawahi Nurwahid adalah semua teroris pasti radikal tapi tidak semua radikal pasti teroris. Ia juga mengatakan jika UU 5/2018 Antiterorisme belum mampu menjangkau paham radikal kecuali mereka telah masuk jaringan teror dan sudah siap beraksi dengan sejumlah indikator.

“Misalnya berdasarkan hasil analisis surveillance dan intelejen mereka sudah punya senjata api, bom, atau iddad (latihan paramiliter) yang mengindikasikan kuat akan melakukan aksi teror maka itu baru bisa dilakukan tindakan (penangkapan) atau preventif strike,” imbuhnya.

Namun UU 5/2018 yang merupakan revisi dari UU 5/2003 itu juga belum mampu mencapai hulu masalah dengan mereka yang telah terpapar paham radikal semisal HTI. Mereka ini belum bisa terjangkau sepanjang belum masuk kelompok teror. Ini menurutnya beda dengan di Malaysia yang punya ISA.

“Dulu di masa Orde Baru kita punya UU Anti Subversif tapi paska Orde Baru ini dihilangka. Inilah yang jadi problem bangsa ini. Berbicara radikal terorisme tidak bisa secara parsial tapi harus holistik dari hulu dan hilir. Hilirnya ya jaringan terorisme, hulunya yang perlu pencegahan,” lanjutnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Cegah Covid-19, Pesantren Tebuireng Larang Santri Dijenguk

Pondok Pesantren Tebuireng menerapkan aturan melarang sementara waktu bagi wali murid untuk menjenguk santri di pesantren guna mencegah penularan Covid-19.

NASIONAL | 27 September 2020

Bimbel Matematika Shinkenjuku Buka Layanan Online Selama Pandemi

Shinkenjuku Online merupakan bentuk bimbingan belajar semi privat yang dikemas dalam suasana menyenangkan.

NASIONAL | 27 September 2020

Polemik Eks Anggota Tim Mawar, Presiden Jokowi Diminta Batalkan Keppres 166

Nama-nama yang masuk Tim Mawar, dinilai sangat tidak layak menjadi pejabat publik.

NASIONAL | 27 September 2020

Blusukan Virtual, Gibran Sapa Warga Kampung Dawung

Gibran Rakabuming Raka melakukan blusukan virtual menyapa warga melalui "live streaming facebook" pada tahapan kampanye Pilkada 2020, di Kampung Dawung.

NASIONAL | 27 September 2020

Besok, Djoko Tjandra, Prasetijo, dan Anita Diserahkan ke Kejari Jaktim

Ketiga tersangka bisa langsung ditahan jaksa atau kembali dititipkan ke polisi dengan status tahanan jaksa.

NASIONAL | 27 September 2020

Bogor Hujan, Kondisi Air Ciliwung dan Cisadane Aman

Berdasarkan data aliran air Ciliwung di Bendung Katulampa pukul 19.00, ketinggian muka air (TMA) Ciliwung 80 sentimeter atau dalam siaga 4.

NASIONAL | 27 September 2020

Panglima: TNI Terus Bantu Satgas Covid-19

TNI menyatakan selalu siap untuk terus mendukung langkah Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dalam pendistribusikan peralatan kesehatan maupun vaksin.

NASIONAL | 27 September 2020

Indonesia Poros Tatanan Baru Perdamaian Dunia

Perdamaian dunia telah diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat.

NASIONAL | 27 September 2020

Pelanggar Protokol Kesehatan Akan Dimasukkan Mobil Ambulans Berisi Replika Pocong

Jajaran Polres Cilegon melalui Tim Jawara Backbone semakin gencar melakukan razia masker.

NASIONAL | 27 September 2020

Personel TNI dan Polri di Papua Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Personel TNI dan Polri berkomitmen untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat selama kampanye pilkada.

NASIONAL | 27 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS