Mendagri: Jangan Terlena Positivity Rate Penularan Covid-19
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Mendagri: Jangan Terlena Positivity Rate Penularan Covid-19

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 16:46 WIB
Oleh : Robertus Wardy / YUD

Kuningan, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta semua pihak, terutama Pemerintah Daerah (Pemda) agar tidak terlena dengan dengan data-data positivity rate. Karena angka positivity rate sangat bergantung pada jumlah test yang dilakukan.

"Jika yang positif rendah, itu bisa menggambarkan kalau testingnya betul-betul masif," kata Tito dalam gerakan membagi 1 juta masker di Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (15/8/2020).

Tito mengambil standar positivity rate dari WHO yaitu 5 persen dari populasi. Artinya jika populasi Kabupaten Kuningan satu juta, idealnya yang ditesting 5 persen yaitu sebanyak 50.000 warga.

"Saya tidak ingin bertanya kepada Bapak Bupati berapa tapi silakan ditelaah sendiri dengan Gugus Tugas Covid-19nya, apakah sudah mencapai angka itu? Kalau angka itu 5 persen minimal baru bisa representatif dalam ilmu metodologi untuk menggambarkan situasi," jelas Tito.

Menurut mantan Kapolri ini, tingkat positif rendah kalau testingnya massal dan ditemukannya memang rendah. Artinya, suatu daerah betul-betul rendah atau angka yang positif penularannya memang tidak masif. Namun bisa juga angka positif yang rendah terjadi karena jumlah testingnya kecil. Misalnya hanya nol koma sekian persen, sehingga angkanya kecil. Artinya, ada fenomena puncak gunung es. Mungkin jumlah yang positif banyak tapi tidak terdeteksi karena tidak dites.

"Nah, angka fatality rate, mortality rate atau tingkat kematian menjadi salah satu indikator penting karena tidak bisa ditutupi jumlah warga yang meninggal. Mungkin di Dinas Pemakaman datanya bisa dilihat, apakah terjadi peningkatan yang sangat signifikan atau landai karena orang yang wafat mungkin setiap hari terjadi," tutur Tito.

Dia melihat kalau ternyata terjadinya stabil normal, artinya tingkat fatality rate-nya lumayan, hal itu menggambarkan bahwa relatif terkendali. Namun jika fatality rate yang meninggalnya naiknya tajam, hal itu yang harus hati-hati. Mungkin yang positifnya banyak tapi tidak terdeteksi karena jumlah testingnya kecil.

"Nah fatality rate tingkat kematian ini bisa bermakna juga beberapa hal. Kita positif thinking bahwa memang sistem kapasitas kesehatan yang disiapkan oleh pemerintah itu baik-baik, treatment-nya baik, orang yang terkena dirawat dengan obat yang baik dengan cara-cara yang pas, sehingga menjadi sembuh. Sehingga tidak wafat atau bisa juga fatality rate yang rendah tingkat kematian yang rendah itu terjadi karena memang respon imun kekebalan tubuh dari tiap-tiap warga itu memang kuat," tutup Tito.

Sebagaimana diketahui, positivity rate adalah upaya mengukur kapabilitas sebuah negara dalam mengendalikan penyebaran virus corona penyebab Covid-19. Positivity rate menunjukkan rasio jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 berbanding dengan total tes di suatu wilayah.

Cara menghitung positivity rate adalah jumlah total kasus positif dibagi dengan jumlah orang yang dites dan dikalikan 100. Semakin rendah positivity rate menunjukkan jumlah orang yang dites semakin banyak dan menunjukkan pelacakan kontak yang memadai. Saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar positive rate di angka 5 persen.

Sebagai ilustrasi, data dari Kementerian Kesehatan pada Sabtu (25/7/202) dilaporkan ada 97.286 kasus positif berbanding 789.258 orang yang telah dites. Sehingga angka positivity rate Indonesia berada di angka 12,3 persen. Artinya dalam setiap 100 orang Indonesia yang dites swab atau PCR (Polymerase Chain Reaction) maka akan ada 12 orang yang positif terinfeksi virus corona.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

150 Personel TNI Buru Sisa Kelompok Teror MIT

150 anggota Tentara Nasional Indonesia dari Mabes TNI dikerahkan membantu kepolisian mengejar sisa kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur di Poso.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Ketua KPK Tampil pada Malam Apresiasi Puisi RRI

RRI dan KPK mengajak masyarakat untuk mencintai Indonesia dengan melawan korupsi.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Gubernur Riau Perintahkan Pemda Sanksi Warga Tidak Gunakan Masker

Gubernur Riau Syamsuar memerintahkan kepada pemerintah kabupaten dan kota agar memberikan sanksi denda dan kerja sosial kepada warga yang tidak memakai masker.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Bendungan Tamblang Bulelang Dimulai, Ditargetkan Selesai 2022

Kempupera memulai pembangunan Bandungan Tamblang di Kabupaten Bulelang, Provinsi Bali. Pembangunan bendungan ini ditargetkan selesai 2022.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

BPKP Siap Kawal Penyaluran Dana Desa

BPKP siap melakukan pengawasan dana desa di seluruh Indonesia.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Otsus Dihadirkan untuk Kesejahteraan Rakyat Papua

Otsus Papua merupakan titik temu, jalan tengah untuk menguatkan integrasi Papua sekaligus jembatan untuk meniti perdamaian dan membangun kesejahteraan di Tanah

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Boneftar-Waluyo Didukung Petani hingga Mama-mama Pedagang Pasar

Mama-mama pedagang pasar (pedagang pidang dan sayuran) ingin pemimpin yang punya hati.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Kembangkan Daya Saing, P3AU Dukung Indonesia Maju

P3AU agar memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara sehingga ada warna di setiap kegiatan baik bersifat nasional maupun internasional.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Daftar Dana Hibah, UMKM Terganjal IUM

Dana hibah untuk UMKM tak sampai terkendala aturan.

NASIONAL | 15 Agustus 2020

Tanpa SLO, Gubernur Bengkulu Tegaskan Tidak Akan Keluarkan Izin Operasi PLTU Teluk Sepang

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah tidak mengeluarkan izin operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sepang.

NASIONAL | 15 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS