INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Terima Suap, Mantan Komisioner KPU Dituntut 8 Tahun Penjara

Senin, 3 Agustus 2020 | 18:04 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Majelis Hakim Pengadilan Tipikor agar menjatuhkan hukuman 8 tahun pidana penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Jaksa meyakini Wahyu Setiawan bersama-sama mantan Anggota Bawaslu yang juga kader PDIP, Agustiani Tio Fridelina terbukti menerima suap sebesar Rp 600 juta dari kader PDIP Saeful Bahri. Suap itu diberikan agar Wahyu mengusahakan KPU menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR melalui pergantian antarwaktu (PAW) menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Selain itu, Jaksa juga meyakini Wahyu menerima uang sebesar Rp 500 juta terkait seleksi anggota KPU Daerah Papua Barat periode 2020-2025. Uang diberikan melalui Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat, Rosa Muhammad Thamrin Payapo.

"Menuntut, menyatakan Terdakwa I Wahyu Setiawan secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Jaksa KPK Takdir Suhan saat membacakan surat tuntutan Wahyu, Senin (3/8/2020).
Tak hanya pidana pokok, Jaksa juga menuntut agar Wahyu dijatuhi hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih sebagai pejabat publik selama 4 tahun setelah selesai menjalani pidana.

Sedangkan Agustiani Tio yang didakwa bersama-sama Wahyu Setiawan menerima suap dari Saiful Bahri dituntut untuk dihukum 4 tahun 6 bulan pidana penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.

"Menyatakan terdakwa II Agustiani Tio Fridelina terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Jaksa.

Dalam menjatuhkan tuntutan ini, Jaksa mempertimbangkan sejumlah hal. Untuk hal yang memberatkan, Jaksa menilai Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi. Kedua terdakwa juga telah menikmati uang yang diterimanya. Tak hanya itu, Jaksa menilai perbuatan Wahyu dan Agustiani Tio berpotensi mencederai hasil Pemilu.

"Perbuatan para Terdakwa berpotensi mencederai hasil pemilu sebagai proses demokrasi yang berlandaskan pada kedaulatan rakyat," tegas Jaksa.

Sementara untuk hal yang meringankan, Jaksa menilai Wahyu dan Agustiani Tio telah bersikap sopan selama persidangan, serta mengakui dan menyesali perbuatannya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BPS: Indeks Demokrasi Indonesia Meningkat Jadi 74,92

BPS merilis hasil Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2019.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Jateng Sudah Lakukan 138.500 Tes Covid-19

Untuk wilayah Jateng, hingga saat ini penyebaran Covid-19 di wilayah Pantura Timur masih tinggi, ketimbang wilayah Pantai Selatan.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Menhub Targetkan Dua Pelabuhan di Bali Rampung 2021

Menurut Menhub, pembangunan kedua pelabuhan tersebut untuk mendukung pariwisata di Bali.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Ini Alasan Pemkot Bandung Belum Izinkan Pembukaan Tempat Hiburan

Tempat hiburan belum dibuka kembali karena potensi penyebaran Covid-19 yang tinggi di tempat-tempat tersebut.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Status Djoko Tjandra Belum Tersangka

Djoko Tjandra yang ditangkap di Malaysia pada Kamis (30/7/2020) belum ditetapkan sebagai tersangka.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

IDI: 9 Dokter di Sumut Meninggal Akibat Covid-19

Seluruh dokter itu meninggal dunia dalam kondisi penyakit yang sudah sangat berat akibat terpapar.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Tenaga Medis Terpapar Covid-19 karena Ruangan Tanpa Penyaring Udara

Kondisi di dalam ruangan merupakan salah satu faktor yang memungkinkan terjadinya penularan virus Covid-19.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

UPH Festival 2020 Sambut Mahasiswa Baru dengan Program Kreatif dan Interaktif

UPH Festival dibuka via zoom meeting dengan sambutan hangat dari Founder UPH, James T Riady.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

KPK Lelang 10 Bidang Tanah dari Perkara Eks Bupati Subang

Lelang 10 bidang tanah itu dilakukan lantaran perkara yang menjerat mantan bupati Subang Ojang Sohandi telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

NASIONAL | 3 Agustus 2020

Jokowi Minta Siapkan Roadmap Transformasi Digital untuk Sektor Strategis

Presiden Jokowi tidak ingin infrastruktur digital yang sudah dibangun justru memiliki utilitas rendah.

NASIONAL | 3 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS