Viral Pasien Reaktif Covid-19 Dikubur Berdaster, Ini Penjelasan Tim Medis
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Viral Pasien Reaktif Covid-19 Dikubur Berdaster, Ini Penjelasan Tim Medis

Senin, 27 Juli 2020 | 12:19 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / YUD

Medan, Beritasatu.com - Media sosial dihebohkan dengan munculnya foto wanita pasien reaktif Covid-19 yang meninggal dunia namun dikuburkan dalam keadaan masih menggunakan baju daster dengan ditutupi kain kafan. Persoalan ini terungkap setelah peti jenazah proses penulasaran dari salah satu rumah sakit di Delitua itu tidak muat saat dimasukkan ke liang lahat. Oleh keluarganya, peti jenazah orangtuanya itu dibuka.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Beritasatu.com, Senin (27/7/2020) siang, peristiwa itu terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor, pada Jumat (24/7/2020) lalu.

Terlihat di foto yang beredar di media sosial, jenazah tersebut telah dimasukkan ke liang lahat namun petinya terbuka dan terlihat di antara balutan kain kafan jenazah wanita itu mengenakan daster.

Lurah Suka Maju Harry Agus Perdana saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Harry tidak menyangkal warganya yang meninggal dunia. Namun, warganya itu meninggal sebelum hasil test swab keluar. Hasil sementara masih reaktif.

Harry mengatakan, pasien wanita tersebut memiliki histori penyakit jantung. Sebelum meninggal dia sempat dirawat, Kamis (23/7), namun meninggal keesokan harinya. Karena hasil rapid test reaktif, rumah sakit mengarahkan ke pihak keluarga agar jenazah dikebumikan dengan protokol Covid-19 di pemakaman khusus yang berada di Kelurahan Simalingkar Kota Medan.

"Jadi pihak keluarga menolak, karena belum ada ketetapan jenazah positif Covid-19 atau tidak," ujar Harry.

Belakangan diketahui, terjadi kesepakatan antara rumah sakit dan pihak keluarga, pemakaman dilakukan di perkuburan di Kelurahan Suka Maju, tetapi wajib mengikuti protokol Covid-19. Saat proses pemakaman sempat terjadi keributan antara pihak keluarga dan tim medis.

Peti mati jenazah pasien dinilai pihak keluarga tidak muat untuk ukuran jenazah. Kemudian mereka membongkarnya.

" Ya, begitu yang nampak, (seperti) yang viral itu, pakai daster. Pihak keluarga lalu kepikiran kenapa masih (memakai) daster, jadi keluarga berfikir itu ada kemungkinan belum dimandikan. Disitu lah (terjadi) keributan," ujar Harry.

Selanjutnya kata Harry, pihaknya menanyakan kecurigaan keluarga jenazah, ke tim medis yang berada di lapangan. Tim medis menjamin kalau jenazah sudah dimandikan.

"Penjelasan dari tim medis Rumah Sakit Sembiring di lapangan 'Pak sudah dimandikan' saya sendiri yang memandikan, demi Allah'. Ya sudah, selanjutnya langsung dilanjutkan dengan pemakaman protokol Covid-19," ujarnya.

Pihak keluarga sempat bersikeras agar jenazah dimandikan ulang, namun sebagai pimpinan di kelurahan Harry menolak karena takut hal tersebut akan membahayakan bagi warga lainnya.

"Karena kalau uda dikeluarkan dari peti sudah tidak sesuai dengan protokol Covid-19. Jadi begitu dapat kepastian dari pihak rumah sakit (sudah dimandikan) langsung saya arahkan pemakaman dilakukan sesuai dengan Protokol Covid-19. Saya minta keluarga Ikhlas. Namanya wabah kita pun harus maklum demi jaga (kesehatan) masyarakat sekitar juga," tutupnya.

Secara terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Aris Yudhariansyah mengatakan berdasarkan Fatwa MUI tahun 2020, prosedur memandikan jenazah terpapar Covid-19 dapat dilakukan tanpa harus membuka pakaian. Bahkan bila tidak memungkinkan dimandikan bisa dilakukan dengan tayamum

"Jadi diperbolehkan, kan mayat itu tidak boleh diapa-apain kalau sudah meninggal. Siapa lagi yang berani membuka bajunya," ujarnya.

Selain itu kata Aris, isi Fatwa juga menyebutkan jenazah juga boleh dikafani dengan kondisi berpakaian. Cara ini untuk menghindari penularan. Aris berharap kejadian di Kelurahan Suka Maju tidak terulang lagi demi mengantisipasi penyebaran virus corona.

"Kalau peti jenazah itu dibongkar malah akan terjadi kesalahan prosedur dalam pemakaman. Ini tidak boleh," sebutnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kejagung Jadwalkan Periksa Pengacara Djoko Tjandra

Pemeriksaan dilakukan menyusul upaya klarifikasi atas beredarnya video dan foto yang diduga dilakukan Anita Kolopaking dengan Kajari Jakarta Selatan, Anang Supr

NASIONAL | 27 Juli 2020

Ini Alasan Istana Kembali Gelar Ratas secara Virtual, Bukan Tatap Muka

Kasetpres membantah ratas virtual dilakukan karena temuan kasus positif Wakil Walkot Solo Achmad Purnomo yang sempat bertemu Jokowi.

NASIONAL | 27 Juli 2020

GTPP Covid-19 Sumut Perluas Tes Swab Covid-19

"Lonjakan di Sumut seperti gunung es yang selama ini tidak terlihat," kata Whiko.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Mengubah Derita Abrasi Jadi Ladang Rezeki

Tak terhitung berapa makam warga yang telah hilang, dan sisa-sisa jasadnya terpaksa dipindah ke tempat lain.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Baru Satu Paslon Gubernur Jambi Memenuhi Syarat Ikut Pilkada

Parpol yang belum menentukan pilihan yakni PDIP, PAN, Gerindra dan Demokrat.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Petani Labuhan Batu Diterkam Buaya

Korban setelah turun dari perahu langsung diterkam dan dibawa buaya masuk ke dalam sungai.

NASIONAL | 27 Juli 2020

Banjir Bandang di Deli Serdang, 1 Orang Masih Hilang

Korban yang belum ditemukan bernama Santa Situmorang (24) warga Kecamatan Limapuluh Kabupaten Batubara.

NASIONAL | 27 Juli 2020

KRL Semakin Padat, Penumpang Mulai Patuh dan Tertib

Pengguna KRL mulai dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru

NASIONAL | 27 Juli 2020

Kejagung Akan Periksa Pengacara Djoko Tjandra

Kejaksaan Agung mengagendakan pemeriksaan terhadap pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking pada Senin (27/7/2020).

NASIONAL | 27 Juli 2020

Penyegelan Makam di Cigugur Tunjukkan Hilangnya Nilai-nilai Budaya Bangsa

Para penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan masyarakat Adat Karuhun Urang (Akur) di Cigugur, Kuningan, kembali mengalami perlakuan diskriminatif

NASIONAL | 26 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS