Tiga Kali Mangkir, Pengacara Bantah Djoko Tjandra Takut Ditangkap
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Tiga Kali Mangkir, Pengacara Bantah Djoko Tjandra Takut Ditangkap

Senin, 20 Juli 2020 | 19:24 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Terpidana dan buronan perkara pengalihan hak tagih Bank Bali Joko Tjandra kembali mangkir atau tidak hadir dalam persidangan permohonan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (20/7/2020). Dengan demikian, Joko telah tiga kali mangkir dari persidangan PK yang diajukannya sendiri. Muncul kabar ketidakhadiran Joko Tjandra karena khawatir ditangkap aparat penegak hukum.

Kuasa Hukum Djoko Tjandra, Andi Putra Kusuma membantah kliennya takut ditangkap. Andi mengklaim, buronan Kejaksaan Agung (Kejagung) tersebut tidak hadir karena sakit.

"Berdasarkan surat yang kami terima hari ini, beliau (Djoko Tjandra) masih dalam keadaan sakit. Jadi pada dasarnya kita tetap sangat mengupayakan terhadap prinsipal kami bisa hadir dan kita perjuangkan hak-haknya di pengadilan," kata Andi usai persidangan di PN Jaksel, Senin (20/7/2020).

Andi menjelaskan, surat sakit Djoko Tjandra diterima pada 15 Juni 2020. Namun dia mengklaim tidak mengetahui sakit apa yang diderita kliennya.

"Jenis sakitnya saya tidak mengetahui, karena di dalam suratnya sakitnya juga tidak tertulis. Hanya rekomendasi dari dokter dia tetap istirahat," katanya.

Dalam persidangan ini, Andi membacakan surat yang ditulis dan ditandatangani kliennya di Kuala Lumpur, Malaysia tertanggal 17 Juli 2020. Dalam surat itu, Djoko meminta kepada majelis hakim, agar persidangan digelar secara daring atau teleconference.

Menanggapi surat tersebut, Majelis Hakim menegaskan, sidang hari ini merupakan kesempatan terakhir bagi Djoko Tjandra untuk hadir. Meski demikian, Majelis Hakim memutuskan menunda persidangan hingga pekan depan untuk mendengar pendapat jaksa mengenai permintaan Djoko Tjandra dan terkait proses persidangan.

"Persidangan ditunda ke tanggal 27 Juli 2020. Jam masih sama jam 10.00 WIB. Hadir, tidak perlu dipanggil lagi dan supaya tepat waktu," kata Ketua Majelis Hakim Nazar Effriadi.

Sidang PK ini telah ditunda sebanyak dua kali, yaitu pada 29 Juni dan 6 Juli 2020. Sidang ditunda karena Djoko Tjandra tidak hadir dengan alasan sedang sakit di Kuala Lumpur, Malaysia.

Diberitakan, Joko buron dan melarikan diri ke Papua Nugini sehari sebelum Mahkamah Agung (MA) membacakan amar putusan yang menerima Peninjauan Kembali Kejagung terkait kasus korupsi cessie Bank Bali. Majelis PK MA memvonis Direktur PT Era Giat Prima itu bersalah dan menjatuhkan hukuman 2 tahun pidana penjara. Selain itu, Joko Tjandra juga dihukum membayar denda Rp 15 juta serta uangnya di Bank Bali sebesar Rp 546 miliar dirampas untuk negara.

Pengajuan PK oleh Kejagung itu lantaran pada putusan sebelumnya oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Joko Tjandra divonis bebas dalam perkara korupsi cessie Bank Bali.

Namun, sehari sebelum putusan MA dibacakan pada Juni 2009, Joko diduga kabur meninggalkan Indonesia dengan pesawat carter dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Port Moresby. Joko kemudian diketahui telah pindah kewarganegaraan ke Papua Nugini pada Juni 2012.

Setelah lama 'menghilang' Joko kembali membuat geger lantaran menginjakkan kaki di Tanah Air tanpa terdeteksi.
Joko sempat membuat KTP elektronik yang dipergunakannya untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas perkara yang menjeratnya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 8 Juni 2020. Namun, Joko Tjandra mangkir dalam dua persidangan PK yang diajukannya di PN Jaksel, yakni pada 29 Juni 2020 dan 6 Juli 2020.

Tim kuasa hukum mengklaim Joko Tjandra sedang dirawat di rumah sakit di Malaysia. Atas ketidakhadirannya, Majelis Hakim menunda persidangan hingga Senin (20/7/2020). Dalam persidangan pada 6 Juli lalu, Majelis Hakim telah mengultimatum kuasa hukum untuk menghadirkan Joko Tjandra pada persidangan hari ini.

Tak hanya membuat KTP elektronik dan mengajukan PK di PN Jaksel, Joko juga sempat membuat paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Utara pada 22 Juni 2020, meski paspornya dicabut seminggu kemudian. Bahkan, belakangan Joko diketahui dapat berkeliaran dengan bebas dari Jakarta menuju Pontianak, Kalimantan Barat 'berkat' surat jalan dan surat bebas Covid-19 yang dikeluarkan dan dibantu oleh Kepala Biro Pengawasan (Korwas) PPNS Bareskrim Brigjen Prasetijo Utomo.

Buntut dari persoalan ini, Prasetijo dicopot dari jabatannya dan ditahan Provost untuk menjalani pemeriksaan. Tak hanya itu, skandal Joko Tjandra juga membuat Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan Sekretaris NCB, Brigjen Nugroho Slamet Wibowo dicopot dari jabatan mereka. Sementara Joko Tjandra yang telah mengobrak-abrik muruah sejumlah institusi dan lembaga penegak hukum seakan kembali 'menghilang' hingga saat ini.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pakar: Permintaan Sidang Daring Djoko Tjandra Tak Akan Dikabulkan

Dalam peraturan yang dikeluarkan MA, dengan jelas tidak akan memberikan pelayanan (daring) kepada seseorang yang melarikan diri dari hukum.

NASIONAL | 20 Juli 2020

BPK Serahkan LHP LKPP Tahun 2019 ke Jokowi

BPK telah memberikan opini WTP atas LKPP Tahun 2019. Namun, masih ada sejumlah temuan yang menjadi catatan seperti dana pensiun.

NASIONAL | 20 Juli 2020

Djoko Tjandra Dikabarkan di Malaysia, Polri: Kita Bantu Tangkap

Djoko Tjandra saat ini dikabarkan tengah berada di Malaysia.

NASIONAL | 20 Juli 2020

Napiter Tanggapi Positif Program Deradikalisasi

Program sinergisitas cukup efektif untuk membuat mereka yang terpapar ideologi radikal merasa puas dengan kinerja pemerintah.

NASIONAL | 20 Juli 2020

Mendes Sebut 10.026 BUMDes Mampu Bertahan Hadapi Pandemi

10.026 BUMDes yang mampu bertahan cenderung didirikan atas dasar inisiatif masyarakat yang disertai dengan telaah ekonomi dan bisnis.

NASIONAL | 20 Juli 2020

Pasien Covid-19 yang Masih Dirawat di Banten Sebanyak 204 Orang

Penambahan kasus harian positif Covid-19 di wilayah Provinsi Banten selama beberapa hari terakhir ini relatif lebih landai

NASIONAL | 20 Juli 2020

Cegah Penyebaran Covid-19, Keuskupan Agung Medan Sementara Ditutup

Penutupan Kantor Keuskupan Agung Medan sementara ditutup untuk mencegah penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 20 Juli 2020

Ikut Aniaya 2 Polisi, Anggota DPRD Sumut Diamankan

Polrestabes Medan mengamankan empat diduga pelaku penganiayaan terhadap dua polisi. Salah satu pelaku adalah oknum anggota DPRD Sumut, berinisial KS.

NASIONAL | 20 Juli 2020

GTPP Covid-19 Telusuri Kontak Erat Masyarakat dengan Uskup Agung Medan

Upaya testing, tracing dan treatment (3T) secara masif terhadap orang orang yang melakukan kontak erat dengan uskup agung masih terus dilakukan.

NASIONAL | 20 Juli 2020

Tjahjo Nilai BIN Selayaknya di Bawah Koordinasi Presiden

BIN dinilai sudah selayaknya berada di bawah koordinasi langsung presiden.

NASIONAL | 20 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS