Ini Alasan Jokowi Pilih Prabowo Kembangkan Lumbung Pangan Nasional
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Ini Alasan Jokowi Pilih Prabowo Kembangkan Lumbung Pangan Nasional

Senin, 13 Juli 2020 | 20:53 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan alasannya memilih Menteri Pertahanan Prabowo Soebianto memimpin sektor program Lumbung Pangan Nasional.

”Kemarin kan sudah saya sampaikan bahwa food estate (lumbung pangan) itu berangkat dari peringatan FAO bahwa akan ada krisis pangan dunia. Sehingga perlu kita antisipasi cepat dengan membuat cadangan pangan strategis,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/6/2020).

Menurutnya, Kementerian Pertahanan tidak hanya mengurusi permasalahan alat utama sistem persenjataan (alutsista), tetapi juga mengurusi ketahanan di bidang pangan.

“Yang namanya pertahanan itu bukan hanya urusan alutsista, tetapi juga ketahanan di bidang pangan menjadi salah satu bagian dari itu. Dan ini sudah disampaikan Menhan dengan hitung-hitungan cost berapa, anggaran berapa, dalam membangun food estate yang ada di Kapuas dan Pulang Pisau,” ujar Jokowi.

Meski leading sektor Lumbung Pangan Nasional ada di tangan Menteri Pertahanan Prabowo Soebianto, bukan berarti urusan pertanian juga diambil alih oleh Prabowo. Jokowi menegaskan urusan pertanian dan stok pangan tetap menjadi wewenang dan tanggung jawab Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

“Tapi tetap Mentan kan juga back up di situ. Nanti urusan pertanian yang lain, pangan yang lain ya tetap Mentan. Jadi pak Menhan menjadi leading sektor di situ karena memang kita ingin membangun cadangan strategis pangan. Sehingga nanti kalau misalnya kekurangan beras ya tanam padi. Kalau kekurangan jagung ya tanam jagung. Kemarin sudah kita cek, jagung bisa, padi bisa. Cabai, tanam di situ,” terang Jokowi.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi menunjuk Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo menjadi leading sector untuk program Lumbung Pangan Nasional. Karena program ini menyangkut cadangan strategis di sektor pangan.

“Dan leading sectornya ini nanti, karena menyangkut cadangan strategis pangan kita, akan kita berikan kepada Pak Menhan. Yang tentu saja didukung Pak Menteri Pertanian dan juga Menteri PU,” kata Jokowi saat meninjau lokasi Food Estate di Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulau Pisang, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020).

Dalam pelaksanaan pembangunan kawasan Lumbung Pangan Nasional, Jokowi mengharapkan adanya dukungan penuh dari Gubernur dan Bupati di Provinsi Kalimantan Tengah. Agar program ini dapat berjalan dengan baik.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengharapkan dengan adanya cadangan strategis pangan ini, pemerintah bisa mengatur logistik pangan bila ada daerah-daerah yang mengalami kekurangan pangan.

Bila ada kelebihan stok pangan, lanjut Jokowi, baru bisa di ekspor ke negara lain. Ditegaskannya, yag paling penting kebutuhan pangan di dalam negeri terpenuhi dulu, baru sisanya diekspor ke luar negeri.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Polrestabes Medan Selidiki Prostitusi Artis

Polrestabes Medan masih memeriksa tiga orang yang diduga terlibat bisnis prostitusi artis.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Ini Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

Pemerintah menyiapkan tiga opsi sanksi bagi para pelanggar protokol kesehatan.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Gugus Tugas: Penambahan Kasus Positif Covid-19 Hasil Tracing Masif

Kasus positif yang teridentifikasi dalam beberapa minggu terakhir adalah hasil pelacakan atau tracing contact yang dilakukan secara masif.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Jokowi Prediksi Puncak Covid-19 di Indonesia pada Agustus-September

Perkirakan puncak Covid-19 bisa saja berubah bila tidak dilakukan langkah-langkah yang cepat dalam menanganinya.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Jokowi Serahkan Bantuan Modal Kerja kepada 60 Pelaku UMKM

Jokowi berharap bantuan modal kerja yang diberikan dapat membantu perekonomian masyarakat yang terdampak Covid-19.

NASIONAL | 13 Juli 2020

PSBB Diperpanjang, Banten Harapkan Masuk Zona Hijau

Pemberlakuan PSBB di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan diharapkan semakin menyadarkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Hemat Anggaran, Jokowi Akan Rampingkan 18 Lembaga dan Komisi

Jokowi tidak merincikan secara detail lembaga dan komisi mana saja yang akan dirampingkan.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Angka Kriminal Naik, Termasuk Pencurian

Angka kriminal berdasar data statistik Polri juga menunjukan tren kenaikan.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Petugas Pemilu di Bantul dan Sleman Reaktif Covid-19

PPDP di Bantul telah menjalani "rapid test" Covid-19. 2.081 PPDP, 120 petugas harus diganti menjelang coklit data pemilih, karena menunjukkan hasil reaktif.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Menko PMK: Hindari Kerumunan di Ruang Tertutup

Muhadjir Effendy mengimbau, pertemuan di ruangan tertutup dibatasi.

NASIONAL | 13 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS