Komisi Kejaksaan Bakal Panggil JPU Perkara Teror Novel Baswedan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Komisi Kejaksaan Bakal Panggil JPU Perkara Teror Novel Baswedan

Kamis, 2 Juli 2020 | 22:28 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Kejaksaan (Komjak) membuka peluang memangil dan meminta keterangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara teror dengan penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan. Pemanggilan ini dilakukan Komjak untuk meminta keterangan atas penanganan perkara yang dilakukan JPU. Hal ini disampaikan Ketua Komjak, Barita Simanjuntak usai meminta keterangan Novel Baswedan di Kantor Komjak, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

"Jadi, karena tugas itu diatur kita tidak menutup kemungkinan akan menindaklanjutinya (memanggil JPU). Itu memang bagian tugas dan kewenangan. Tapi, karena proses peradilan kita tunggu dulu," kata Barita.

Novel selaku korban teror bersama tim advokasinya melaporkan JPU atas tuntutan ringan dua polisi yang menjadi terdakwa kasus teror air keras. Tim JPU yang menangani perkara tersebut, yakni Fedrik Adhar Syarifuddin, Ahmad Patoni dan Satria Irawan.

Barita mengungkapkan pihaknya membutuhkan keterangan JPU atas laporan yang dilayangkan Novel dan tim advokasinya. Permintaan keterangan itu diperlukan agar Komisi Kejaksaan dapat menindaklanjuti laporan secara objektif.

Selain itu, Barita menambahkan pertimbangan majelis hakim dalam memutus perkara juga akan menjadi perhatian Komisi Kejaksaan dalam menangani laporan tersebut.

"Jadi, ada penjelasan dari Pak Novel Baswedan, kemudian ada pertimbangan hakim putusannya, baru nanti kita minta dari tim penuntut umum supaya komprehensif dan objektif. Jadi, output-nya rekomendasi," katanya.

Barita menuturkan hasil rekomendasi nanti bisa berupa penghargaan dan hukuman. Rekomendasi yang disampaikan Komjak sudah sepatutnya dijalankan oleh pejabat pembina kepegawaian dalam hal ini Jaksa Agung ST Burhanuddin.

"Kewajiban Komisi (Kejaksaan) selesai ketika rekomendasi disampaikan. Apabila rekomendasi itu tidak dijalankan Jaksa Agung, kita menyampaikan kepada Presiden," katanya.

Usai dimintai keterangan oleh Komjak, Novel telah menyampaikan keterangan yang dibutuhkan untuk mendukung laporannya terhadap JPU perkara teror air keras. Novel berharap dengan pelaporannya ini, proses peradilan di Indonesia akan semakin baik ke depannya.

"Klarifikasi dan penyampaian hal-hal berkaitan dengan laporan saya dan kuasa hukum. Tentunya kita semua berharap peradilan semakin baik ke depan," kata Novel.

Novel mengapresiasi Komjak yang responsif dalam menangani laporan yang disampaikannya. Novel berharap proses penegakan hukum, termasuk yang dilakukan Kejaksaan Agung akan semakin baik.

"Ini adalah bentuk dukungan saya dan kita semua terkait dengan kebaikan penegakan hukum ke depan. Tentunya dengan tugas-tugas Komisi Kejaksaan Agung. Kita tentunya mengapresiasi respons dari Komjak yang begitu baik," kata Novel.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

KSP Tegaskan Program Pemulihan Tahan Pelambatan Ekonomi

“Pandemi Covid-19 menyebabkan pemerintah mengoreksi target pertumbuhan dari sekitar 5,5 persen menjadi 4,2 persen melalui program pemulihan ekonomi nasional."

NASIONAL | 2 Juli 2020

Tiga Tahun Terakhir, 45 Korban Penyiksaan Minta Perlindungan ke LPSK

Dari 45 kasus penyiksaan yang perlindungannya dimohonkan ke LPSK, pelakunya oknum TNI, Polri, dan petugas Pemasyarakatan.

NASIONAL | 2 Juli 2020

Megawati Dorong Produksi Pangan Selain Beras Saat Pandemi

“Kita harus sedia payung sebelum hujan. Kita tak tahu Covid-19 ini berapa lama sementara harga bahan pangan bisa semakin mahal. Perlu makanan pendamping beras."

NASIONAL | 2 Juli 2020

Bawaslu Minta ASN Bijak Gunakan Medsos Saat Pilkada

"Mengupload atau mengunduh di media sosial kegiatan kampanye pasangan calon atau memberikan simbol like sebagai bagian dari bentuk dari dukungan."

NASIONAL | 2 Juli 2020

Mendagri Tawarkan Empat Strategi Antisipasi Kebakaran Hutan

"Kita dorong desa-desa itu untuk memanfaatkan dana desanya dalam bentuk membuat desa mandiri bebas Karhutla."

NASIONAL | 2 Juli 2020

Dua Prajurit TNI AD Terlibat Kasus Penusukan Serda Saputra

"Perannya kedua ini memberikan, meminjamkan senjata api kepada tersangka. Jadi senjata api yang digunakan oleh tersangka (Letda RW) itu dipinjam dari Sertu H."

NASIONAL | 2 Juli 2020

Djoko Tjandra Masuk Indonesia Tak Terdeteksi, Imigrasi Diadukan ke Ombudsman

Djoko Tjandra telah memiliki kewarganegaraan Indonesia dengan mengubah nama Joko Soegiarto Tjandra melalui proses pengadilan.

NASIONAL | 2 Juli 2020

LSI Denny JA: Saat Masyarakat Terpuruk, Segera Cari Solusi dan Proaktif Beri Berita Gembira

"Tularkan harapan, tentu yang berdasarkan hasil riset. Spirit ini yang berharga untuk terus ditumbuhkan.”

NASIONAL | 2 Juli 2020

PDI Perjuangan: Covid-19 Masalah Bersama

Covid-19 harus diatasi bersama semua warga negara.

NASIONAL | 2 Juli 2020

PDIP: Covid-19 Masalah Bersama, Kami Pasang Badan untuk Pemerintahan Jokowi

“PDI Perjuangan menilai bahwa Presiden Jokowi telah bekerja keras dan terus berjuang membantu rakyat agar Indonesia secepatnya bisa mengatasi dampak Covid-19."

NASIONAL | 2 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS