Pembangunan Zona Integritas di Kejaksaan Agung Pulihkan Kepercayaan Masyarakat
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Pembangunan Zona Integritas di Kejaksaan Agung Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Senin, 22 Juni 2020 | 16:33 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com- Kejaksaan Agung sedang terus berupaya berbenah diri dalam memperbaiki kepercayaan masyarakat. Salah satunya dengan mendorong jajarannya institusinya di daerah, seperti Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri dalam membangun zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia (UI) Indriyanto Seno Adji mengapresiasi positif langkah Kejaksaan Agung dalam menerapkan zona integritas di lingkungan Kejaksaan. Menurutnya, hal itu merupakan langkah yang efektif dalam mencegah terjadinya praktek korupsi, sekaligus momentum dalam menjalankan reformasi birokrasi di tubuh korps Adhyaksa tersebut.

“Reformasi Birokrasi Kejaksaan Agung yang dilakukan dengan menerapkan Zona Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) merupakan langkah yang efektif dan edukatif bagi dimensi Pencegahan Pemberantasan Korupsi,” kata Indriyanto Seno Adji, Senin (22/6/2020).

Pengajar Program Pascasarjana Bidang Studi Ilmu Hukum Universitas Indonesia (UI) ini menilai dimensi pencegahan adalah pola primer yang berhasil dalam pemberantasan korupsi. “Ini harus dilakukan dengan perbaikan pendidikan moral etika penegakan hukum yang baik sebagai salah satu cara menempatkan sisi kepercayaan publik kepada Kejaksaan,” ucapnya.

Menurut Seno, pola berbasis Pencegahan sebagai konsep efektif WBK dan WBBM di lingkungan Kejaksaan ini hanya bisa direalisasikan dengan cara dan metode Up-Down sebagai sistem panutan Pimpinan keteladanan. “Sehingga bisa menghilangkan kesan penerapan Zona ini adalah tidak formalitas birokratis kelembagaan, tetapi memiliki dampak positif yang signifikan bagi publik atas pemberantasan korupsi,” ungkap Seno.

Senada dengan Seno, Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Parahyangan Asep Warlan Yusuf menyatakan setelah melakukan deklarasi adanya WBK dan WBBM di Internal Kejaksaan Agung, maka hal lain yang perlu dikerjakan adalah menerapkan perilakunya.

“Langkah berikutnya adalah komitmen ke perilaku misalnya begini apabila Bapak-bapak, Ibu-ibu melihat ada korupsi laporkan ke nomor sekian-sekian langsung bebas pulsa, itu berarti ada sebuah tindakan dari kepemimpinan disana (Kejagung) memastikan jika ada orang berbuat macam-macam, laporkan dengan sebuah informasi.” Ucap Asep.

Asep melanjutkan, dari laporan tersebut harus ditelusuri, tidak boleh diabaikan atau dibiarkan saja. Para penegak hukum yang melanggar harus diberikan sangsi hukuman yang tegas.

“Memastikan laporan itu untuk ditindaklanjuti, tidak diabaikan, tidak dibiarkan dan ada konsekuensi kalau tindakan yang benar maka ada tindakan hukum yang tegas terhadap perilakunya,” ungkapnya.

Dengan komitmen Kejaksaan Agung yang kuat, Asep berpendapat kepercayaan masyarakat otomatis akan meningkat. Berdasarkan survei Indikator Politik, mayoritas publik atau 74,1 persen, percaya dengan kinerja korps Adhyaksa yang saat ini dipimpin ST Burhanuddin. Kepercayaan pada Kejaksaan Agung ini tak jauh beda dengan kepercayaan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan angka 74,7 persen.

“Ini tantangan bagi Kejagung, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan Agung bahwa ia harus sama atau bahkan lebih tinggi dari KPK. Dengan komitmen yang tinggi terhadap pemberantasan koropsi bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat soal korupsi beralih ke Kejagung,” ucapnya

"Mungkin KPK tidak dilihat lagi sebagai lembaga yang paling powerful, paling berani dan paling sukses dalam memberants korupsi ternyat skrang beralih ke kajagung, itu konsekuensi akhir dari sebuah kepercyaan harus begitu." Tukas Asep.

Sebelumnya, Setia Untung Arimuladi, selaku Ketua Tim Pengarah Reformasi Borokrasi yang juga Wakil Jaksa Agung pun memberi dorongan kepada jajaran institusinya di daerah, seperti Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri untuk tetap semangat dan berkomitmen dalam pembangunan zona integritas melalui Surat Nomor : B-14/B/WJA/05/2020, tanggal 15 Mei 2020.

“Saya berharap kepada para Kepala Kejati dan Kejari agar tetap bersemangat dan berkomitmen melakukan pembangunan zona integritas serta melakukan pembinaan, pemantauan, monitoring dan evaluasi kepada Satker di wilayahnya untuk menjadikan satuan kerja dalam pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM serta melakukan inovasi sesuai dengan tugas dan fungsi untuk peningkatan kinerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dia berharap, program Reformasi Birokrasi ini guna mendorong SDM Kejaksaan untuk melakukan perubahan. Hal ini sesuai 7 arahan Jaksa Agung Burhanuddin dalam meningkatkan SDM yang profesional dan proporsional ditengah revolusi Industri atau era revolusi 4.0 sehingga menjadi pegawai yang handal dan mampuni serta berdaya saing, dengan aura positif bagi insan Kejaksaan.

“Sebabnya dibutuhkan keterampilan baik dalam mengelola teknologi, sehingga Kejaksaan mendapat tempat dihati masyarakat. Tinggalkan pola pikir lama, kerja yang rutin, jangan monoton dan menghindari zona nyaman, SDM Kejaksaan dituntut harus berubah, kerja cepat, produktif, inovatif, adaftif dan siap berkompetisi di era pesatnya kemajuan dan perkembangan jaman,” pungkas Setia Untung.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Tersangka Pembunuh Dua Anak Tiri di Medan Ditangkap

Tersangka pembunuh kakak adik, Iksan Fatilah (10) dan Rafa Anggara (5), berhasil dibekuk petugas kepolisian di Deli Serdang.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Pasien Positif Covid-19 di Desa Huta II Simalungun Melonjak

Hari kelima sejak desa itu diisolasi, 17 Juni 2020 kemarin, petugas melarang masyarakat desa untuk keluar dari rumah.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Mufti Anam Tagih Grand Design Penataan BUMN

Mufti juga meminta Kementerian BUMN untuk konsisten dalam penataan holding BUMN.

NASIONAL | 22 Juni 2020

UPH Cetak Doktor Hukum Wanita Termuda

Kunci keberhasilan Yuni meraih gelar doktor hukum terletak pada ketekunan dan kesungguhannya untuk selesai studi tepat waktu dan tetap berkualitas.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Normal Baru Candi Borobudur, Jateng Juara Inovasi Daerah

Jawa Tengah berhasil mengungguli Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Ekonomi di Sumatera Utara Mulai Menggeliat

Permintaan pasar dunia untuk ekspor ikan, karet, kopi, sawit, sarung tangan maupun hasil pertanian dan perkebunan, masih sangat tinggi.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Masuki Normal Baru, Warga Kota Semarang Diingatkan Selalu Pakai Masker

Pembatasan pada jam operasional usaha yakni tutup sampai pukul 22.00 WIB yang sebelumnya pukul 21.00 WIB.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Pelaku yang Serang Wakapolres Karanganyar Eks Napi Teroris

Sujak dipastikan adalah anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) pro ISIS.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Unggah Konten, Warganet Jangan Langgar Kesusilaan

Eksploitasi kesusilaan dalam dunia jurnalistik maupun media sosial dilarang, dan harus dihindari.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Ditjenpas Tunggu Koordinasi PK Bapas terkait Kasus John Kei

Hal ini lantaran John Kei masih berstatus klien pemasyarakatan yang menjalani pembebasan bersyarat sejak 26 Desember 2019.

NASIONAL | 22 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS