Pembela Hukum Klaim Sunda Empire Tidak Timbulkan Keonaran
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Pembela Hukum Klaim Sunda Empire Tidak Timbulkan Keonaran

Kamis, 18 Juni 2020 | 20:34 WIB
Oleh : YUD

Bandung, Beritasatu.com - Tim pembela hukum terdakwa kasus hoax Sunda Empire mengajukan eksepsi kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan kerajaan fiktif itu.

Pengacara Sunda Empire, Misbahul Huda menganggap para terdakwa, yakni Nasri Banks, Raden Ratnaningrum, dan Ranggasasana dalam kasus hoax Sunda Empire tidak membuat keonaran. Pasalnya, kata dia, setiap orang berhak memiliki cita-cita masing-masing.

"Kalau kita bercita-cita boleh saja kan, bukan halusinasi, bercita-cita kan boleh, untuk menyejahterakan masyarakat dunia kan boleh-boleh saja," kata Misbahul Huda, di PN Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (18/6/2020).

Atas hal tersebut, dia menilai apa yang dibuat oleh tiga terdakwa petinggi Sunda Empire tidak bisa disebut sebagai perbuatan yang menimbulkan keonaran. Karena, menurutnya tidak ada keonaran yang timbul dari adanya Sunda Empire.

"Saya kira perbuatan keonaran ini tidak ada. Jadi tidak ada alasan bagi jaksa untuk menyalahkan itu," kata dia pula.

Selain itu, dia juga menyampaikan pihaknya telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan bagi terdakwa Ki Ageng Ranggasasana. Pengajuan itu didasari karena pertimbangan kondisi kesehatan Ranggasasana.

"Kondisinya punya penyakit, riwayat penyakit paru-paru, makanya lebih baik dirawat di rumah, karena setelah dirawat RS Bhayangkara belum sembuh dengan maksimal," kata seorang pengacara lainnya, Erwin Syahruddin.

Sebelumnya, jaksa mendakwa tiga petinggi kekaisaran fiktif Sunda Empire telah menyebarkan berita bohong atau hoaks yang menimbulkan keonaran di tengah masyarakat.

Selain membuat keonaran, jaksa juga mendakwa mereka telah merusak keharmonisan masyarakat Sunda. Karena bagi sebagian masyarakat, menurut jaksa, hal tersebut dianggap benar adanya.

Atas perbuatan tersebut, ketiga terdakwa oleh jaksa didakwa dengan tiga pasal. Pertama, yakni Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, lalu Pasal 14 (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan ketiga Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Menpora Paparkan Lima Program Prioritas Kempora 2020-2024

Salah satu program prioritas Kempora 2020-2024 di antaranya adalah pemberdayaan pemuda menjadi inovatif dan berdaya saing.

NASIONAL | 18 Juni 2020

PDP Covid-19 di Bengkulu Bertambah 3 Kasus

Jumlah pasien positif Covid-19 di Bengkulu tercatat 105 kasus.

NASIONAL | 18 Juni 2020

Pemprov Bengkulu Siapkan Lima Tahapan New Normal

Pemprov Bengkulu siapkan lima tahapan pelaksanaan tatanan kehidupan baru atau new normal.

NASIONAL | 18 Juni 2020

Pemeriksaan Spesimen Covid-19 Tembus 20.000 Per Hari

Pemeriksaan spesimen Covid-19 tersebut mencapai 20.650 spesimen sehingga total 580.522 spesimen sudah diperiksa hingga hari ini, Kamis (18/6/2020).

NASIONAL | 18 Juni 2020

Kemdikbud Luncurkan Program Bantuan Dana untuk Kecakapan Kerja dan Wirausaha

Kemdikbud melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan Direktorat Pendidikan Vokasi meluncurkan program bantuan dana untuk kecakapan kerja dan kewirausahaan.

NASIONAL | 18 Juni 2020

Densus Bekuk Dua Terduga Teroris di Maluku

Densus 88 Antiteror menangkap dua terduga teroris di Ambon, Maluku.

NASIONAL | 18 Juni 2020

Ditjenpas Sebut Justice Collaborator Nazaruddin Berdasarkan 2 Surat KPK

M. Nazaruddin memiliki status Justice Collabolator berdasarkan dua surat keterangan yang dikeluarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

NASIONAL | 18 Juni 2020

Ekstradisi Buronan FBI, Polda Metro Tunggu Koordinasi Interpol-Kedutaan AS

Polda Metro Jaya masih menunggu koordinasi dari Interpol dengan Kedutaan AS terkait proses ekstradisi Russ Albert Medlin.

NASIONAL | 18 Juni 2020

KPK Minta Program Kartu Prakerja Dihentikan Hingga Persoalan Tata Kelola Diperbaiki

KPK meminta pemerintah menghentikan pelaksanaan Kartu Prakerja gelombang atau "batch" ke-4 hingga berbagai persoalan dalam tata kelola program ini diperbaiki.

NASIONAL | 18 Juni 2020

Gubernur Bengkulu Minta Penggunaan Ponsel dalam Lapas Ditertibkan

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta pimpinan lapas daerah ini menertibkan penggunaan ponsel dan kunjungan guna mencegah peredaran narkoba di dalam lapas.

NASIONAL | 18 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS