Alat Tes Cepat Covid-19 Unpad-ITB Masuki Tahapan Validasi Sampel Virus
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Alat Tes Cepat Covid-19 Unpad-ITB Masuki Tahapan Validasi Sampel Virus

Kamis, 18 Juni 2020 | 16:40 WIB
Oleh : YUD

Bandung, Beritasatu.com - Dua alat deteksi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 yang dikembangkan perguruan tinggi di Jawa Barat yakni Unpad dan ITB, sedang divalidasi ke sampel virus sebenarnya.

Kedua alat itu adalah Deteksi CePAD atau Tes Cepat 2.0, dan Surface Plasmon Resonance (SPR).

Koordinator peneliti tes cepat Covid-19 Unpad dari Fakultas MIPA, Muhammad Yusuf mengatakan validasi ke sampel virus dilakukan setelah kedua alat tersebut tervalidasi di laboratorium.

"Kami bekerja sama dengan beberapa pihak dalam validasi ini. Saat ini, formulasi dan uji CePAD di skala laboratorium terhadap protein virus sudah menunjukkan hasil yang baik, jadi bisa dilanjutkan ke validasi di lapangan," kata Yusuf di Bandung, Kamis.

Yusuf menjelaskan perbedaan tes cepat 2.0 dengan tes cepat yang umum digunakan saat ini adalah molekul yang dideteksi.

Tes cepat Covid-19 yang umum mendeteksi antibodi, dan tes cepat 2.0 ini mendeteksi antigen. Sehingga, kata Yusuf, tes cepat 2.0 dapat mendeteksi virus lebih cepat, karena tidak perlu menunggu pembentukan antibodi saat tubuh terinfeksi virus.

"Konsep deteksi antibodi maupun antigen keduanya bagus dan berdasar pada teknologi yang benar. Deteksi antibodi saat ini keunggulannya pada samplingnya yang lebih mudah, dari darah. Namun, deteksi antibodi pada Covid-19 lebih tepat untuk pelacakan, ingin tahu virus sudah menyebar di mana saja," ujarnya.

"Deteksi antigen bisa digunakan untuk mengetahui penyebab orang sakit ketika sedang menunjukkan gejala seperti demam dan batuk. Jika orang baru terpapar virus beberapa hari, deteksi antibodi kemungkinan besar negatif atau nonreaktif karena antibodi terhadap virusnya belum terbentuk," tambahnya.

Yusuf mengatakan, pihaknya bersama mitra industri sedang melengkapi fasilitas assembly tes cepat dan produksi 5.000 kit pada Mei-Juni untuk keperluan validasi.

Setelah validasi menunjukkan hasil yang baik, pada Juli 2020, pihaknya akan produksi 10.000 kit, kemudian dilanjutkan 50.000 kit per bulan sesuai dengan kapasitas produksi mitra saat ini. Jika diperlukan lebih banyak, kata Yusuf, pihaknya mengajak partisipasi berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas produksi tersebut.

"Cara kerja tes cepat 2.0 ini, sampel usap dicampurkan ke larutan khusus, kemudian diteteskan ke alatnya. Sama dengan tes cepat yang sekarang, 10-15 menit hasilnya keluar. Selain swab nasofaring, kami juga sedang mengembangkan sampling dari air liur," katanya.

Adapun SPR atau Surface Plasmon Resonance, kata Yusuf, dikembangkan bersama-sama oleh ITB dan Unpad yang tergabung dalam Gugus Tugas Riset dan Inovasi Penanganan Covid-19 (TFRIC-19), yang diinisiasi dan dikoordinasikan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Kemristek/BRIN.

SPR dikembangkan untuk bisa berfungsi sebagai detektor Covid-19. Alat seukuran aki mobil itu dapat mendeteksi interaksi antara biosensor dan virus SARS-CoV-2.

"Cara kerjanya, sampel biologis yang diambil dari pasien atau dalam VTM (viral transport medium) akan dicampur dengan pelarut kemudian dialirkan pada alat SPR. Jika ada virus dalam sampel, maka nanti akan ada perubahan sinyal yang dapat dibaca pada alatnya," ujarnya.

"SPR ini dikembangkan sebagai metode alternatif (pendeteksi Covid-19) yang diharapkan memiliki akurasi yang baik setara dengan PCR. ITB mengembangkan metode SPR-nya, dan Unpad mengembangkan biosensornya, yakni molekul yang bisa menangkap virusnya," katanya.

Kepala Pusat Studi Infeksi Fakultas Kedokteran Unpad Bachti Alisjahbana mengatakan validasi bertujuan untuk meyakinkan atau menilai kualitas tea cepat 2.0 dan SPR.

Salah satunya membandingkan tingkat akurasi dengan metode teknik reaksi rantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR) yang sudah terbukti baik.

"Kami ambil spesimen yang sama, usap juga, tapi kemudian pasien diperiksa PCR. Kami ambil spesimen 30 pasien yang Covid-19-nya positif PCR, dan 30 pasien yang Covid-19-nya negatif PCR," kata Bachti.

"Spesimen yang sama, kami periksakan dengan alat uji cepat Pak Yusuf dan kawan-kawan. Nanti, kita bisa lihat seberapa besar tingkat ketepatan atau kesamaannya," katanya.

Menurut Bachti, sejauh ini, validasi masih dalam tahap pengumpulan spesimen. Jika hasil validasi kurang memuaskan, maka akan ada evaluasi dan perbaikan. Setelah itu, validasi dilakukan kembali.

"Tapi, kalau sudah cukup oke, sesuai harapan kita, itu bisa langsung registrasi Depkes. Lalu, digunakan layanan-layanan kesehatan," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Berli Hamdani mengatakan jika telah divalidasi, rapid test 2.0 dan SPR dapat digunakan untuk diagnosa ataupun penapisan, karena akurasi setara PCR.

Tes masif dengan menggunakan tes cwpat 2.0 dan SPR akan menemukan peta sebaran Covid-19 yang lebih komprehensif, dan mendeteksi virus lebih dini. Dengan begitu, sebaran Covid-19 dapat diputus dan angka kematian bisa di-nol-kan.

"Setelah produksi pertama ini dipergunakan dan bisa dievaluasi manfaat dan kendala-kendalanya (selama validasi). Sewaktu presentasi dari ITB-Unpad disampaikan rencana produksi masal di akhir bulan Juli 2020," kata Berli.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Susi Pudjiastuti Jadi Tokoh Alternatif Paling Disukai

Lembaga Survei KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia), merilis hasil survei terkait tokoh alternatif yang disukai masyarakat

NASIONAL | 18 Juni 2020

Pastikan Pancasila Dilaksanakan Dalam Kehidupan Bernegara

Tantangan utama Pancasila saat ini adalah memastikan filsafat ideologi bangsa itu bisa dilaksanakan dalam kehidupan bernegara

NASIONAL | 18 Juni 2020

Rapid Test Hasil Kolaborasi UGM-Airlangga Diujicobakan

Alat Rapid Diagnosis Test (RDT) tersebut diberi nama Republik Indonesia Gadjah Mada Hepatika Airlangga (RI GHA).

NASIONAL | 18 Juni 2020

KPK Sebut Penunjukan Platform Digital Kartu Prakerja Sarat Konflik Kepentingan

KPK menyatakan, penunjukkan delapan platform digital yang menjadi minta kartu prakerja tidak melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa.

NASIONAL | 18 Juni 2020

Masuk Zona Kuning, Sekolah Wajib Terapkan Belajar dari Rumah

Mendikbud Nadiem hanya memperbolehkan sekolah di zona hijau untuk dibuka kembali di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 18 Juni 2020

KPK: Pelatihan Kartu Prakerja Secara Daring Rugikan Negara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung mengkaji pelaksanaan program kartu prakerja

NASIONAL | 18 Juni 2020

Pembukaan Sekolah di Zona Hijau Wajib Penuhi Persyaratan Ini

Terdapat sejumlah persyaratan untuk pembukaan sekolah di zona hijau Covid-19.

NASIONAL | 18 Juni 2020

Ribuan Gamers War From Home Ramaikan National E-Sport Java Governor Cup 2020

Sejak dibuka pendaftaran pada awal sampai pertengahan Juni lalu, para gamers langsung beradu cepat untuk mendaftar.

NASIONAL | 18 Juni 2020

Waketum Hanura: Terima Kasih Pak Jokowi atas Penundaan RUU HIP

Djafar Badjeber meminta pembahasan RUU ini tidak perlu dilanjutkan lagi karena lebih banyak mudharatnya.

NASIONAL | 18 Juni 2020

Dibuka Lagi, Pembeli di Pasar Kedip Kebayoran Lama Sepi

Meski kembali dibuka, namun aktivitas di Pasar Kedip, Kebayoran Baru, Jaksel, belum sepenuhnya normal lantaran sepinya pembeli.

NASIONAL | 18 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS