Jawa Barat Izinkan Pesantren di Zona Biru dan Hijau Kembali Beroperasi
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Jawa Barat Izinkan Pesantren di Zona Biru dan Hijau Kembali Beroperasi

Rabu, 17 Juni 2020 | 22:23 WIB
Oleh : YUD

Bandung, Beritasatu.com- Pemerintah provinsi Jawa Barat mengizinkan pesantren di zona biru dan hijau untuk kembali beroperasi. Pesantren diminta menerapkan protokol kesehatan dengan ketat sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat (Jabar) terkait hal tersebut telah diubah menyesuaikan dengan aspirasi yang berkembang.

Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Kang Emil, Rabu menyebutkan, keputusan tersebut berdasarkan hasil musyawarah dengan pihak-pihak terkait.

“SK Gubernur sudah diubah sesuai aspirasi yang berkembang, walaupun SK yang pertama itu sudah dimusyawarahkan oleh Pak Uu selaku Wakil Gugus Tugas dengan 79 ulama,” ujar Kang Emil melalui siaran pers, Rabu (17/6/2020).

Kang Emil menegaskan, Pemda Provinsi Jabar akan selalu menentukan kebijakan melalui musyawarah dengan stakeholders terkait, terutama kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Jadi pada saat (SK) diumumkan ternyata ada dinamika, ya sudah kita akomodasi menjadi perbaikan-perbaikan yang diharapkan,” kata Kang Emil.

“Poinnya adalah kami ini kalau melakukan kebijakan selalu musyawarah. Gak mungkin gugus tugas melakukan keputusan terhadap hajat hidup orang tanpa mengajak orang yang terdampak untuk diskusi,” katanya.

Kang Emil memaparkan, pesantren diizinkan untuk beroperasi terlebih dahulu dari sekolah umum, mengingat kurikulum yang digunakan pesantren tidak sama dengan sekolah umum.

Selain itu, mayoritas pesantren dimiliki atas nama pribadi, sehingga kebijakan kurikulum yang digunakan masing-masing pesantren pun berbeda. Dengan demikian, tidak akan terjadi kejomplangan kualitas pendidikan antar pesantren.

Sedangkan bagi sekolah umum, kata Kang Emil, kepemilikan dan kurikulumnya diatur oleh negara sehingga pergerakannya harus satu irama.

Adapun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah mengumumkan bahwa sekolah umum boleh beroperasi di zona hijau.

Namun hingga hari ini belum ada wilayah Jawa Barat yang termasuk zona hijau. Berkaca dari hal tersebut, pihak Gugus Tugas Jabar memutuskan belum mengizinkan sekolah umum dibuka kembali.

“Kalau pesantren itu rata-rata dimiliki oleh pribadi, kurikulumnya juga tidak sama. Jadi pesantren boleh (dibuka) karena kurikulumnya berbeda, start dan finish-nya beda, maka boleh dibuka duluan dengan catatan kesehatan di zona hijau dan biru dan protokol kesehatan,” ujar Kang Emil.

“Kalau sekolah umum belum dulu. SD, SMP, SMA itu gerakannya harus satu irama, karena dimiliki oleh negara dan kurikulumnya diatur oleh negara. Pak Kemendikbud sudah mengumumkan bahwa sekolah boleh dibuka di zona hijau. Per hari ini 27 kota/kabupaten di Jawa Barat belum ada (zona hijau),” katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Enam Orang Sekeluarga Terpapar Covid-19 di Denpasar

Satu keluarga positif Corona tersebut terdeteksi dari hasil tracing yang dilakukan 10 Juni 2020.

NASIONAL | 17 Juni 2020

Rapid Test Massal di Surabaya, BIN Temukan 1.300 Lebih Kasus Positif Covid-19

Ditemukan lebih dari 1.300 kasus positif Covid-19 selama 19 hari pelaksanaan tes cepat massal yang dilakukan BIN di Surabaya.

NASIONAL | 17 Juni 2020

Doni Monardo: Pemerintah dan Masyarakat Gotong Royong Penuhi Kebutuhan Medis

Gotong royong dari anak bangsa sendiri telah berhasil membuat Indonesia memenuhi kebutuhan medis melawan virus corona (Covid-19).

NASIONAL | 17 Juni 2020

Literasi Dorong Kreativitas Masyarakat di Era Pandemi

Perpustakaan memiliki peran penguatan literasi sekaligus menghasilkan keadilan informasi.

NASIONAL | 17 Juni 2020

Jumlah Penerima BLT Dana Desa Turun 36%

Jumlah penerima BLT Dana Desa turun dikarenakan digunakan untuk pengisi kekosongan bantuan sosial.

NASIONAL | 17 Juni 2020

Anies Sebut Pandemi Covid-19 Munculkan Literasi Kultur

Anies berharap, pandemi Covid-19 bisa memperluas kemampuan dalam meningkatkan skill di bidang literasi.

NASIONAL | 17 Juni 2020

Aceh Bangun 4.226 Rumah Layak Huni untuk Warga Tak Mampu

Pembangunan 4.226 rumah layak huni ini telah menyerap anggaran hingga Rp 348,66 miliar.

NASIONAL | 17 Juni 2020

Kepala Desa Positif Covid Hingga Banjir, Kendala Desa Belum Bisa Salurkan Dana BLT Desa

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan ada beberapa kendala desa belum bisa menyalurkan dana bantuan langsung tunai (BLT) Desa kepada masyarakat.

NASIONAL | 17 Juni 2020

ICW Kecam Obral Remisi untuk Nazaruddin Hingga Bebas

Nazaruddin mendapatkan remisi 49 bulan selama menjalani masa pembinaan dan bebas dari Lapas Sukamiskin, setelah mendapat cuti menjelang bebas.

NASIONAL | 17 Juni 2020

Hari Pertama PPDB Jateng, Banyak Komplain karena Server Eror

PPDB daring hari pertama di Jawa Tengah, Rabu (17/6/2020), banyak dikeluhkan masyarakat. Mereka komplain karena server yang eror.

NASIONAL | 17 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS