Pembukaan Sekolah di Zona Hijau, Jateng Tunggu SKB
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Pembukaan Sekolah di Zona Hijau, Jateng Tunggu SKB

Senin, 15 Juni 2020 | 19:54 WIB
Oleh : Stefi Thenu / YUD

Semarang, Beritasatu.com - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah masih menunggu surat keputusan bersama (SKB) empat menteri terkait rencana pembukaan kembali sekolah di wilayah zona hijau.

"Rencana ada ke sana, untuk zona hijau (diperbolehkan masuk) secara bertahap. Ini sedang disusun SKB (Surat Keputusan Bersama) empat kementrian dengan hati-hati. Jateng sudah memetakannya berkonsultasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Daerah yang bisa lakukan akan ditunjuk sebagai pilot (acuan)," ujar
Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Jateng Syamsudin Isnaeni, Senin (15/6/2020) petang.

Syamsudin mengungkapkan, proses PPDB SMA dan SMK Jateng dimulai pada lusa Rabu (17/6/2020) sampai tenggat waktu di tanggal 25 Juni 2020. Kemudian, daftar ulang ditetapkan pada tanggal 1-8 Juli 2020. Sedangkan, hari pertama pembelajaran akan dimulai pada 13 Juli 2020.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Jumeri mengatakan, daya tampung SMA dan SMK di Jateng tahun 2020-2021 mencapai 208.215 siswa. Jumlah itu terdiri dari daya tampung SMA 111.547 dan siswa SMK 96.668.

Jika dibandingkan tahun ajaran 2019-2020, ada penyusutan sejumlah 7.941, dari daya tampung sebelumnya yang mencapai 216.156 siswa SMA dan SMK.

Sementara itu jumlah lulusan sekolah tingkat pertama (SMP, MTS dan SMP Terbuka) tahun 2020 mencapai 513.444.

"Kami sudah melakukan ujicoba, tidak ada tatap muka,namun semua data diupload. Hanya saja, nanti pada saat daftar ulang di tanggal 1-8 Juli kita mengundang siswa untuk melihat pakta integritas yang dibuat. Namun itu akan dilihat sesuai protokol kesehatan," paparnya.

Ia menyebut, untuk jenjang SMA jalur zonasi adalah 50 persen. Sementara itu, jalur prestasi sebanyak 30 persen, jalur afirmasi 15 persen dan terakhir, jalur perpindahan orang tua sebanyak lima persen.

Sementara itu, untuk jenjang SMK sebanyak 80 persen adalah jalur prestasi. Sisanya sebanyak 20 persen adalah jalur afirmasi, yang terdiri dari siswa miskin sebanyak 15 persen dan siswa putra dan putri petugas penanganan covid-19 sebanyak 5 persen.

Terkait afirmasi, bagi putra petugas medis penanganan Covid-19, saat ini terpantau ada sebanyak 2.032 siswa. Jumlah itu, sudah dikonfirmasikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng.

Dari 35 kota dan kabupaten, jumlah putra-putri tenaga Covid-19 terbanyak berada di Kota Semarang dengan 221 orang. Disusul dengan Kabupaten Pati sejumlah 97 orang, kemudian Kabupaten Sragen sejumlah 81 orang. Sedangkan, Kota Pekalongan, memiliki persebaran putra-putri tenaga kesehatan covid-19 paling sedikit, yakni 10 orang.

Kabid Pembinaan SMA Disdikbud Jateng Syamsudin Isnaeni menjelaskan, nantinya putra-putri tenaga kesehatan langsung diterima. Hanya saja, untuk kasus tertentu akan dilihat dari parameter tertentu.

"Nanti akan langsung diterima, hanya saja kita atur zonasinya. Kalau zona ada tiga kita bagi tiga. Kalau peminat di satu sekolahan banyak, kita saring berdasarkan jarak paling dekat, kemudian diambil usia yang lebih tinggi dan terakhir nilainya," paparnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan orang tua siswa tak memalsukan data, saat mendaftarkan anaknya ke sekolahan. Jika nekat, sekolah tak segan untuk mengeluarkan siswa yang bersangkutan. Dia menegaskan, seleksi tahun ini berbasis kejujuran.

"Agar ketika mengisi data, terutama orang tua menjaga integritas dijaga. Ketika mengisi data sesuai kenyataan, kalau tidak (meskipun) dia (siswa) diterima dan data salah (tak jujur) dicoret lo. Ini saya ingatkan nanti dicoret hati-hati," tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan PPDB 2020-2021 tak lagi membutuhkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), bagi siswa miskin. Sebagai gantinya, tahun ini akan menggunakan data milik kementrian sosial.

"Termasuk untuk yang miskin dulu pernah gunakan SKTM maka, sekarang pakai data dari Basis Data Terpadu (BDT)," jelas Ganjar.

Selain penggunaan BDT, pada tahun ajar 2020-2021 kriteria siswa tidak mampu juga dilihat dari mereka yang memiliki kartu PKH, pemegang KIP dan Kartu Miskin. Semuanya, berbasis data yang telah terverifikasi oleh instansi pengampu.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Soal Pembukaan Sekolah, Kemdagri Minta Pemda Pantau Perubahan Zona

Pemantauan dilakukan untuk mendukung kebijakan pembukaan sekolah dengan protokol kesehatan.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Penelusuran Kontak Agresif, Laporan Kasus Positif Covid-19 Naik

Kenaikan angka kasus Covid-19 dipengaruhi oleh banyak faktor.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Jalani Rapid Test, 125 Anggota dan Staf DPRD Kota Bengkulu Nonreaktif Covid-19

Sebanyak 125 anggota dan staf DPRD Kota Bengkulu, Senin (15/6) menjalani "rapid test", dan hasilnya menyatakan semuanya tidak reaktif Covid-19.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Ketua DPR Apresiasi Kerja Sama Seluruh Komponen Bangsa Tangani Covid-19

Semangat gotong royong itulah yang membuat Indonesia mampu menghadapi pandemi Covid-19 hingga saat ini.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Anggaran APD Tiga Kabupaten Penyelenggara Pilkada di DIY Rp 17 Miliar Lebih

Tiga kabupaten di DIY yang akan menggelar Pilkada Serentak pada 9 Desember. Total anggaran untuk pengadaan APD lebih dari Rp 17 miliar.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Partai Demokrat Pecat Subur Sembiring sebagai Kader

Perbuatan tingkah laku buruk Subur merupakan fakta yang terang benderang dan oleh karenanya tidak perlu dipanggil untuk didengar keterangannya lagi.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Kemkes Siap Sediakan Sarana Kesehatan di Sekolah

Kemkes siap menyediakan sarana prasarana kesehatan, serta pendampingan secara promotif, preventif, dan konservatif dalam memonitor kegiatan di sekolah.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Ketua DPR Ungkap Agenda Strategis Masa Persidangan IV

“DPR dalam membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2021, akan memastikan agar kebijakan fiskal tahun 2021 dapat lebih efektif."

NASIONAL | 15 Juni 2020

Alutsista TNI Dinilai Butuh Modernisasi

Alutsista TNI bukan hanya memerlukan modernisasi dengan pengadaan yang baru, tetapi juga perlu perawatan dan overhaul terhadap alutsista yang ada.

NASIONAL | 15 Juni 2020

Pandemi, Satuan Pendidikan Tidak Bisa Memaksa Murid Masuk Sekolah

Sekolah tak bisa memaksa murid yang orangtuanya melarang karena khawatir tertular Covid-19.

NASIONAL | 15 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS