Kemhub Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Angkutan Umum
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Kemhub Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Angkutan Umum

Jumat, 12 Juni 2020 | 17:55 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com- Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi memastikan tidak ada kenaikan tarif angkutan umum karena kapasitasnya sudah ditingkatkan menjadi maksimal 70 persen.

"Di sini, kami akan menjalankan pada fase ini dengan kapasitas seperti itu tidak ada kenaikan tarif angkutan umum. Karena dengan kapasitas 70 persen kita pertimbangkan sudah melalui BEP (break even point/balik modal)," kata Budi dalam diskusi virtual yang bertajuk "Kolaborasi untuk Adaptasi Kebiasaan Baru Sektor Transportasi" di Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Budi menambahkan pihaknya menetapkan sistem zonasi untuk setiap angkutan darat yang dioperasikan, baik umum maupun pribadi.

Terkait pembatasan jumlah penumpang, sistem zonasi ini berlaku pada angkutan umum seperti angkutan lintas batas negara, angkutan antarkota antarprovinsi, angkutan antarkota dalam provinsi, angkutan antarjemput antarprovinsi, angkutan pariwisata jika berada pada zona merah masih dilarang beroperasi.

Namun pada zona oranye, kuning, dan hijau maka dapat mengangkut dengan kapasitas penumpang 70 persen pada fase I dan II, serta pada fase III dapat beroperasi dengan kapasitas maksimum hingga 85 persen.

"Khusus angkutan karyawan, pada zona merah dan oranye hanya diperbolehkan mengangkut paling banyak 70 persen kapasitas penumpang. Sementara pada zona kuning dan hijau untuk fase I dan II paling banyak 70 persen kapasitas penumpang dan fase III dengan kapasitas maksimum 85 persen," ucap Budi.

Sementara pada angkutan taksi, angkutan sewa khusus, maupun angkutan sewa umum pada zona merah dan oranye dapat beroperasi dengan kapasitas penumpang 50 persen, sementara pada zona kuning dan hijau pada fase I dapat beroperasi dengan kapasitas maksimum 50 persen, sedangkan pada fase II dan III maksimum 75 persen.

"Misalnya untuk kendaraan dengan kapasitas lima tempat duduk hanya dapat diisi paling banyak tiga orang penumpang. Dan, kendaraan dengan kapasitas tujuh atau delapan tempat duduk hanya dapat diisi paling banyak empat orang penumpang. Kami juga menyarankan untuk menyediakan penyekat antara ruang pengemudi dan penumpang," kata Dirjen Budi.

Selanjutnya dalam SE Nomor 11/2020 ini juga membahas ketentuan bagi ojek online. Dalam surat edaran tersebut dituliskan bahwa untuk sepeda motor berbasis aplikasi, pada zona merah dan oranye hanya diperbolehkan mengangkut barang.

Sedangkan pada zona kuning dan hijau, diizinkan membawa penumpang namun dengan menerapkan beberapa protokol kesehatan.

"Diizinkan hanya saja pengemudi dan penumpang harus mematuhi beberapa hal. Misalnya pengemudi menggunakan masker, sarung tangan, hand sanitizer, dan jaket. Kami juga menyarankan untuk menyediakan penyekat antara pengemudi dan penumpang. Dalam kondisi ini, sebaiknya penumpang disarankan membawa helm sendiri atau mengenakan hair cap bila helm dari pengemudi. Penumpang juga harus menggunakan masker selama berkendara," katanya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Gugus Tugas Akan Rapid Test Pelancong di Malioboro

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DI Yogyakarta akan menerapkan rapid test Covid-19 pada Minggu (14/6/2020) dengan sistem acak di kawasan Malioboro.

NASIONAL | 12 Juni 2020

Tiga dari Empat Tahanan Covid-19 yang Kabur dari RS Bhayangkara Ditangkap

Selanjutnya tim gabungan membawa tahanan tersebut ke RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

NASIONAL | 12 Juni 2020

LSI Denny JA: Publik Lebih Cemas Kondisi Ekonomi daripada Virus

Konteks di Indonesia, publik yang mengkhawatirkan kondisi ekonomi sebesar 67,4%, dan terpapar virus hanya 25,3%.

NASIONAL | 12 Juni 2020

Transisi New Normal, Pertamina Tetap Jalankan Protokol Kesehatan di SPBU

Jika ada pihak SPBU yang tidak mematuhi protokol tersebut, konsumen dapat melaporkannya ke kontak Pertamina 135.

NASIONAL | 12 Juni 2020

1.600 Anak Tenaga Kesehatan Jateng Dapat Prioritas PPDB

Pemberian jalur khusus itu sebagai bentuk apresiasi kepada tenaga kesehatan di Jateng.

NASIONAL | 12 Juni 2020

Papua Penyempurna Indonesia, Kasus Floyd Tak Boleh Dikaitkan ke Indonesia

Hendra menyebut pembangunan di Papua yang masih terus dilakukan oleh pemerintah.

NASIONAL | 12 Juni 2020

DPR Dukung Pertamina Jadi Perusahaan Migas Kelas Dunia

Perombakan jajaran direksi diharapkan bisa membuat kinerja Pertamina lebih sehat dan produktif.

NASIONAL | 12 Juni 2020

Forum Purnawirawan TNI/Polri Minta RUU HIP Dicabut

Manuver politik para penyusup yang terkini dengan mengangkat RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) dan menolak mencantumkan TAP MPRS XXV/1966 jadi konsideran.

NASIONAL | 12 Juni 2020

Polisi Bekuk Tersangka Kedua Kasus ABK Lompat ke Laut

Polda Kepri menangkap pelaku kedua dalam dugaan tindak pidana TPPO dua ABK Fu Lu Qing Yuan Yu 901 yang terjun ke Selat Malaka.

NASIONAL | 12 Juni 2020

Eks Menpora Imam Nahrawi Dituntut 10 Tahun Penjara

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dituntut hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

NASIONAL | 12 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS