Serikat Pekerja Nasional Dukung Proyek Kereta Cepat Serap Tenaga Lokal
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Serikat Pekerja Nasional Dukung Proyek Kereta Cepat Serap Tenaga Lokal

Kamis, 11 Juni 2020 | 11:05 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memutuskan rencana pengembangan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung tersambung hingga ke Surabaya. Hal itu dinilai dapat memperlancar arus transportasi, perpindahan atau mobilitas orang dan barang. Sehingga akan lebih cepat dari sisi waktu dan efisien dari sisi biaya.

Dengan demikian dapat mendorong aktivitas ekonomi bisnis, pariwisata, perdagangan dan investasi. Proyek tersebut juga akan banyak menyerap tenaga kerja secara tidak langsung.

Ketua DPP Serikat Pekerja Nasional Indonesia Puji Santoso menyatakan efek negatif pandemi Covid-19 cukup berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja. Proyek Strategis Nasional (PSN) itu dianggap mampu menyerap tenaga kerja.

“Soal tenaga kerja dalam proses pengerjaan awal memang merekrut tenaga kerja yang banyak, tapi begitu beroperasi sepertinya didominasi oleh teknologi digital, kalau toh memang itu bisa dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi pengangguran yang semakin menumpuk pasca pancemi Covid-19 ini, saya kira langkah bagus,” kata Puji, Kamis (11/6/2020).

Dalam proses pengerjaan proyek kereta cepat itu, Puji berharap dari awal penggarapan sampai dengan beroperasinya kereta untuk lebih mengutamakan pekerja lokal. Namun jika sebaliknya lebih banyak memperkerjakan baik dari kontraktor kemudian sampai tenaga kerjanya dari luar negeri akan menjadi tidak fair.

“Jika kebanyakan tenaga kerjanya dari luar, saya kira menjadi tidak fair bicara terhadap aspek keadilan bagi masyarakat indonesia yang juga butuh pekerjaan.” Ujar Puji.

Puji menambahkan, dalam UUD Tahun 1945 pasal 27 ayat 2 yang berbunyi bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan, hal itu harus menjadi titik tekan pemerintah untuk memprioritaskan merekrut tenaga kerja lokal.

“Rekrut dan pakai tenaga kerja lokal, ini yang perlu menjadi konsen bagi pemerintah, yang sekarang tengah dilanda krisis,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir akan menjalankan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk terus menggarap Proyek Strategis Nasional (PSN) meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. "Sesuai arahan Presiden, agar lebih ekonomis untuk didorong kelanjutan proyek tidak hanya berhenti di Bandung, tapi sampai Surabaya," paparnya.

Menurut Erick, Hal itu dinilai dapat mendorong ekonomi nasional sekaligus tetap menjadi wadah bagi para pekerja mencari nafkah di situasi serba sulit seperti saat ini.

"Kami harus optimistis. Negara dalam kondisi yang terus memikirkan pembukaan lapangan kerja. Tadi Pak Presiden sudah setuju disambungkan Jakarta-Bandung-Surabaya supaya lebih visibel, dan ini pasti menyerap tenaga kerja yang luar biasa," ungkap Erick.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

3 Hari Ditutup karena Covid-19, Pasar Karangayu Semarang Dibuka Kembali

Tolong ada petugas yang keliling memastikan semua yang datang menerapkan protokol kesehatan yang ketat," kata Ganjar.

NASIONAL | 11 Juni 2020

BPKP Kawal Akuntabilitas Serta Efektivitas Penanganan Covid-19

Kolaborasi dan sinergi pengawasan sangat diperlukan guna rangka mengawal akuntabilitas dan efektivitas Percepatan Penanganan Covid-19.

NASIONAL | 11 Juni 2020

Perpusnas Buka Kembali Layanan Onsite

Perpusnas menyatakan siap melayani pemustaka dengan protokol kesehatan di masa kenormalan baru.

NASIONAL | 11 Juni 2020

Waspadai Ideologi Asing yang Memanfaatkan Situasi Pandemi Covid-19

Pancasila mencerminkan sikap semangat gotong royong dan saling membantu antarwarga negara.

NASIONAL | 10 Juni 2020

Beda Konteks Sejarah, Kasus George Floyd Tak Bisa Digiring ke Persoalan Papua

Masih adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap masalah diskriminasi, itu harus terus dibenahi dan diselesaikan sesuai proses hukum.

NASIONAL | 10 Juni 2020

Sandiaga Nilai Komunikasi Pemerintah soal Covid-19 Membingungkan

Jika pemerintah masih memberikan informasi yang berbeda-beda, dikhawatirkan semakin menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

NASIONAL | 10 Juni 2020

KPAI: Sebelum Dibuka Kembali, Sekolah Harus Penuhi Protokol Kesehatan

Sebelum sekolah dibuka, seluruh guru yang akan mengajar harus menjalani test PCR untuk memastikan bahwa mereka sehat dan tidak tertular Covid-19.

NASIONAL | 10 Juni 2020

Bandar Narkoba Harus Ditindak Tegas dan Terukur

Tindakan tegas kepolisian terhadap para bandar, penyelundup hingga memproduksi narkoba harus didukung penuh semua pihak.

NASIONAL | 10 Juni 2020

Akademisi Minta Sekolah Jangan Dibuka Dulu

Bila R0 Covid-19 masih di atas satu, sebaiknya sekolah konvensional dalam bentuk tatap muka jangan dulu dibuka.

NASIONAL | 10 Juni 2020

Soekarno Dinilai Sumber Inspirasi dan Pengetahuan

Presiden Pertama Soekarno meraih 26 gelar doktor Honoris Causa (HC) dari perguruan tinggi negeri (PTN), perguruan tinggi swasta (PTS) dalam dan luar negeri.

NASIONAL | 9 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS