"Sunda Empire", Polisi Minta Keterangan dari Delapan Orang
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

"Sunda Empire", Polisi Minta Keterangan dari Delapan Orang

Rabu, 22 Januari 2020 | 14:29 WIB
Oleh : YUD

Bandung, Beritasatu.com- Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan pihaknya telah meminta keterangan dari delapan orang guna mencari titik terang mengenai kerajaan Sunda Empire.

Empat orang yang dimintai keterangan yakni dua anggota Sunda Empire, budayawan, dan staf Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada Senin (20/1/2020).

Pada Selasa (21/1) empat orang lagi di antaranya dari pihak Kesbangpol Provinsi Jawa Barat, Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba), sejarawan Universitas Padjadjaran (Unpad), seorang lagi pihak dari UPI, kata Saptono di Polda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (22/1/2020).

Nantinya, menurutnya, mereka akan membantu penyelidikan guna mencari unsur pidana terkait keberadaan Sunda Empire tersebut.

"Tentunya penyidik akan melakukan gelar perkara apakah memang di dalam kegiatan Sunda Empire ini sudah memenuhi unsur-unsur pidana, jadi nanti penyidik akan menyimpulkan di gelar perkara dan kalau memenuhi akan ditingkatkan menjadi penyidikan," katanya.

Sementara dirinya belum bisa memastikan apakah Sunda Empire memiliki modus iuran dengan iming-iming yang menjadi penipuan seperti dalam kasus Keraton Agung Sejagat di Jawa Tengah.

Ia mengatakan pihaknya masih menyelidiki apakah Sunda Empire memenuhi unsur pidana dari pasal yang lain.

"Kalau di Purworejo kan memang pidananya dari awal sudah nyata terkait dengan penipuan dan sebagainya. Kita gali (Sunda Empire) mungkin dengan pasal-pasal yang lain," katanya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Mahfud Tegaskan Omnibus Law Hanya Cabut Pasal Tumpang Tindih

Mahfud MD menegaskan bahwa keberadaan Undang-Undang omnibus law hanya akan mencabut pasal-pasal yang dianggap tumpang tindih dengan pasal lainnya.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Dirjen Imigrasi: Harun Masiku Telah Kembali ke Indonesia 7 Januari 2020

Harun langsung dicegah bepergian ke luar negeri.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Jaksa Agung Akui Kerugian Negara Belum Nyata

"Saat ini sedang berjalan perhitungan kerugian negaranya," ujar Burhanuddin.

NASIONAL | 22 Januari 2020

KPK Panggil Ali Fahmi Terkait Kasus Bakamla

Ali Fahmi diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proses pembahasan dan pengesahan anggaran pada Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun 2016.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Kasus Korupsi di Kemag, KPK Periksa Eks Pejabat Telkom dan Fahd A. Rafiq

Pemeriksaan terhadap Deni dilakukan tim penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Undang Sumantri.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Ombudsman Amati Jiwasraya Sejak 2004

Pengamatan setidaknya dilakukan ORI sejak 2004 hingga 2018.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Pengawasan Pelayaran di Labuan Bajo Diperketat

Kepala UPP Kelas II Labuan Bajo, Simon Baun menyayangkan masih ada kapal wisata yang beroperasi di Labuan Bajo tanpa mengantongi persetujuan berlayar.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Menhub Tekankan Keselamatan Pelayaran Harus Ditingkatkan

Menhub Budi mengimbau seluruh masyarakat yang akan menggunakan kapal untuk turut serta waspada, memperhatikan kondisi kapal dan cuaca terlebih dahulu.

NASIONAL | 22 Januari 2020

KPK Cecar Pengacara PDIP soal Aliran Suap ke Wahyu Setiawan

"Kami fokus adanya pemberian uang barang bukti yang ada, jumlahnya Rp 400 juta dan bentuknya dolar Singapura," kata Ali Fikri.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa di NTT Masih Pemula

Siswa yang tergolong ke dalam kategori high intermediate masih tergolong sangat rendah.

NASIONAL | 21 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS