Bekas Keraton Agung Sejagat Disiapkan Jadi Destinasi Wisata
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Bekas Keraton Agung Sejagat Disiapkan Jadi Destinasi Wisata

Selasa, 21 Januari 2020 | 20:34 WIB
Oleh : Stefy Thenu / YUD

Purworejo, Beritasatu.com - Pemprov Jateng berencana menjadikan bekas Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Purworejo, sebagai destinasi wisata.

Hal itu diungkapkan Ganjar Pranowo, saat mengunjungi lokasi bekas Keraton Agung Sejagat, Selasa (21/1/2020).

Menurut Ganjar, bangunan bekas keraton itu layak dijadikan objek wisata. Terlebih lokasinya sangat eksotis. Di sebelah barat keraton, terdapat sawah membentang luas, sementara di sisi timur terdapat Kali atau Sungai Jali selebar 25 meter.

"Nanti dibangun bagus, ada singgasana, kolam, pendopo dan istana. Terus jadi desa wisata. Setiap bulan atau tahun bikin event. Kan banyak kuliner dan keseniannya, kan sayang kalau ditiadakan kan sudah terkenal desa ini. Sudah ramai banget," ujar Ganjar.

Kedatangan Ganjar disambut ratusan masyarakat yang memadati sekitar keraton. Tampak pula Namono sang juru bangunan sekaligus penjaga keraton.

Ganjar tiba di lokasi keraton yang sudah diberi garis polisi itu pukul 17.15 WIB. Begitu turun dari mobil, Ganjar nampak kesusahan berjalan menuju keraton. Masyarakat menyemut di jalan yang lebarnya hanya 2 meter. Sementara di sisi-sisi jalan itu puluhan pedagang menjajakan aneka snack dan makanan.

Setelah berjalan beberapa meter dari mobil, seorang pria berkaos merah berusia sekitar 60 tahun menghadang Ganjar. Beberapa menit mereka nampak ngobrol serius di tengah kerumunan warga.

"Oalah sampeyan seng mbangun keraton iki? (Ternyata Anda yang membangun keraton ini?)," kata Ganjar kepada pria yang mengaku bernama Namono.

Kepada Ganjar, Namono menjelaskan proses pembangunan keraton itu berjalan kurang lebih satu bulan. Selain membangun, Namono juga diberi mandat sebagai penjaga keraton. Yang membuat Ganjar kaget, Namono mengaku melakukan semua itu tanpa minta imbalan upah. Dia dijanjikan, kelak ketika keraton berhasil berdiri, bakal didaulat sebagai abdi dalem.

Begitu mendengar kisah Namono, Ganjar lantas bertanya kepada ratusan masyarakat yang berjubel apakah ada yang berniat hendak menjadi bagian Keraton Agung Sejagat saat berkunjung. Mereka pun bersahutan mengatakan tidak. Hanya mengobati rasa penasaran dan mengisi waktu luang.

Ganjar pun lantas keliling ke seluruh sisi-sisi keraton, melihat benteng yang terbuat dari batako dan bagunan calon pendopo. Mengamati batu prasasti yang diukir indah juga sebuah kolam yang diberi nama Sendang Kamulyan. Namun begitu memasuki ruang utama keraton, para pewarta tidak diperbolehkan mengikuti.

Nama Keraton Agung Sejagat ini memang tengah jadi primadona di dunia maya. Bahkan selama beberapa hari sempat trending di medsos, pertama waktu kirab dan saat raja serta ratunya ditangkap. Namun sejak awal kabar itu viral, Ganjar hanya menanggapi sebagai peristiwa lucu-lucuan saja.

"Tidak seserius itu. Ini keraton harus lucu. Masyarakat maunya lucu-lucuan kok. Tapi kalau mau dirikan kerajaan dan pengin jadi raja izin dulu. Boleh. Yang tidak boleh itu bohong-bohongan. Kalau ada situsnya, ada urut-urutannya malah kita dorong," katanya.

Masyarakat pun sangat mendukung jika eks Keraton Agung Sejagat itu jadi destinasi wisata baru di Purworejo. Nyatanya meskipun sudah dikelilingi police line, masyarakat tetap saja berduyun-duyun ke sana. Entah sekadar melihat maupun berfoto di depan gapura keraton.

"Saya bersama anak-anak dan suami. Pengin lihat saja. Tidak dari sini, dari kecamatan tetangga, desa Sangubayu," kata Septi Kurnia Ningsih setelah selfie dengan anaknya di tepi kolam atau Sendang Kamulyan.

Di sisi lain, ramainya pemberitaan tentang keraton itu justru membawa berkah bagi para pedagang kaki lima.

Doni Yubhar, misalnya yang berjualan kudapan khas Purworejo, Geblek. Sudah lima hari ini dia berjualan bersama sang istri. Menurutnya hampir 24 jam dalam lima hari terakhir pasti ada pengunjung yang datang.

"Paling ramai hari Minggu kemarin, saya jualan seperti ini saja dapat uang hampir satu juta. Harapannya ya semoga pemerintah memutuskan yang terbaik saja lah. Bagus untuk wisata," katanya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Korban Tewas Jembatan Putus di Kaur Jadi 10 Orang

Korban Ipan ditemukan mengapung di permukaan sungai Cawang Kidau, tidak jauh dari lokasi jembatan gantung yang putus.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Wartawan Istana Penumpang Kapal Terbalik Tiba di Jakarta

Para jurnalis korban kapal terbalik telah berada di Jakarta pada malam harinya.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Ini Alasan Pemerintah Gencar Serahkan Sertifikat Tanah

Presiden menyatakan, konflik dan sengketa tanah masih marak terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia

NASIONAL | 21 Januari 2020

Bamsoet Harap Konflik Dewas dan Direksi TVRI Bisa Selesai

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) berharap polemik yang terjadi di tubuh TVRI bisa segera mereda

NASIONAL | 21 Januari 2020

Kementerian Agraria Inventarisasi Kebutuhan Lahan Ibu Kota Baru

Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru, di Kalimantan Timur, akan membutuhkan setidaknya 400 ribu hektare lahan

NASIONAL | 21 Januari 2020

Pemerintah Bahas Kepulangan WNI Terduga Teroris dari Suriah

WNI terduga teroris yang termasuk dalam jaringan teroris lintas batas (FTF) terbanyak berada di Suriah, Afganistan dan Turki.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Ketua KPK Ultimatum Harun Masiku Serahkan Diri

Firli mengatakan hingga sekarang belum mengetahui di mana keberadaan Harun.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Temui Para Pakar UGM, Wiranto: Wantimpres Perlu Masukan dari Akademisi

“Karena itu kami harus mendengarkan masukan dari semua pihak, termasuk perguruan tinggi,” ucap Wiranto.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Pasokan Susu Lokal Belum Mencukupi Permintaan Industri

Pertumbuhan konsumsi susu sapi per tahun mencapai lima persen, namun produksi susu sapi lokal hanya meningkat dua persen per tahun.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Patah Kemudi, Dua Kru KM Sinar Galesong Berhasil Diselamatkan

Kedua kru yang diketahui bernama Hardi (60) sebagai nakhoda dan Iki (20) ABK, beserta kapal kemudian dievakuasi ke Pulau Dua untuk dilakukan perbaikan.

NASIONAL | 21 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS