MUI: Mental Umat Islam Harus Berubah
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

MUI: Mental Umat Islam Harus Berubah

Selasa, 21 Januari 2020 | 18:41 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat MUI Buya Anwar Abbas mengatakan mental umat Islam harus berubah dengan tidak lagi bermental karyawan melainkan memiliki mental untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

"Hubungan umat Islam dan negara selalu ada masalah, hal ini terjadi karena masih ada ketidakadilan. Umat Islam harus maju, sejahtera, dan kaya. Persoalan hari ini adalah mental, mentalitas umat Islam harus berubah, umat Islam harus hijrah, jangan bermental karyawan, harus berpikir bagamaina mampu membuka lapangan pekerjaan dengan menjadi pengusaha," ujar Anwar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Pernyataan tersebut disampaikan Anwar Abbas dalam pembukaan seminar ekonomi prakongres umat Islam Indonesia VII. Seminar tersebut mengusung tema Arus Baru Ekonomi Indonesia: Problematika, Cita-Cita, dan Strategi Ekonomi Dalam Penguatan Arus Baru Ekonomi Era Revolusi Industri 4.0.

Anwar menambahkan hijrah yang dilakukan umat Islam, bukan sekedar hijrah dari Mekkah ke Madinah, bukan secara geografis tapi secara mental.

"Mengapa umat Islam terbelakang? Karena umat Islam meninggalkan agamanya. Untuk menjadi negara yang maju dan beradab maka umat Islam harus kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak boleh meninggalkan agama dalam setiap aktivitasnya," jelas dia.

Direktur Core Indonesia, Hendri Saparini mengatakan Indonesia memiliki permasalahan nasional yang harus segera diselesaikan terlebih lagi soal kesejahteraan dan itu harus menjadi agenda bersama.

“Harus ada keberpihakan pemerintah, apa yang selama ini telah dilakukan pemerintah, perlu ada kebijakan-kebijakan keberlanjutan untuk bisa menyelesaikan permasalahan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Hendri.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta mengatakan setidaknya ada lima pilar utama kebijakan transformasi ekonomi yang harus dilakukan yakni optimalisasi pembangunan infrastruktur, minimalisasi ketergantungan terhadap modal asing jangka pendek, konfigurasi investasi untuk mendukung pertumbuhan, penguatan implementasi kebijakan pemerataan ekonomi dan efisiensi pasar tenaga kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Azrul Tanjung berharap Seminar Ekonomi Pra Kongres Umat Islam Indonesia ke-VII tahun 2020 itu dapat menghasilkan sebuah ide gagasan yang bisa dibawa dalam kongres.

"Sehingga Kongres Umat Islam Indonesia dapat memberikan masukan kepada pemerintah khususnya kepada Presiden. Termasuk mengusung sebuah konsep perekonomian nasional, supaya ekonomi Indonesia tidak lari dari cita-cita Undang-Undang Dasar 1945 khususnya Pasal 33," kata Azrul.

Kesenjangan antarkelompok masyarakat harus diperkecil terutama dalam kepemikian aset. Saat ini, lanjut Azrul, 10 persen kelompok masyarakat menguasai 70 persen kekayaan Indonesia, sementara 90 persen lainnya hanya memperebutkan 30 persen lainnya. Oleh karena itu, Azrul menyarankan agar kesenjangan tersebut diperkecil.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Disengat Ratusan Lebah, Seorang Kakek Meninggal Dunia

Seorang kakek warga Dusun Senet, Desa Purwosari, Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Muhtamar (70) meninggal dunia setelah disengat ratusan lebah.

NASIONAL | 21 Januari 2020

KPK Minta Pemerintah Hati-hati Susun Aturan Penyitaan Kasus Korupsi

KPK meminta pemerintah berhati-hati menyusun aturan terkait hasil penggeledahan dan penyitaan tindak pidana korupsi.

NASIONAL | 21 Januari 2020

KPK Pelajari Vonis Romy yang Sebut Eks Menag Kecipratan Rp 70 Juta

KPK memastikan bakal mempelajari amar putusan Pengadilan Tipikor Jakarta terhadap mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Dewas TVRI Setujui Audit Investigasi DPR RI

Dewas TVRI menyetujui audit keuangan TVRI untuk membuktikan adanya dugaan maladministrasi.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Prihatin Kasus Jiwasraya, Komisi XI DPR Bentuk Panja

Komisi XI juga akan memetakan masalah dan mencari solusi terbaik bagi penyelesaian masalah yang ada.

NASIONAL | 21 Januari 2020

KPK Pertimbangkan Jerat Pihak yang Bantu Caleg PDIP Kabur

"Seluruh kemungkinan itu ada, tapi perlu kajian lebih jauh apakah memang benar pihak-pihak yang ada yang dianggap menghambat proses penyidikan," kata Ali Fikri.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Jateng Dukung Distribusi LPG 3 Kg Secara Tertutup

Menurut Ganjar, program subsidi pada gas melon itu selama ini memang banyak yang tidak tepat sasaran.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Rumah Sakit di Jateng Dilarang Tolak Pasien Miskin

Ganjar menegaskan, pelayanan kesehatan harus mengutamakan sisi kemanusiaan.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Berkas Perkara Pembunuhan Hakim Jamaluddin Segera Dilimpahkan ke Pengadilan

Jefri membuang barang bukti dari atas sepeda motor.

NASIONAL | 21 Januari 2020

Februari, Kemhub Mulai Lelang Operator Pelabuhan Patimban

Saat soft launching nanti progres konstruksi Pelabuhan Patimban fase 1 tahap 1 diperkirakan mencapai 80 persen.

NASIONAL | 21 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS