BNPT: Tidak Mudah Deradikalisasi Eks Kombatan ISIS
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

BNPT: Tidak Mudah Deradikalisasi Eks Kombatan ISIS

Senin, 20 Januari 2020 | 07:49 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com- Deputi Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis mengatakan tidak mudah untuk melakukan deradikalisasi para mantan kombatan ISIS.

"Mereka telah dirasuki ideologi ISIS dan itu tidak mudah untuk menghilangkan dan mengembalikan ideologi mereka seperti dulu. Ini menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia, karena banyak hal yang harus dipertimbangkan," katanya saat memberikan sambutan Rakernas PT Pos di Bandung, Minggu (19/1) malam, melalui keterangan tertulis yang diterima Antara, Senin (20/1/2020).

Mantan Danrem 173/Praja Vira Braja tersebut mencontohkan upaya BNPT menderadikalisasi seorang yang pernah bergabung dengan ISIS di Suriah yang dideportasi pada 2017 lalu. Deradikalisasi itu baru berjalan dengan baik setelah hampir tiga tahun.

Sementara saat ini, menurut dia, ada sekitar 600-an orang Indonesia eks anggota ISIS yang menempati barak-barak tahanan di Suriah. Mereka telah menyatakan ingin pulang ke Indonesia, setelah impiannya hidup bersama ISIS hancur lebur, pascakekalahan total kelompok teroris tersebut. Hal tersebut menjadi perhatian pemerintah.

Menurut dia, tipisnya rasa nasionalisme menjadi salah satu penyebab maraknya penyebaran radikalisme yang anti-Pancasila, anti-NKRI, anti-UUD 45, anti-Bhinneka Tunggal Ika, serta suka mengkafir-kafirkan orang lain, dalam dekade 20 tahun terakhir.

Sejak era reformasi lalu, kelompok pengusung radikalisme leluasa melakukan penyebaran pahamnya melalui berbagai sektor kehidupan akibat empat konsensus nasional, Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika seakan ditinggalkan.

"Itulah kenapa saya hari ini berada di depan kurang lebih 300-an para pejabat PT Pos Indonesia untuk memberikan ceramah wawasan kebangsaan berkaitan radikalisme," katanya.

Hendri menjelaskan wawasan kebangsaan tidak lain adalah empat konsensus nasional tersebut yang merupakan kekuatan bangsa Indonesia. Oleh karena itu setiap warga negara harus memiliki wawasan kebangsaan agar Indonesia menjadi negara besar, berdaulat, adil, dan makmur.

"Itu sebabnya kami telah menandatangani MoU dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) agar kita lebih mengedepankan ideologi Pancasila yang selama ini telah banyak ditinggalkan anak-anak sekolah," katanya.

Ia mengungkapkan, selama ini Kepala BNPT Komjen Pol Drs Suhardi Alius selalu mengajak agar penguatan wawasan kebangsaan itu dilakukan mulai dari hal-hal yang kecil. Salah satunya dengan menggelar upacara bendera setiap Senin di kementerian, lembaga-lembaga negara, dan sekolah-sekolah.

"Kita sudah mulai di lingkungan BNPT, setelah ini kami akan terus sosialisasikan dan kita sebarkan ke kementerian dan lembaga-lembaga negara. Seperti melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar upacara bendera kembali digalakkan di seluruh sekolah di Indonesia," kata mantan Komandan Grup 3/Sandha Kopassus itu.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Menhub Minta KNKT-Ditjen Perhubungan Darat Selidiki Kecelakaan Bus di Subang

Menhub meminta agar kecelakaan bus pariwisata Purnama Sari yang terjadi di Subang diselidiki secara mendalam.

NASIONAL | 20 Januari 2020

Yasonna Laoly Tidak Akan Intervensi Proses Hukum Kasus Wahyu Setiawan

Kehadiran Yasonna pada saat konferensi pers di kantor DPP PDIP dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPP.

NASIONAL | 20 Januari 2020

Gitaris Puguh Kribo Berbagi Ilmu di Ungaran

Workshop itu sendiri dikemas dalam tema Sejiwa dalam Gitar.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Ini Syarat bagi Harun Masiku jika Ingin Dilindungi LPSK

Setelah syarat formil dan materil telah rampung, maka LPSK selanjutnya akan melakukan pengecekan.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Di Hadapan Ratusan Wartawan, Kepala BNN Tunggu Didi Kempot

Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko didalaut panitia mewakili Didi Kempot menerima penghargaan yang diberikan dalam anugerah “Terima Kasihku Kepadamu 2020"

NASIONAL | 19 Januari 2020

KPK Tindaklanjuti Rumor Harun Masiku Berada di Indonesia

Sejak ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (9/1/2020) hingga saat ini Harun masih buron.

NASIONAL | 19 Januari 2020

KPK Miliki Bukti Kuat Suap Harun Masiku

KPK menyatakan penetapan seseorang sebagai tersangka dilakukan melalui gelar perkara berdasarkan bukti permulaan yang cukup mengenai peran pihak tersebut.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Adian Napitupulu Sebut Harun Masiku Korban Iming-iming Wahyu Setiawan

Kesalahan Harun adalah menuruti permintaan Wahyu.

NASIONAL | 19 Januari 2020

Kurangi Risiko Penularan Antraks di Gunungkidul Perlu Ada Biosecurity

Mengurangi risiko penularan antraks di Gunungkidul perlu ada biosecurity, sekaligus pembatasan mobilisasi orang dan ternak.

NASIONAL | 19 Januari 2020

BPIH Belum Pernah Alami Penyesuaian, Komponen Biaya Haji Terus Meningkat

Sejak tiga tahun terakhir biaya pelaksanaan ibadah haji (BPIH) belum pernah mengalami penyesuaian, masih berada di angka 35 juta rupiah per orang, padahal komponennya terus mengalami peningkatan setiap tahun, antara lain yakni tarif penerbangan, makanan, dan lain sebagainya.

NASIONAL | 19 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS