Terduga Teroris dan Bahan Peledak Diamankan di Sentani
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Terduga Teroris dan Bahan Peledak Diamankan di Sentani

Jumat, 6 Desember 2019 | 06:27 WIB
Oleh : Robert Isidorus / YUD

Jayapura, Beritasatu.com - Tim Gegana Polda Papua dengan back up Polres Jayapura melakukan penangkapan satu terduga teroris di Perumahan Grand Doyo Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (5/12/2019) pagi.

Terduga teroris ke Mapolres Jayapura bersama dengan sejumlah barang bukti. Dari penangkapan tersebut, polisi kemudian melakukan pengembangan dan melakukan penggeledahan di tiga lokasi yang dicurigai sebagai lokasi penyimpanan barang bukti bom.

“Ya, hari ini kita melakukan pengamanan di tiga TKP yang diduga sebagai lokasi terduga teroris. Lokasi pertama yakni di Perumahan Grand Doyo, lokasi kedua, ruko dekat SPBU Doyo dan ketiga di jalan utama Doyo-Sentani yang diduga sebagai tempat penyimpanan barang bukti terduga teroris,” kata Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Mackbon kepada wartawan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (5/12/2019) malam.

Kapolres menyebut, dari penggeledahan tiga lokasi tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dan barang bukti tersebut dibawa ke Brimob Polda Papua.

“Dari penggeledahan tiga lokasi tersebut, polisi juga berhasil menemukan barang bukti dan sudah diamankan oleh tim. Sementara di lokasi ketiga ditemukan ada yang dicurigai sebagai bahan peledak, tapi kita masih menunggu hasil olah TKP,” ujarnya.

Dengan kejadian ini, kapolres menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan jika ada orang baru yang datang dan tinggal di kompleks perumahan warga.

“Kita bisa lihat sekarang bahwa Kota Sentani ini sudah menjadi lokasi persembunyian terduga teroris, jadi kita imbau agar warga selalu waspada dan melaporkan apabila ada orang baru yang masuk. Orang baru wajib melapor ke RT dan RW setempat agar jelas diketahui warga sekitar,” tandasnya.

Jarang Bergaul

Ketua RT Perumahan Grand Doyo, Andy Trikora, mengaku bahwa warga setempat kaget dengan penangakapan terduga teroris tersebut, karena selama ini warga tidak menduga jika ada teroris yang tinggal di kompleks mereka.

“Tadi pagi waktu penangkapan terduga teroris yang tinggal di jalur 9 itu kami kaget. Selama ini kita kan hanya lihat di TV, tapi sekarang kita lihat nyata,” katanya kepada wartawan.

Andy mengaku bahwa terduga teroris bernama KW (35) baru tinggal di perumahan tersebut sekitar enam bulan terakhir. Dan sehari-harinya pelaku diketahui bekerja sebagai penjual es merah dan pedagang ayam geprek.

"Awalnya di rumah kontrakan tersebut mereka tinggal dua keluarga yaitu suami istri bersama mertuanya. Mereka sudah enam bulan di rumah itu, namum mertuanya bersama istri dan anak sudah pindah dan kami tidak tau pindah kemana. Jadi saat ini dia tinggal sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut kata Andy, awal keluarga ini tinggal di perumahan Grand Doyo, keluarga ini membuka pengajian bagi anak-anak kompleks, namun dalam ajarannya anak-anak dilarang untuk melakukan hal-hal tertentu.

“Waktu dia membuka pengajian jadi anak saya ikut, tapi anak saya mengaku bahwa mereka diajarkan tidak boleh Maulid. Tapi saya bilang anak saya jangan dengar nak, dengar mama saja, kita dilarang wudhu, itu sebenarnya tidak apa-apa nak, Selama anak kami mengaji di tempat terduga teroris itu, ada beberapa larangan yang disampaikan kepada anak-anak kami yang tidak boleh melakukan beberapa ajaran agama,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa sejak tinggal di rumah tersebut, pelaku dan keluarganya kurang terbuka untuk bersosialisasi dengan warga di sekitar kompleks perumahan tersebut. “Selama tinggal di rumah itu, mereka ini tidak bergaul sama tetangga, tapi pengakuan sebagian warga mereka ramah juga sih,” ucapnya.

Sementara itu, Nicolaus Ruru salah satu tetangga mengaku, bahwa sejak tinggal di jalur 9 perumahan Grand Doyo, mereka belum pernah mengetahui nama asli dari terduga teroris tersebut.

“Kita tidak tau nama aslinya, selama ini kita panggil dengan Pa De penjual es. Dia sering main dengan anak kecil, sementara dengan orang dewasa jarang ngobrol. Paling hanya bertegur sapa dan masuk lagi ke dalam rumah,” terangnya.

Nico mengaku, sering melihat sang terduga teroris menerima tamu dari sesama pedagang keliling. “Kalau orang kompleks sini jarang ke rumahnya karena selalu ditutup. Dia hanya menerima tamu dari sesama penjual es, bakso, dan penjahit sepatu. Mereka biasanya datang pagi dan malam,” katanya.

Dikatakan terduga pelaku juag dikenal sering berpindah-pindah tempat tinggal. “Kita kaget juga kalau dia ditangkap, kita tidak tau kalau dia ini adalah terduga teroris,” ujarnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ini Saran LIPI untuk Kenali dan Waspadai Serangan Tawon

Di Klaten, selama kurun waktu 2017 hingga November 2019 sudah ada 10 korban meninggal akibat sengatan tawon.

NASIONAL | 6 Desember 2019

Percepatan Ekonomi Sirkular Butuh Kerja Sama Berbagai Pihak

Konsep Packaging Recovery Orgnization (PRO) masih menghadapi sejumlah tantangan di Indonesia.

NASIONAL | 5 Desember 2019

MPR Apresiasi Digelarnya Forum Social Democracy Asia di Jakarta

Pertemuan kaukus anggota parlemen dari berbagai negara Asia dan beberapa negara Eropa menghasilkan keputusan merespons isu-isu strategis yang dihadapi dunia.

NASIONAL | 5 Desember 2019

Pro-Kontra UU KPK, BEM Trisakti Dukung Penyelesaian Secara Konstitusional

BEM Trisaksi dukung perubahan UU KPK melalui jalur konstitusional.

NASIONAL | 5 Desember 2019

Skandal Dirut Garuda, Polri Serahkan ke Bea Cukai

Meski ada unsur kerugian negara, menurut polisi hal tersebut masih ranah bea cukai.

NASIONAL | 5 Desember 2019

Bikin Terobosan, Taspen Raih Penghargaan Public Relations Strategy of The Year

Taspen meraih penghargaan ini karena dinilai memenuhi kriteria teknik dan konsep marketing dan publikasi yang efektif sehingga informasi layanan yang dimiliki Taspen dapat diterima oleh seluruh peserta.

NASIONAL | 5 Desember 2019

Penyelundupan di Garuda, Erick Minta Direksi yang Terlibat Mundur

Dalam kesempatan yang sama, Erick memutuskan memberhentikan Dirut Garuda Indonesia, Ari Ashkara.

NASIONAL | 5 Desember 2019

Delapan Tahanan Kabur dari Polsek Pangkalan Kerinci Ditangkap

Mereka sebelumnya melarikan diri dengan cara menjebol tembok rutan Polres pada Jumat (29/11/2019) pukul 03.00 dini hari.

NASIONAL | 5 Desember 2019

KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Lampung Utara

Tak hanya Agung, KPK juga memperpanjang masa penahanan tersangka lainnya kasus ini, yakni Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara, Syahbuddin.

NASIONAL | 5 Desember 2019

Bekal Pemimpin Benahi Isu Pengelolaan Sumber Daya Alam

SDA merupakan sektor strategis yang menjadi modal utama pembangunan sekaligus satu penopang perekonomian.

NASIONAL | 5 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS