Berencana Bikin Rusuh di DPR, Tujuh Orang Diproses
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Berencana Bikin Rusuh di DPR, Tujuh Orang Diproses

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 18:59 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya, mengamankan 186 orang yang hendak masuk ke area unjuk rasa RUU Omnibus Law Cipta Kerja, di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2020) kemarin. Tujuh orang diproses hukum karena diduga telah merencanakan keonaran, sementara 169 lainnya dipulangkan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, polisi melakukan razia sejak pagi hingga sore, ketika kegiatan sidang tahunan MPR, pidato kenegaraan Presiden dan aksi unjuk rasa dari berbagai aliansi buruh serta mahasiswa berbarengan digelar. Sebanyak 186 orang yang terindikasi hendak melakukan kerusuhan diamankan.

"Kita lakukan razia ada sekitar 186 orang yang memang ada indikasi saat itu akan melakukan kerusuhan. Tapi setelah kita lakukan pendalaman sebagian besar sudah kita pulangkan, ini tinggal tujuh orang sampai saat ini kita lakukan pendalaman diduga akan melakukan satu kerusuhan," ujar Yusri, Sabtu (15/8/2020).

Dikatakan Yusri, dari tujuh orang yang masih diperiksa, lima diantaranya kelompok anarko dan ada satu seorang perempuan.

"Kita temukan padanya beberapa barang bukti yang berhasil kita amankan waktu saat kita lakukan razia. Memang ada perencanaan pada saat itu, tetapi belum diramu dalam bom molotov, yang ada adalah botol yang diisi dengan sapu tangan. Kalau nantinya diisi dengan bahan bakar bisa jadi bom molotov," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, penyidik masih terus melakukan pendalaman, karena para pelaku memang telah merencanakan membuat kerusuhan.

"Ini masih kita dalami keterangan awal bahwa ada perencanaan. Contoh satu saja adanya kelompok anak-anak anarko yang dari Bogor yang memang pada saat tanggal 13 (Agustus) lalu mereka merapatkan untuk membuat satu keonaran. Mereka sudah siapkan dengan membuat kaos dan juga bagaimana caranya bertindak di lapangan. Ini masih terus kita dalami," katanya.

Menurut Yusri, polisi masih mendalami terkait apakah ada yang memberikan perintah kepada mereka. "Ketujuhnya terus kita melakukan pendalaman dan kami akan mencari terus apakah memang ada yang memerintahkan, apakah mereka murni datang ke sana untuk melihat atau memang dengan perintah atau bayaran ini masih didalami," ucapnya.

Yusri menegaskan, Polda Metro Jaya tidak akan pernah memberi ruang kepada siapa pun pelaku-pelaku, khususnya anarko yang mencoba membuat kerusuhan. Memang Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 memperbolehkan penyampaian pendapat di muka umum, namun tetap dengan tertib dan tidak mengganggu kepentingan umum.

"Intinya saya sampaikan tidak ada ruang kepada mereka-mereka ini, kita akan tindak tegas para pelaku ini yang coba membuat kerusuhan. Hampir rata-rata mereka ini bukan masuk dan mereka ini tidak masuk dalam kelompok yang akan melaksanakan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum. Mereka memang biasanya cara bertindaknya menyusup ke dalam dan jadi provokator. Mereka sudah siapkan alat-alat yang mereka bawa contoh botol, bahkan kalau perlu dengan bom molotov dan ketapel baik itu ke petugas atau pun orang sendiri yang melaksanakan unjuk rasa dan itu yang memang dia cari, mencari keributan. Manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab perlu kita tindak tegas kepada mereka semuanya," jelasnya.

Menurut Yusri, polisi menggelar razia untuk melakukan tindakan preventif atau pencegahan penyusup masuk ke dalam aksi unjuk rasa.

"Ini upaya yang kita lakukan seluruhnya turun upaya agar mereka tidak bisa masuk untuk menyusup ke dalam kelompok-kelompok yang memang resmi menyampaikan pendapat di muka umum," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Polisi Keluarkan Sketsa Wajah Pelaku Penembakan Pengusaha Pelayaran di Kelapa Gading

Masyarakat yang mengetahui ciri-ciri pelaku silakan menghubungi hotline di 08118569696.

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020

Karyawan Positif Covid-19, Giant Margocity Tutup 10 Hari

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok menutup pusat perbelanjaan Giant Margocity untuk mencegah penularan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020

Lalu Lintas Padat, Contraflow Diterapkan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Petugas melakukan rekayasa lalu lintas contraflow (berlawanan arus) selama sekitar tiga jam di jalan Tol Jakarta-Cikampek.

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020

Pemkot Bekasi Jadikan Cagar Budaya Sebagai Destinasi Wisata

Pemkot Bekasi secara simbolis menancapkan papan nama situs tujuh sumur tua sebagai tanda cagar budaya milik Kota Bekasi.

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020

Satpol PP DKI Disiagakan Awasi Protokol Kesehatan di Permukiman

Personel Satpol PP DKI Jakarta disiagakan untuk mengawasi protokol kesehatan di kawasan permukiman.

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020

167.414 Kendaraan Tinggalkan Jakarta di H-3 Libur Kemerdekaan

Sebanyak 167.414 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju arah Timur, Barat dan Selatan.

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020

Dua BUMD DKI Gelar Lomba Virtual Berhadiah Jutaan Rupiah

JXB dan Sarana Jaya menggelar lomba virtual berhadiah jutaan rupiah dalam menyambut HUT ke-75 RI.

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020

Puncak Padat, Polres Bogor Berlakukan One Way Arah Jakarta

Lalu lintas arus balik wisata padat, Polres Bogor berlakukan sistem satu arah (one way) Cianjur/Puncak menuju Jakarta/Bogor, Sabtu (15/8/2020).

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020

Kapolresta Tangerang Apresiasi Gereja yang Bantu Ketahanan Pangan

Lahan itu digunakan untuk menanam sayuran dan berbagai tanaman lainnya.

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020

Dua Hari Hanyut, Warga Bogor Ditemukan Meninggal di Cisadane Tangerang

Setelah dua hari dilaporkan hilang tenggelam, Miftahul Huda (18), akhirnya ditemukan Tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal.

MEGAPOLITAN | 15 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS