Sosialisasi Diperpanjang, Tilang Ganjil Genap Mulai 10 Agustus
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Sosialisasi Diperpanjang, Tilang Ganjil Genap Mulai 10 Agustus

Kamis, 6 Agustus 2020 | 17:10 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, memerpanjang sosialisasi sistem ganjil genap, di 25 ruas jalan Ibu Kota Jakarta, hingga Minggu (9/8/2020) mendatang. Keputusan perpanjangan waktu sosialisasi didasari masih banyaknya masyarakat yang melanggar dengan alasan tidak tahu kalau sistem pembatasan kendaraan itu telah diberlakukan kembali. Polisi baru memberlakukan penilangan, Senin (10/8/2020) mendatang.

"Hari ini memang kita putuskan bahwa sosialisasi diperpanjang. Hal ini melihat bahwa ternyata dari hasil evaluasi kita selama tiga hari sosialisasi, hari Senin, Selasa, dan Rabu itu ternyata masih banyak masyarakat yang melanggar dan beberapa pelanggar itu banyak yang belum tahu bahwa ganjil genap sudah berlaku," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo, Kamis (6/8/2020).

Dikatakan Sambodo, berdasarkan hasil evaluasi selama tiga hari sosialisasi angka pelanggaran semakin tinggi. Pada hari pertama jumlah pelanggar tercatat sebanyak 369, hari kedua 675 dan hari ketiga tambah naik menjadi 702.

"Sehingga total semuanya menjadi 1.745 pelanggaran dalam waktu tiga hari ini.
Di antara beberapa pelanggaran tersebut itu mengakui mereka belum tahu adanya sosialisasi ini. Itulah sebabnya kemudian kami dari pihak kepolisian, khususnya Ditlantas Polda Metro Jaya memperpanjang masa sosialisasi ini. Kita sosialisasi sampai Minggu, sehingga kita nanti akan mulai penindakan Senin 10 Agustus," ungkapnya.

Sambodo menyampaikan, proses penilangan akan dilakukan dengan dua cara baik dengan manual anggota turun ke lapangan maupun menggunakan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

"Untuk titik-titiknya tentu di setiap pintu masuk ke kawasan ganjil genap itu akan kami taruh anggota. Ada satgas khusus untuk mengawasi 25 jalur kawasan ganjil genap ini dengan kurang lebih ada sekitar 125 personel setiap hari yang kami terjunkan hanya untuk pengawasan terhadap kawasan ganjil genap," katanya.

Menyoal kamera ETLE, Sambodo menuturkan, ada 12 kamera yang sudah beroperasi penuh khususnya di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin. Kemudian, nanti ada tambahan 45 kamera tahap II yang saat ini sedang diuji coba operasionalnya.

"Dari 45 kamera itu, di antaranya memang ada yang berada pada titik-titik di kawasan ganjil genap. Ada kurang lebih 13 ruas jalan yang sudah ada kamera ETLE tahap II ini. Sehingga tentu pengawasan kita akan semakin lebih baik tidak hanya mengandalkan anggota di lapangan. Apalagi di masa pandemi ini tentu kita harus seminimal mungkin menghindari terjadinya interaksi antara petugas dengan masyarakat. Untuk menghindari adanya penyebaran (Covid-19). Apakah penyebaran dari anggota ke masyarakat atau sebaliknya. Jadi dengan menggunakan kamera ETLE ini tentu sangat efektif di masa seperti ini," jelasnya.

Volume Lalu Lintas Menurun

Sambodo mengungkapkan, penerapan ganjil genap cukup efektif untuk mengatasi kemacetan dan menurunkan volume lalu lintas.

"Perkiraan kami itu bahkan 40-42 persen angkanya. Kalau kita menghitung dari volume arus lalin yang melewati satu titik. Misalnya di Jalan Sudirman-Thamrin itu ada satu titik yang kita lihat. Hari Senin tanggal 26 Juli dibandingkan dengan Senin tanggal 3 Agustus ketika ganjil genap pertama kali (kembali diberlakukan), itu volume lalu lintas turun sampai 42 persen," sebutnya.

"Artinya pemberlakuan ganjil genap di masa pandemi kan ada dua tujuannya, satu mengurai kemacetan dengan menurunkan volume, yang kedua adalah terkait dengan pencegahan penyebaran Covid-19. Dari sisi pengurai kemacetan ini sangat efektif karena kita lihat sampai saat ini antrean nggak ada. Satu kali lampu merah selesai," jelasnya.

Dari sisi transportasi publik, Sambodo mengungkapkan, ada peningkatan penumpang bus Transjakarta pada pelaksanaan ganjil genap dari 313 ribu menjadi 360 ribu per hari atau naik sekitar 6 persen.

"Kenaikan itu masih tertampung oleh kapasitas Transjakarta. Nah nanti kita akan melihat kalau ganjil genap benar-benar diberlakukan dengan penindakan (tilang) apakah perpindahaan dari kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum semakin besar dan tertampung tidak oleh kapasitas angkutan umum yang ada baik Transjakarta maupun MRT," terangnya.

Sambodo menegaskan, kebijakan ini memang tidak bisa berjalan sendirian, harus diikuti dengan shifting jam masuk pulang kantor. "Bisa pembagiannya ganjil genap sesuai kendaraan karyawan, atau pembagiannya antara jam 06.00 sampai 10.00. Ada yang pertama masuk jam 06.00 pulang jam 15.00 sore, shift kedua dia masuk jam 10.00 atau 10.30 setelah masa ganjil genap berlaku nanti pulangnya pukul 18.00. Kan itu bisa, fleksibilitas dari perusahaan atau kantor itu sendiri," tandasnya.

Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, memberlakukan kembali sistem pembatasan kendaraan ganjil-genap, di 25 ruas jalan di Jakarta, mulai Senin (3/8/2020).

Sistem ganjil-genap berlaku bagi kendaraan roda empat -sepeda motor belum- setiap hari kerja (kecuali Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional), pukul 06.00 - 10.00 WIB dan 16.00 - 21.00 WIB. Pelat ganjil boleh beroperasi pada tanggal ganjil, sebaliknya pelat genap pada tanggal genap.

Pelanggar sistem ganjil-genap dapat dikenakan Pasal 287 ayat (1) Undang-undang 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berbunyi, "Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar rambu perintah atau larangan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp. 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dua Karyawan Positif Covid-19, AEON Mal BSD Ditutup Sepekan

Pengelola AEON mal berencana akan melakukan penyemprotan disinfektan dan juga melakukan rapid test kepada karyawan dan tenant mal tersebut.

MEGAPOLITAN | 6 Agustus 2020

Cegah Covid-19, Universitas 17 Agustus Salurkan Ribuan Face Shield

Ribuan face shield yang disalurkan ke sejumlah rumah sakit di DKI Jakarta merupakan buatan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945.

MEGAPOLITAN | 6 Agustus 2020

Eduafair SMAN 8 Jakarta, Studi Tehnik Industri dan Tehnik Informatika Jadi Alternatif Pilihan

Wakil Kepala Sekolah SMAN 8 Jakarta, Teguh Priyanto mengungkapkan, pihak sekolah sangat terbantu dengan kehadiran para alumni.

MEGAPOLITAN | 6 Agustus 2020

Pelaku Usaha Ruko Warung Jambu Harapkan Bantuan Pemkot Bogor

Keberadaan PKL dinilai menganggu aktivitas Ruko di kawasan Warung Jambu, Bogor.

MEGAPOLITAN | 6 Agustus 2020

Gelar Pernikahan di Jakarta Kena Denda?

Pemprov DKI Jakarta akan menjatuhkan sanksi hingga denda ke pengelola gedung yang menjadi tempat sewa resepsi pernikahan.

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020

Sosialisasi Ganjil Genap di DKI Diperpanjang Hingga 9 Agustus

Masyarakat yang belum mengetahui informasi pemberlakuan kembali ganjil genap.

MEGAPOLITAN | 6 Agustus 2020

Operasi Patuh Jaya 2020, Polisi Tilang 34.152 Pelanggar

Sepeda motor merupakan jenis kendaraan yang paling banyak melakukan pelanggaran berjumlah 27.081.

MEGAPOLITAN | 6 Agustus 2020

Ada Warga yang Lebih Takut Satpol PP Dibandingkan Covid-19

Masyarakat perlu memahami, penindakan yang dilakukan Satpol PP semata-mata untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

MEGAPOLITAN | 6 Agustus 2020

Anies Ingatkan Pentingnya Peran PMI di Masa Pandemi Covid-19

Anies menghadiri pelantikan pengurus PMI DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

62.198 Orang Lakukan Pelanggaran Penggunaan Masker Capai di Jakarta

62.198 orang yang melakukan pelanggaran terhadap penggunaan masker hingga 3 Agustus 2020.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS