Ini Alasan DKI Kembali Terapkan Sistem Ganjil Genap
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

Ini Alasan DKI Kembali Terapkan Sistem Ganjil Genap

Minggu, 2 Agustus 2020 | 17:10 WIB
Oleh : Yustinus Paat / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan sistem ganjil genap dalam rangka membatasi mobilitas atau pergerakan orang untuk mengendalikan penyebaran virus corona (Covid-19). Sistem ganjil genap akan mulai diterapkan Senin, 3 Agustus 2020 di 25 ruas jalan di Jakarta pada Pukul 06.00-10.00 WIB dan Pukul 16.00-21.00 WIB.

Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo mengungkapkan sejumlah alasan pihaknya memutuskan penerapan sistem ganjil genap di Ibu Kota negara. Pertama, kata Syafrin, sistem ganjil genap adalah salah satu kebijakan emergency break atau rem darurat ketika kasus Covid-19 melonjak dan munculnya klaster baru seperti klaster perkantoran. Secara yuridis, keberadaan sistem ganjil genap sebagai emergency break telah diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif.

“Jadi salah satunya tentu (karena) meningkatnya beberapa klaster dan hasil evaluasi juga terjadi peningkatan traffic yang signifikan. Oleh sebab itu, berdasarkan Pergub 51/2020 ada dua emergency break, yang pertama dengan ganjil-genap dan yang kedua dengan kembali ke pelaksanaan PSBB. Kita putuskan terapkan sistem ganjil genap,” ujar Syafrin dalam acara sosialisasi kebijakan ganjil genap di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (2/8/2020).

Kedua, menurut Syafrin, sistem ini diterapkan karena pembagian kerja 2 shift dan kapasitas 50 persen karyawan masuk kerja di perkantoran dan tempat usaha tidak efektif dilakukan. Akibatnya, perkantoran dan tempat usaha menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Berdasarkan kajian Pemprov DKI, kata dia, sistem ganjil genap bisa mengefektifkan pembagian kerja 2 shift dan kapasitas 50 persen karena otomatis karyawan yang mempunyai kendaraan dengan nomor plat ganjil, tidak masuk kerja atau berkegiatan pada tanggal genap. Begitu juga sebaliknya.

Pemprov juga berharap, dengan sistem ini, orang bisa beraktivitas dari rumah untuk mencegah terjadinya penumpukan atau keramaian di pusat-pusat kegiatan.

“Kami berharap seluruh perkantoran, seluruh instansi menyesuaikan karyawan masing-masing. Contoh bagi warga yang memiliki kendaraan nomor plat belangkanya angka ganjil maka otomatis yang bersangkutan secara alami meminta ke kantor jadwal kerja dari rumah pada tanggal genap, karena tanggal ganjil ke kantor,” ungkap dia.

Apalagi, kata Syafrin, volume kendaraan di Jakarta sekarang ini sudah kembali normal seperti sebelum terjadinya Covid-19. Bahkan di beberapa titik, volume kendaraannya sudah melampaui kondisi volume kendaraan sebelum terjadinya pandemi virus corona. Dia mencontohkan di area Cipete, sebelum terjadi pandemi Covid-19 (Februari 2020), kondisi lalu lintasnya sekitar 74.000 kendaraan per hari dan saat ini angkanya sudah terlampaui menjadi 75.000 kendaraan per hari.

“Demikian pun halnya di kawasan Senayan, Jalan Sudirman di Senayan, rata-rata volume lalu lintas sebelum pandemi, sekitar 127.000 (kendaraan per hari), tetapi saat ini kondisi ini terlampaui 145.000,” terang dia.

Ketiga, lanjut Syafrin, sistem ganjil genap merupakan instrumen untuk mengendalikan pergerakan atau mobilitas orang di Jakarta. Menurut dia, Pemprov DKI Jakarta sudah tidak memiliki lagi instrumen mengendalikan pergerakan orang pasca surat izin keluar masuk (SIKM) Jakarta tidak diberlakukan lagi pada 14 Juli 2020 lalu.

“Saat ini kebijakan pembatasan lalu lintas dgn sistem ganjil genap menjadi satu instrumen upaya Pemprov DKI melakukan pembatasan orang sehingga warga yang mendapatkan tugas atau mendapatkan shif kerja dari rumah, plat nomor ganjil, tanggal genap, yang bersangkutan tetap di rumah, tidak melakukan pergerakan yang tidak penting,” tandas dia.

Syafrin menegaskan sistem ganjil genap diberlakukan berdasarkan evaluasi dan kajian komprehensif Pemprov DKI atas aktivitas masyarakat selama masa PSBB transisi. Salah satu indikator yang dipakai, kata dia, volume kendaraan tiap hari yang dikaitkan dengan aktivitas masyarakat misalnya di perkantoran atau tempat usaha.

Volume kendaraan justru meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat sehingga perlu kebijakan rem darurat melalui sistem ganjil genap agar mobilitas dan aktivitas masyarakat bisa berkurang. Tujuan akhirnya adalah mengendalikan penyebaran Covid-19.

“Jadi, semua itu tujuan akhirnya menekan laju penambahan dan penyebaran kasus Covid-19 dengan mengendalikan mobilitas warga, sehingga kita mengingatkan warga bahwa jangan melakukan mobilitas untuk kegiatan yang tidak penting. Tetap tinggal di rumah saja, sehingga kita bisa segera mengatasi dan mencegah wabah ini semakin cepat,” pungkas dia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ruas Jalan Ganjil-Genap Harus Terpasang Rambu

Rambu-rambu lalu lintas terkait pelaksanaan kebijakan ganjil-genap harus terpasang, pada 25 ruas jalan yang memberlakukan sistem pembatasan kendaraan itu.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Ganjil Genap Diterapkan, Jam Operasi MRT Diperpanjang

Perubahan kebijakan layanan operasi MRT Jakarta untuk hari kerja mulai pukul 05.00 - 22.00 WIB dan pada akhir pekan mulai pukul 06.00 - 20.00 WIB.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Tawuran Berujung Maut di Bekasi, 1 Pemuda Tewas

GSNB (17) meninggal dunia akibat dibacok pelaku dengan celurit dalam tawuran, di depan Pasar Lama Jalan Raya Hankam, Jati Rahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Polda Metro Berlakukan Lawan Arus di Tol Jakarta-Cikampek

Ditlantas Polda Metro Jaya siang ini sudah memberlakukan contra flow dari KM 65 sampai KM 47 Tol Jakarta-Cikampek.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Bentrok Antarwarga di Kampung Rawabacang Dipicu Masalah Sepele

Bentrok di Kampung Rawabacang Pasar Kecapi, Kota Bekasi, Sabtu (1/8/2020) malam, dipicu mobil yang lewat di gang menyenggol motor yang tengah diparkir.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Tabrak Truk Tronton, Pengemudi Mobil Ambulans Tewas

Mobil ambulans B 1858 SIX terlibat kecelakaan menabrak truk tronton B 9269 TPA, di KM 1.800 Tol Jakarta-Tangerang. Akibatnya, pengemudi ambulans meninggal.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Ike Muti Sampaikan Koreksi, Pemprov DKI Anggap Masalah Selesai

Pemprov DKI Jakarta sendiri melalui Biro Hukum memberikan apresiasi atas koreksi dan permintaan maaf dari Ike Muti.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Ganjil Genap Harus Diikuti Pembagian Jam Kerja dan Perbaikan Kapasitas Angkutan Umum

Kebijakan ganjil genap juga harus diikuti dengan pengaturan masuk-pulang kantor dan perbaikan penambahan kapasitas angkutan umum.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Jadi Rujukan, RS Azra Kota Bogor Kedapatan 10 Orang Positif Covid-19

Azra merupakan salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 sesuai surat keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020

Ganjil Genap Sosialisasi 3 Hari, Setelah Itu Ditindak Tilang

Tetap akan diberhentikan petugas, kemudian akan ditegur, tetapi belum akan ditilang.

MEGAPOLITAN | 2 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS