INDEX

BISNIS-27 450.657 (-3.78)   |   COMPOSITE 5126.33 (-38.44)   |   DBX 964.304 (-2.08)   |   I-GRADE 140.573 (-1.07)   |   IDX30 429.149 (-3.24)   |   IDX80 113.629 (-0.58)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.82)   |   IDXG30 119.586 (-0.94)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.83)   |   IDXQ30 125.935 (-1.5)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.42)   |   IDXV30 106.718 (-0.12)   |   INFOBANK15 842.264 (-7.29)   |   Investor33 375.573 (-2.79)   |   ISSI 150.643 (-0.36)   |   JII 545.954 (0.09)   |   JII70 186.804 (-0.19)   |   KOMPAS100 1025.81 (-7.55)   |   LQ45 790.454 (-5.93)   |   MBX 1419.3 (-11.4)   |   MNC36 282.56 (-3.24)   |   PEFINDO25 281.129 (-2.01)   |   SMInfra18 242.071 (-0.42)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-2.07)   |  

Sebelum Vaksin Ditemukan, Pandemi Covid-19 Masih Terus Berlanjut

Selasa, 22 September 2020 | 18:23 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan bahwa pandemi Covid-19 belum dapat dipastikan kapan akan mencapai puncak. Kasus Covid-19 di Indonesia, kata dia, masih akan terus naik sebelum vaksin ditemukan dan bisa disuntikkan.

Dikatakan pria yang akrab disapa Miko ini, sebelum vaksin bisa ditemukan dan disuntikkan kepada seluruh rakyat di Indonesia, maka kasus Covid-19 masih akan terus merangkak naik.

Vaksin yang diberikan pun belum menjadi jaminan jika masih menimbulkan gejala Covid-19. "Syarat vaksinnya juga harus baik. Yang disuntikkan vaksin menjadi kebal terhadap virus corona. Virus ini tidak akan hilang tapi bisa berkurang dengan adanya vaksin,"ujar Miko yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2020).

Sedangkan data yang dilansir pemerintah pusat setiap harinya, dinilai Miko sudah valid dan benar. Jikapun terdapat perbedaan data makan hal itu menurut Miko adalah hal yang lumrah.

"Kalau ada beda data satu atau dua jam, ya wajar saja. Karena kan ini sistem dan bisa dipantau secara real. Ya, saya menilainya datanya sudah valid,"tutur Miko.

Ditegaskan Miko, puncak Covid-19 tidak dapat diprediksi. Untuk itu, ketimbang mempersoalkan kapan terjadi puncak maka akan lebih baik untuk terus mengedukasi masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan. Agar masyarakat menaati dan patuh menjalani protokol kesehatan.

Dalam setiap hal dan bidang kehidupan sehari-hari, protokol kesehatan harus terus dijalankan dan tidak boleh diabaikan.

"Kita berdoa bersama agar vaksin yang baik dapat segera tersedia dan dapat segera disuntikkan kepada seluruh rakyat di Indonesia," ujar Miko.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Sebaran 4.071 Kasus Baru Covid-19

DKI Jakarta menjadi provinsi terbanyak penyumbang kasus baru Covid-19 sebanyak 1.236.

KESEHATAN | 22 September 2020

117 Dokter Wafat, IDI Minta Fasilitas Layanan Covid-19 Ditambah

Jika tidak, sebagian pasien tidak mendapatkan layanan dan tenaga kesehatan semakin berisiko terpapar Covid-19.

KESEHATAN | 22 September 2020

VitaminDiskon Optimistis Rebut Pasar Online Produk Kesehatan

PT Samudra Retail Indonesia menghadirkan layanan e-commerce di segmen produk kesehatan dan kecantikan dengan nama VitaminDiskon.

KESEHATAN | 22 September 2020

Pasien Isolasi Mandiri Tower 4 dan 5 Wisma Altet Berkurang 112 Orang

Saat ini jumlah pasien di tower 4 dan 5 berjumlah 1.664 orang.

KESEHATAN | 22 September 2020

Aido Health Bantu Tingkatkan Komunikasi Dokter dan Pasien

Aido Health berharap para tenaga medis mendapatkan pengetahuan mengenai tata cara komunikasi yang efektif di dunia serba digital ini.

KESEHATAN | 22 September 2020

PPNI: Ribuan Perawat Terinfeksi Covid-19

Satgas Penanganan Covid-19 akan melakukan tes PCR gratis kepada para tenaga kesehatan di Jabodetabek.

KESEHATAN | 22 September 2020

BPPT Rintis Teknologi Paspor Kesehatan Bebas Covid-19

Aplikasi paspor kesehatan ini akan diketahui seseorang tersebut pernah rapid test di mana, tanggal berapa, dan status kesehatan seperti apa.

KESEHATAN | 21 September 2020

Perluas Penelusuran, Kemkes Ajak Masyarakat Kerja Sama

Pemerintah terus meningkatkan kapasitas pemeriksaan untuk menemukan lebih banyak kasus positif Covid-19.

KESEHATAN | 21 September 2020

Pekan Ketiga September Pasien Sembuh Lebih dari 72 Persen

Sejak Maret hingga pekan ketiga September 2020, jumlah pasien sembuh dari Covid-19 mencapai 180.797 orang.

KESEHATAN | 21 September 2020

Satgas Covid-19 Sebut Lebih dari 72 Persen Pasien Sembuh

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro mengatakan jumlah pasien sembuh saat ini per 21 September 2020 mencapai 180.797 orang.

KESEHATAN | 21 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS