Robertus Gunawan: GRC Menunjang Pengembangan Bisnis, Terutama Perbankan
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Robertus Gunawan: GRC Menunjang Pengembangan Bisnis, Terutama Perbankan

Rabu, 22 Juli 2020 | 10:20 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Praktisi sekaligus akademisi, Robertus Maria Bambang Gunawan menjelaskan bahwa, Good Governance, Risk Management, and Compliance sangat menunjang dalam pengembangan bisnis, terlebih di bisnis perbankan sehingga nantinya mencapai target yang ditetapkan.

“Tata Kelola, Manajemen Risiko dan Kepatuhan atau GRC adalah ketentuan induk yang menaungi pendekatan organisasi melintasi ketiga bidang ini. Dengan keterkaitan yang erat, kegiatan tata kelola, risiko dan kepatuhan semakin terintergasi dan selaras sampai batas tertentu untuk menghindari konflik, tumpang tindih yang berlebihan dan kesenjangan,” jelas lulusan S3 Doktor Ilmu Manajemen Universitas Airlangga Surabaya, Rabu (22/7/2020).

Lebih lanjut Robertus menyampaikan bahwa, GRC biasanya mencakup kegiatan seperti tata kelola perusahaan, manajemen risiko perusahaan (ERM) dan kepatuhan perusahaan terhadap hukum peraturan yang berlaku.

“Tata Kelola, Manajemen Risiko dan Kepatuhan (GRC) adalah tiga pilar yang bekerja sama untuk tujuan meyakinkan bahwa organisasi memenuhi tujuannya. Tata kelola adalah kombinasi dari proses yang ditetapkan dan dijalankan oleh dewan direksi yang tercermin dalam struktur organisasi dan bagaimana ia dikelola dan dibawa menuju pencapaian tujuan,” paparnya.

Sedangkan manajemen risiko memrediksi dan mengelola risiko yang dapat menghambat organisasi untuk mencapai tujuannya. Kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur perusahaan, peraturan perundang-undangan, tata kelola yang kuat dan efisien dianggap sebagai kunci untuk kesuksesan organisasi.

“Dalam momentum penerapan manajemen risiko terintegrasi dan tata kelola terintegrasi, pelaksanaan GRC sudah merupakan solusi dan kebutuhan mendesak konglomerasi industri keuangan nasional, dalam mencapai compliance atas aturan OJK. Sebagian besar induk perusahaan ini adalah bank dengan anak perusahaan yaitu bank, sekuritas, multifinance, dan asuransi,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, meningkatkan kesehatan industri keuangan dan kompetisi konglomerasi industri keuangan perlu disusun arsitektur governance, risk, compliance (GRC) yang terintegrasi bagi industri jasa keuangan nasional ke dalam suatu framework (kerangka kerja) yang komprehensif.

“Langkah demikian untuk mencapai efisiensi pekerjaan dan biaya untuk menghindari duplikasi proses assurance yang dilakukan dalam tata kelola, manajemen risiko, audit internal, kepatuhan, pengendalian dan komite audit yang mampu memitigasi risiko, baik risiko internal maupun eksternal hingga tingkat minimal. Hal itu untuk mendorong terciptanya konglomerasi industri keuangan yang sehat dan stabil sehingga memberikan rasa kepercayaan kepada masyarakat (konsumen) dan seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Mensesneg: Komite Penanganan Covid-19 Integrasikan Kesehatan dan Ekonomi

Konsep tersebut mengintegrasikan upaya penanganan kesehatan dan perekonomian secara seimbang dan terintegrasi.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Awal Sesi, Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Asia

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.605 - Rp 14.635 per dolar AS.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Awali Perdagangan, IHSG di Teritori Positif

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan naik 16,3 poin (0,33 persen) menjadi 5.131.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Harga Minyak Melemah di Perdagangan Asia

Patokan internasional minyak berjangka Brent turun 0,95 persen menjadi US$ 43,89 per barel.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Asuransi Cakrawala Pasarkan Produknya Lewat Aplikasi Akulaku

PT Asuransi Cakrawala dan Akulaku berkolaborasi menghadirkan akses terhadap asuransi yang lebih mudah dijangkau melalui aplikasi.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Bursa Asia Melempem Saat Eropa Capai Kesepakatan Stimulus

Nikkei 225 Jepang melemah 0,25 persen.

EKONOMI | 22 Juli 2020

IHSG Akan Lanjutkan Penguatan, Ini Saham yang Bisa Dipilih

Secara teknikal IHSG perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 5.071 - 5.155.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Dow Menguat 150 Poin Didorong Saham Perbankan

JPMorgan Chase naik 2,2 persen, dan Bank of America menguat 3,6 persen.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Harga Emas Menguat karena Paket Stimulus Eropa

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik US$ 26,5 atau 1,46 persen menjadi US$ 1.843,90 per ounce.

EKONOMI | 22 Juli 2020

Wall Street Menguat Berkat Laporan Keuangan IBM dan Coca-Cola

Dow Jones Industrial Average naik 1,2 persen di awal perdagangan, disusul indeks S&P 500 yang naik 0,6 persen dan Nasdaq yang melemah 0,3 persen.

EKONOMI | 21 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS