Presiden: Pemerintah Rancang Klaster Besar Riset dan Inovasi
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Presiden: Pemerintah Rancang Klaster Besar Riset dan Inovasi

Senin, 25 November 2019 | 15:55 WIB
Oleh : YUD

Busan, Beritasatu.com- Presiden Joko Widodo dalam pertemuan dengan para ilmuwan dan peneliti Indonesia di Busan, Korea Selatan mengatakan saat ini pemerintah baru menata riset dan inovasi.

"Kita tidak ingin pikiran kita itu semuanya kita kerjakan, dan enggak ada hasilnya semuanya. Jadi pemerintah sekarang ini ingin bekerjanya fokus, gampang dikontrol, dicek, diawasi, sehingga tidak semuanya. Memang ini kita baru menata untuk riset dan inovasi," kata Presiden Jokowi saat bertemu 22 ilmuwan dan peneliti Indonesia di Hotel Lotte, Busan, Korea Selatan, Senin (25/11/2019).

Kepala Negara mengatakan dengan berpindahnya Ibu Kota negara ke Kalimantan Timur, pemerintah akan merancang sebuah klaster besar untuk riset dan inovasi, di samping klaster pemerintahan dan klaster pendidikan yang memuat universitas-universitas kelas dunia.

"Saya enggak tahu nanti perisetnya ada berapa puluh ribu, tapi saya ingin gede banget karena memang sudah kita siapkan lahan di ibu kota yang baru dan kita ingin kalau sudah masuk ke sana artinya memang harus dibelokkan. Yang dulu anggarannya banyak ke infrastruktur akan mulai digeser masuk ke riset dan inovasi," jelasnya.

Jokowi juga mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah berfokus untuk menyelesaikan satu per satu pekerjaan besar di Indonesia.

Setelah berfokus pada pembangunan infrastruktur pada lima tahun ke belakang, kini pemerintah akan berfokus pada pembangunan sumber daya manusia pada lima tahun berikutnya.

Presiden berharap, setelah pembangunan SDM, pemerintah akan mulai berfokus pada pengembangan riset dan inovasi secara besar-besaran.

Presiden ada pertemuan dengan para peneliti yang dilaksanakan di sela menghadiri KTT Republik of Korea (ROK)-ASEAN, memberikan kesempatan kepada para peneliti yang hadir untuk memberikan masukan.

Gregorius Rionugroho Harvianto, salah seorang ilmuwan yang hadir, menyampaikan tiga gagasan untuk pembenahan riset dan inovasi di Indonesia.

Pertama, usulan pembentukan Universitas Riset Indonesia dengan mencontoh Korea Selatan ada University of Science & Technology (UST) yang berfokus merekrut lulusan S-1 untuk kemudian ditempatkan di lembaga-lembaga riset.

"Indonesia butuh Universitas Riset Indonesia karena kita butuh menambah jumlah peneliti Indonesia dalam waktu relatif singkat. UST menghasilkan lulusan dengan impact factor yang besar, tiap lulusan menghasilkan 2 paten dan 2 paper. Dana LPDP cukup besar, justru lebih baik dananya diputar di dalam negeri, untuk riset di dalam negerinya dibandingkan ke luar negeri," jelas Rio.

Selain itu, ia juga mengusulkan perlunya percepatan riset dan inovasi di industri, bukan hanya di lingkungan kampus.

Ketiga, ia mengusulkan revolusi konsep triple helix untuk sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Presiden Joko Widodo pun menanggapi usulan-usulan tersebut dengan baik. Menurut Jokowi, apa yang disampaikan para peneliti tersebut merupakan masukan-masukan segar yang bisa menginspirasi pemerintah dalam mengembangkan rumah besar riset Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional.

"Ini memang baru awal karena memang mimpi kita semua yang namanya balai penelitian, lembaga-lembaga penelitian dan riset kita, semuanya masuk ke dalam rumah besar itu. Karena sekarang kan berdiri sendiri-sendiri," kata Presiden.

Meskipun anggaran riset Indonesia belum sebanyak Korea Selatan yang mencapai 4,62 persen dari GDP-nya, tapi menurut Kepala Negara, anggaran riset Indonesia sudah banyak secara nominal. Anggaran tersebut tersebar di beberapa kementerian dan lembaga.

"Saya lihat kementerian ada R p800 miliar, ada Rp 700 miliar, setelah saya gabungkan semuanya angkanya itu Rp 26 triliun. Menurut saya itu angka gede banget, meskipun belum segede 4,62 persen dari GDP," jelasnya.

"Tapi kalau yang Rp 26 triliun ini sudah benar, jalannya sudah benar, hasilnya juga ada, yang saya tagih hasilnya. Kalau benar sudah berhasil, sudah bagus, dan betul-betul bermanfaat untuk rakyat, untuk industri, untuk desa, untuk petani, nelayan, ya baru.. Kita memang belum masuk ke sana," tambahnya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut, antara lain, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Film “Human In Oil” Beri Perspektif Humanis Kelapa Sawit Indonesia di Eropa

Docsfair, rumah produksi asal Belanda, telah meluncurkan film berjudul “Human in Oil". Film tersebut mengangkat bagaimana kelapa sawit mengubah kehidupan

DUNIA | 25 November 2019

Presiden Jokowi Hadiri ASEAN-RoK CEO Summit

Presiden juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-ini di Busan, Korea Selatan, pada Senin (25/11/2019).

DUNIA | 25 November 2019

Polisi Malaysia Sebut Video WNI Dirampok Tidak Terkait Sepakbola

Korban Fuad Naji, kehilangan paspor dan uangnya dalam insiden tersebut.

DUNIA | 24 November 2019

Indonesia Anggota Dewan Biosfer Dunia UNESCO

Pada kelompok negara-negara Asia Pasifik, Indonesia terpilih bersama tiga negara lain, yaitu Kazakhstan, Maldives, dan Republik Korea.

DUNIA | 24 November 2019

Presiden Xi: Kami Tak Takut Melawan

Tiongkok menyatakan sangat ingin mencapai kesepakatan perdagangan awal dengan Amerika Serikat (AS). Meskipun demikian, Tiongkok tidak takut untuk melawan jika diperlukan.

DUNIA | 23 November 2019

PBB: Lebih 10 Juta WN Afghanistan Derita Rawan Pangan Akut

Sekitar 10,23 juta orang di Afghanistan menderita "kerawanan pangan akut yang parah”.

DUNIA | 23 November 2019

Paus : Teknologi dan Globalisasi Bahayakan Kaum Muda

Teknologi dan globalisasi membahayakan kaum muda di seluruh dunia. Dua hal itu menyamaratakan keunikan dan individualitas budaya kaum muda.

DUNIA | 23 November 2019

Komik Pertama Marvel Catat Rekor Lelang

Buku komik pertama yang diproduksi oleh Marvel, penerbit terkenal AS di belakang Spider-Man, X-Men dan The Avengers telah dijual dalam lelang pada Kamis (21/11).

DUNIA | 23 November 2019

Australia dan Belanda Bongkar Sindikat Ekstasi

Operasi gabungan kepolisian Belanda-Australia membongkar jaringan sindikat penyelundupan ekstasi.

DUNIA | 23 November 2019

Rumah Hitler Akan Dijadikan Kantor Polisi Austria

Rumah tempat Adolf Hitler dilahirkan akan diubah menjadi kantor polisi Austria.

DUNIA | 23 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS