Riset: Orang Indonesia Punya Kebiasaan Tidur yang Buruk

Riset: Orang Indonesia Punya Kebiasaan Tidur yang Buruk
Farriek Tawfik, Direktur Asia Tenggara Princess Cruises (kanan).
Irawati D Astuti / IDS Rabu, 11 September 2019 | 10:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Salah satu perusahaan pelayaran terbesar dan terkemuka di dunia, Princess Cruises, bekerja sama dengan badan riset Wakefield Research, merilis riset tahunan kedua Relaxation Survey untuk Indonesia.

Dalam riset itu disebutkan, orang Indonesia sangat mengalami tekanan stres di mana 82% peserta riset mengemukakan bahwa mereka kesulitan tidur. Mereka mengaku memiliki kemungkinan untuk membawa beban pikiran berlebihan ketika liburan. Tren ini terus berlanjut dari tahun lalu di mana angka tercatat setinggi 83%.

Kebiasaan tidur buruk tidak teratasi dengan liburan. Kondisi tidur tidak cukup adalah masalah umum karena 1 dari 3 orang Indonesia tidak mendapatkan tidur cukup. Kebiasaan sebelum tidur dapat menjadi salah satu penyebab, karena sekitar 16% minum air panas berkafein (kopi) sebelum tidur, sehingga mengganggu kepulasan tidur.

Dokter spesialis tidur terkemuka dunia, dr Michael Breus mengatakan, riset ini menggarisbawahi pentingnya membiasakan diri untuk tidur nyenyak setiap malam, terlebih lagi ketika liburan.

“Tidur adalah kegiatan sensori penting bagi keseluruhan panca indera. Tidur memampukan tubuh untuk pulih dari ketegangan mental dan fisik. Kurangnya pengelolaan stres menjadi penyebab utama sulit tidur. Dengan begitu banyaknya orang Indonesia kesulitan tidur nyenyak ketika liburan, salah satu solusinya adalah dengan terus menjaga kebiasaan tidur sehari-hari. Berolah raga tidak boleh berhenti walaupun sedang berlibur. Dan mematuhi jam tidur secara konsisten akan memberikan tidur lelap,” jelas dr Breus dalam siaran pers yang diterima SP, Rabu (11/9).

Dalam riset itu juga disebutkan, orang-orang sering menggunakan rutinitas yang memberi isyarat kepada tubuh mereka bahwa sudah waktu untuk tidur. Banyak yang memilih camilan atau minuman. Survei menemukan bahwa makanan sebelum tidur yang paling umum untuk orang Indonesia adalah produk dairy, seperti susu (43%), diikuti oleh sesuatu yang manis seperti kue kering atau kue basah (27%), dan minuman panas tanpa kafein (24%).

Tahun lalu, dr Breus mengunjungi Jakarta untuk meluncurkan Princess Luxury Bed yang ia kembangkan bersama dengan Princess Cruises. Lebih dari 45.000 ranjang mewah ini sekarang ada di lebih dari 22.000 kamar kabin di 17 kapal pesiar mewah Princess Cruises. Selain itu, bagi mereka yang tinggal di kamar suite, para tamu disediakan perlengkapan tidur bernama Sleep Kit yang terdiri dari barang-barang yang mendukung kondisi tidur pulas, seperti kabut linen, produk mandi beraroma teduh, peneduh mata, serta buklet saran tidur lelap.

“Para tamu Indonesia dapat merasakan pengalaman tidur pulas di ranjang mewah Princess Luxury Bed di atas kapal pesiar mewah Princess Sapphire yang akan berbasis di Singapura mulai dari bulan Desember 2019 hingga Maret 2020. Pengalaman tidur pulas ini juga bisa dinikmati di mana pun di dunia dengan kapal pesiar Princess baik di Jepang, Australia, Eropa, Kepulauan Karibia, Amerika Serikat dan Kanada. Pengalaman tidur lelap di ranjang mewah kami semakin akan mendorong pengalaman tidur malam nyenyak sehingga Anda sebagai turis menjadi semakin segar untuk kegiatan hari berikutnya," ungkap Direktur Asia Tenggara Princess Cruises, Farriek Tawfik.



Sumber: Suara Pembaruan