Wisman Capai 9,3 Juta Selama Januari-Juli 2019

Wisman Capai 9,3 Juta Selama Januari-Juli 2019
Sejumlah wisatawan berada di pinggiran pantai kawasan wisata Mandalika yang dikelola oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. ( Foto: Antara Foto / Ahmad Subaidi )
Primus Dorimulu / HA Rabu, 4 September 2019 | 22:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Selama Januari-Juli 2019, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang mengunjungi Indonesia mencapai 9,3 juta, hanya naik 2,6% dari periode yang sama tahun 2018. Jika tidak ada program khusus, jumlah turis yang datang ke Indonesia tahun 2019 relatif sama dengan tahun 2019 yang mencapai 15,8 juta. Target wisman 20 juta tidak akan tercapai.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Selasa (3/9/2019), kunjungan wisman tahun 2018 sebanyak 15,8 juta, naik dari 14 juta tahun 2017. Target pemerintah untuk mendatangkan 20 juta wisman tahun 2019 kemungkinan besar tidak tercapai. Pada periode yang sama 2018, Januari-Juli, kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 9 juta.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam berbagai kesempatan mengatakan, target wisman 20 juta tahun 2019 minimal 90% tercapai. Ia mengasumsikan setiap bulan rata-rata kedatangan turis 1,5 juta atau 18 juta setahun. Namun, melihat kinerja pariwisata selama beberapa tahun terakhir, kemungkinan besar jumlah wisman tahun ini hanya sekitar 16 juta.

Jumlah wisatawan mancanegara periode 2017-2019 (ribu)
Sumber: BPS

Selama 2019, wisman terbesar berasal dari Malaysia. Peringkat kedua dan seterusnya adalah Tiongkok, Singapura, Australia, dan Timor Leste. Pada Juli 2019, turis asal Malaysia yang ke Indonesia sebanyak 240.545, hanya naik 37.640 dari bulan yang sama tahun 2018. Wisman asal Tiongkok yang pada Juli 2018 berada di peringkat pertama dengan jumlah turis 226.024, pada Juli tahun ini turun menjadi 193.849.

Yang menarik, Timor Leste tercatat sebagai negara kelima terbesar dengan 163.336 turis pada Juli 2018. Pada Juli 2019, turis asal Timor Leste sebanyak 108.625 orang.

Sumber: BPS

Berdasarkan kawasan, Asean menyumbang wisman terbesar. Pada Januari-Juli 2019, pelancong asal Asean sebanyak 3.6 juta, naik 17,6% dari periode yang sama 2018. Peringkat kedua adalah negara-negara Asia di luar Asean, yang pada tujuh bulan pertama 2019 mengontribusi 3 juta wisman. Peringkat selanjutnya adalah turis asal Timur Tengah, Eropa, Oceania, dan Amerika.

Sumber: BPS

Pesawat Udara
Sekitar 70% wisman datang ke Indonesia lewat pesawat udara. Pada Juli 2019, sekitar 66% dari 1,48 juta turis turis datang lewat pesawat udara. Selebihnya, 21% kapal laut, dan 13% jalan darat. Perjalanan darat terbanyak adalah turis asal Timor Leste.

Sedang pintu masuk terbesar untuk wisman adalah Bandara Ngurah Rai. Pada Juli 2019, wisman yang datang lewat Ngurah Rai 604.000 orang. Peringkat kedua adalah Bandara Soekarno-Hatta 268.000 orang, ketiga Batam 148.000 orang, dan keempat Tanjung Ujan 49.000 orang. Turis asal Timor Leste yang masuk lewat Atambua, jalan darat, mencapai 9.000 orang.

Sumber: BPS



Sumber: BeritaSatu.com