Wanita Mengalami Risiko Depresi Dua Kali Lipat
INDEX

BISNIS-27 510.733 (-1.34)   |   COMPOSITE 5813.99 (8.96)   |   DBX 1076.27 (11.92)   |   I-GRADE 169.305 (0.55)   |   IDX30 499.8 (-0.92)   |   IDX80 132.38 (-0.32)   |   IDXBUMN20 374.254 (2.01)   |   IDXG30 135.455 (0.05)   |   IDXHIDIV20 450.5 (-0.98)   |   IDXQ30 146.053 (-0.34)   |   IDXSMC-COM 250.881 (1.17)   |   IDXSMC-LIQ 309.077 (0.27)   |   IDXV30 131.098 (-0.19)   |   INFOBANK15 988.482 (5.02)   |   Investor33 429.242 (-0.7)   |   ISSI 170.543 (-0.37)   |   JII 620.021 (-3.74)   |   JII70 214.017 (-1.07)   |   KOMPAS100 1185.8 (-0.19)   |   LQ45 922.358 (-1.18)   |   MBX 1613.53 (0.24)   |   MNC36 321.576 (-0.73)   |   PEFINDO25 321.335 (-2.97)   |   SMInfra18 295.407 (1.45)   |   SRI-KEHATI 367.139 (-0.28)   |  

Wanita Mengalami Risiko Depresi Dua Kali Lipat

Rabu, 11 September 2019 | 16:41 WIB
Oleh : Winda Ayu Larasati / WIN

Jakarta, Beritasatu.com - Depresi dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. Namun, perempuan diyakini dapat mengalami risiko depresi dua kali lipat daripada laki-laki. Hal yang dapat meningkatkan risiko depresi tersebut yakni perubahan hormonal pada wanita.

Perempuan yang mengalami depresi dan gejala mulai dari rasa sedih, kehilangan minat dan semangat melakukan kegiatan yang menyenangkan dapat memicu keinginan bunuh diri. Beratnya keluhan tergantung dengan tingkat depresi yang terjadi.

Alasan biologis

Perubahan hormonal seperti estrogen dan progesteron mempengaruhi sistem saraf yang berhubungan dengan suasana hati.

Meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental, termasuk depresi. Perubahan kadar hormon pada perempuan terjadi ketika menstruasi, hamil, keguguran, melahirkan dan menopause.

Alasan psikologis

Wanita mengalami fase kehidupan yang dapat mempengaruhi kondisi psikis dari mulai pendidikan, karir, menikah, memiliki anak dan membesarkan anak.

Wanita memiliki cara yang unik saat menghadapi masalah dengan mempertimbangkan dan memikirkan berbagai hal dan kemungkinan, serta lebih melibatkan perasaan saat berada suatu hubungan baik dengan teman, kerabat, dan pasangan.

Beragam tahapan kehidupan serta cara merespon keadaan mempengaruhi kesehatan mental lebih mengalami depresi.

Alasan sosial dan budaya

Budaya di masyarakat yang menilai wanita harus memiliki sikap lembut, dapat mengasuh dan mendidik, serta harus peka dengan orang lain. Penilaian dan budaya tersebut rentan menjadikan wanita mendefinisikan dirinya melalui pendapat orang lain. Hal itu dapat mempengaruhi kesehatan mentalnya. Tidak heran, jika wanita lebih mengalami stress.

Tidak hanya itu, tuntutan wanita yang harus bisa berperan ganda juga mempengaruhi diri sendiri. Seperti takut direndahkan bila hanya menjadi istri dan ibu rumah tangga, namun di sisi lain dituntut bertanggung jawab atas segala urusan rumah tangga.

Peran ganda yang dilakukan jika tidak ada dukungan dari pasangan dan keluarga dapat memicu rasa lelah, jenuh, stres bahkan depresi.

Depresi yang tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Bahkan pada tingkat yang berat, depresi dapat mengancam nyawa penderitanya.

Untuk itu, pertolongan dapat dimulai dari hal sederhana seperti mulai menghargai diri sendiri, melakukan hal yang menyenangkan, mengelola stres dengan cara positif, menerapkan pola hidup sehat hingga meminta bantuan psikolog dan psikiater. Hal tersebut agar kesehatan mental bisa terpantau baik.



Sumber:Alodokter.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Setop Menyalahkan Diri Sendiri Jika Anda Tengah Menghadapi Masalah

Tidak sedikit dari kita yang menyalahkan diri sendiri saat dilanda suatu masalah.

KESEHATAN | 11 September 2019

Permintaan Produk Organik Meningkat 54%

Selain isu lingkungan, konsumen memilih produk organik karena keinginan yang kuat untuk hidup lebih sehat.

KESEHATAN | 11 September 2019

Bahan Baku 14 Obat Akan Diproduksi di Dalam Negeri

Untuk mencapai target impor turun hingga 15% di tahun 2021, pemerintah melakukan berbagai upaya. Di antaranya adalah menyederhanakan proses perizinan.

KESEHATAN | 11 September 2019

Kemkes Targetkan Impor Bahan Baku Obat Turun 15%

Saat ini, 72% industri yang beroperasi di Indonesia adalah industri lokal. Namun, bahan baku yang dipakai 95% masih diimpor dari negeri lain.

KESEHATAN | 11 September 2019

Nutricia Indonesia Foundation Kirim Dokter Spesialis Anak ke Belanda

NIF secara berkesinambungan terus berperan aktif memberikan berbagai dukungan untuk meningkatkan kualitas dan layanan kesehatan anak-anak di Indonesia.

KESEHATAN | 10 September 2019

Lentera Anak Apresiasi Djarum Kurangi Branding di Lokasi Audisi

Jika Djarum memang tulus ikhlas melakukan pembibitan olahraga, Djarum dapat terus melanjutkan kegiatan dengan menghilangkan semua brand image.

KESEHATAN | 10 September 2019

5 Korban Tewas, Pemerintah AS Rilis Bahaya Vaping

AS tengah menyelidiki lebih dari 450 kasus penyakit yang diduga terkait vaping di 33 negara bagian.

KESEHATAN | 10 September 2019

Cordlife Perluas Edukasi Skrining Awal Kehamilan

Hingga saat ini tercatat ada 11.000 tali pusat yang disimpan di Cordlife.

KESEHATAN | 9 September 2019

Dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Kondisi Habibie Membaik

Kementerian Sekretariat Negara menyebutkan kondisi kesehatan Presiden ke-3 BJ Habibie membaik.

KESEHATAN | 9 September 2019

Pentingnya Menjaga Kesehatan Pencernaan Anak

Dengan memiliki saluran pencernaan yang sehat, maka penyerapan gizi dan kekebalan tubuh anak akan lebih baik, sehingga anak tidak mudah terkena penyakit.

NASIONAL | 9 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS