DWS: Mulailah Menanam demi Masa Depan Manusia
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

DWS: Mulailah Menanam demi Masa Depan Manusia

Minggu, 26 Juli 2020 | 19:04 WIB
Oleh : Willy Masaharu / WM


Sleman, Beritasatu.com - Politisi Partai Gerindra Danang Wicaksana Sulistya (DWS) mengingatkan bumi adalah rumah bersama bagi manusia karena dari sinilah sumber kehidupan dan sumber kebutuhan hidup berawal sehingga merawat bumi melalui memelihara lingkungan hidup adalah sangat penting dan strategis demi masa depan generasi berikut.

Oleh karenanya, menanam pohon ataupun tidak membuang sampah di tempat sembarangan, sebagai contoh, merupakan langkah kecil yang dapat dilakukan oleh siapa saja.

Pernyataan itu ditegaskan DWS saat menanam sejumlah pohon beringin (ficus benjamina) di puncak Bukit 76, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta, Minggu (26/7).

DWS menambahkan, jika masing-masing penduduk menanam di sekitar daerah pemukimannya niscaya bumi akan memberikan kehidupan yang lebih baik kepada manusia karena ikut memeliharanya.

"Selain untuk menahan erosi, perakaran beringin menurut beberapa sumber yang saya baca mampu mengikat air. Sehingga diharapkan turut serta dalam upaya mengkonservasi sumber air di Sleman. Yang kita lakukan adalah demi masa depan generasi Indonesia. Mulailah menanam agar bumi juga memberikan kehidupan bagi masyarakat Indonesia mendatang," kata DWS.

Mengenakan kaos bertuliskan "Merapi tak pernah ingkar janji", politisi muda ini menegaskan, vitalnya fungsi pepohonan untuk kelangsungan hidup masyarakat yang bermukim di lereng Merapi. Menurut DWS, upaya penanaman harus terus dilakukan karena dirinya kerap mendapatkan keluhan petani sekitar yang mengadu kesulitan mendapatkan air. Diingatkan kembali bahwa menanam itu tidak hanya untuk yang sekarang tetapi terlebih demi masa depan yang lebih baik.

DWS mengatakan, tahun ini, Indonesia memikul tanggungjawab untuk merealisasikan angka kontribusi nasional penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KHLK) pada bulan Februari silam memastikan, Indonesia tidak mengubah target penurunan angka emisi sebesar 29 persen. Bahkan, target yang tercantum dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) itu akan dinaikkan hingga 41 persen pada tahun 2030.

Andil Masyarakat

Kepada sejumlah pemuda yang turut dalam kegiatan penanaman, DWS mengajak untuk terus menggali kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan. Menurut dia, pemerintah tidak dapat dibiarkan melakukan upaya-upaya pelestarian sendiri tanpa andil masyarakat. Karena, meskipun angka target penurunan emisi itu merupakan komitmen yang diserahkan Negara kepada Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFCCC), kontribusi rakyat tetaplah penentu kesuksesannya.

"Tugas kita sebagai warga Negara salah satunya mendukung upaya pemerintah, caranya bisa dengan ikut menanam di lokasi-lokasi kritis seperti ini. Apalagi ini sangat terkait masa depan lingkungan bagi anak cucu kita kelak," ungkap DWS.

Terkait air, DWS mengaku telah memberikan perhatian lebih. Data-data warga yang mulai kehilangan sumber air sejauh ini terus dikumpulkannya dari berbagai laporan warga. Saat ini yang bisa dia lakukan hanya berusaha ambil bagian dalam menghijaukan daerah tangkapan air yang rusak oleh berbagai sebab.

DWS enggan menyalahkan kondisi lingkungan saat ini. Menurut dia, semua tinggal niat dan cara bagaimana mencari jalan keluar bersama. Jika dilakukan dengan pendekatan yang baik dan dialog, DWS yakin banyak kegiatan ekonomi dapat dilakukan selaras dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup.

"Ya intinya, kita lakukan dari hal paling kecil, paling deka,t dan paling cepat yang kita bisa. Ikut tanam pohon misalnya," tutur DWS.

Seusai menanam, DWS menitipkan pohon-pohon beringin itu kepada para pemuda sekitar untuk dijaga dan dirawat. Rendy Patria, salah seorang pemuda yang turut dalam penanaman mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada DWS.

Rendy menyadari bahwa kerusakan alam akan memunculkan berbagai pandemi yang mengancam kehidupan manusia. Disadari Randy pemuda seusianya yang sering disebut sebagai generasi milenial perlu diajak untuk memahami, memelihara lingkungan hidup karena ini sesuatu yang nyata dan bukan maya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pimpinan DPR Harus Konsisten Larang Sidang di Masa Reses

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lusius Karus meminta pimpinan DPR agar konsisten melarang sidang di masa reses.

POLITIK | 28 Juli 2020

Komjak Minta Keterangan Aspri Eks Menpora Soal Aliran Uang ke Mantan Jampidsus

Komisi Kejaksaan (Komjak) tengah mendalami pernyataan Miftahul Ulum mengenai aliran dana kepada eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman.

POLITIK | 28 Juli 2020

Defisit Diperlebar 5,2 Persen di RAPBN 2021, Ini Tanggapan PDIP

PDIP bisa memahami sikap Pemerintah yang akan menaikkan defisit anggaran dalam RAPBN) 2021 menjadi 5,2 persen dari sebelumnya 4,7 persen terhadap PDB

POLITIK | 28 Juli 2020

Pemerintah Diimbau Beri Kuota Internet untuk Anak Sekolah

Pemerintah diminta memberikan kuota internet gratis kepada anak sekolah agar proses pembelajaran jarak jauh bisa terjamin.

POLITIK | 28 Juli 2020

DPR Akan Gelar Rapim Bahas Djoko Tjandra

Pimpinan DPR RI akan segera menggelar Rapim untuk membahas penyelesaian polemik antara Komisi III DPR dengan Wakil Ketua DPR terkait Djoko Tjandra.

POLITIK | 28 Juli 2020

Presiden Jokowi: Indonesia Butuh Kerja Cepat Pulihkan Ekonomi

Jokowi menegaskan bahwa membutuhkan kerja cepat untuk memulihkan pertumbuhan ekonomi yang terpuruk akibat pandemi virus corona.

POLITIK | 28 Juli 2020

Peristiwa “Kudatuli” Disebut Membunuh Demokrasi

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menegaskan kerusuhan 27 Juli 1996 atau Kudatuli telah membunuh demokrasi.

POLITIK | 28 Juli 2020

Tak Sekadar Tabur Bunga, PDIP Desak Ungkap Dalang "Kudatuli"

PDI Perjuangan meminta dalang kerusuhan 27 Juli 1996 atau Kudatuli dapat diungkap.

POLITIK | 28 Juli 2020

Kemdagri: Pilkada Serentak Gerakkan Perekonomian Daerah

Kemdagri menegaskan, semua daerah penyelenggara Pilkada menyatakan kesiapan.

POLITIK | 27 Juli 2020

Revisi UU Pemilu Dinilai Belum Sentuh Masalah Keadilan Pemilu

Masalah keadilan pemilu menjadi salah satu isu penting yang harus dibahas.

POLITIK | 27 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS