Virus Covid-19 Tak Pandang Usia, Lebih Aman Work From Home
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Virus Covid-19 Tak Pandang Usia, Lebih Aman Work From Home

Kamis, 14 Mei 2020 | 13:58 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota DPR dari Fraksi Nasdem, Fauzi Amro, meminta agar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk menghentikan kebijakan pelonggaran transportasi serta rencana mengizinkan penduduk usia hingga 45 tahun untuk bisa bekerja.

Menurut Fauzi, kebijakan mengizinkan masyarakat berusia 45 tahun ke bawah bekerja kembali adalah sebuah hal yang aneh.

"Karena kebijakan tersebut tidak sesuai dengan protokol WHO mengenai pencegahan Covid-19, padahal hal utama yang harus dilakukan adalah menghindari berkerumun," kata Fauzi Amro, Kamis (14/5/2020).

Menurut dia, seharusnya Gugus Tugas berkaca kepada kejadian di beberapa negara dimana kembali terjadi gelombang kedua penularan virus Covid-19 setelah aktivitas ekonomi kembali dibuka. Artinya, sebaiknya pemerintah tak menegosiasikan keselamatan para pekerja.

Sesuai anjuran WHO, kata Fauzi, keselamatan kesehatan warga harus diutamakan. Dikotomi usia 45 tahun ke bawah dan 45 tahun ke atas juga tak bisa menjadi jaminan bahwa virus Covid-19 takkan terus menyebar.

"Tak ada yang menjamin usia muda bakal bebas terpapar dari corona, karena virus tak memandang usia. Anak muda pun bisa rentan kena virus corona karena tidak menerapkan pola hidup sehat," katanya.

Dia lebih setuju jika Pemerintah justru memantapkan regulasi soal bekerja dari rumah atau work from home (WFH). "Jadi sementara ini, kita lebih aman bekerja dari rumah," imbuh Anggota Komisi XI DPR itu.

Dia juga menyesalkan adanya kecenderungan kebijakan yang berubah-ubah. Menurutnya, sudah tepat ketika Pemerintah mengajukan pelarangan mudik lebaran dan pembatasan moda transportasi. Masalahnya, belakangan Kementerian Perhubungan justru melonggarkan kebijakan transportasi, termasuk penerbangan yang kembali dibolehkan.

"Ini kan sama dengan mempercepat penyebaran virus corona menyebar ke seluruh Indonesia," kata dia.

Menurut dia, lebih baik pemerintah memastikan bahwa virus corona benar-benar hilang terlebih dahulu sebelum membolehkan warga beraktivitas kembali.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

PPP: Tinjau Ulang Rencana Pelonggaran Aktivitas

Achmad Baidowi mengingatkan pemerintah bahwa penderita corona paling banyak justru di usia 45 tahun ke bawah.

POLITIK | 14 Mei 2020

Penolak Kenaikan Iuran BPJS Punya Sejarah Sebagai Haters Jokowi

Keputusan Pemerintah mengeluarkan Perpres 64/2020 tentang kenaikan iuran peserta BPJS Kesehatan mulai 1 Juli 2020 ditolak oleh sejumlah legislator

POLITIK | 14 Mei 2020

Komisi VI Apresiasi Terobosan Menteri BUMN Soal Produksi Alkes Lokal

Komisi VI mengapresiasi upaya yang dilakukan Menteri BUMN meningkatkan produksi alkes serta obat-obatan dalam negeri.

POLITIK | 14 Mei 2020

Wacana Kembali Bekerja, ASN Tetap Work From Home

Wacana warga berusia 45 tahun ke bawah kembali bekerja belum diatur dalam keputusan. Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap work from home (WFH).

POLITIK | 13 Mei 2020

Ketua MPR Ingatkan Kepala Daerah Kunci Suksesnya PP 23/2020

Berhasil tidaknya pelaksanaan PSBB, sangat tergantung dengan kinerja para kepala daerah.

POLITIK | 13 Mei 2020

ASN Diberikan Izin Perjalanan Dinas dengan Syarat Tertentu

"Empat hal yang dipenuhi yaitu surat tugas dari kantor, hasil tes negatif Covid-19, identitas, dan melaporkan rencana berangkat dan kembali," ujar Tjahjo.

POLITIK | 13 Mei 2020

MPR: Antisipasi Lonjakan Covid-19, Persiapkan Fasilitas Kesehatan

pemerintah pusat dan daerah diminta bersinergi untuk mempersiapkan fasilitas kesehatan di daerah untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 pasca Lebaran

POLITIK | 13 Mei 2020

Petinggi Komisi IX DPR Pahami Rencana Pemerintah Longgarkan Izin untuk Pekerja

Komisi IX DPR dapat memahami kebijakan itu.

POLITIK | 12 Mei 2020

Anggota DPR Tolak Rencana KSKK Gunakan Bank Himbara sebagai Penjaga Likuiditas

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dinilai miskin ide dalam mencari solusi untuk menjaga likuiditas pada masa pandemi Covid-19.

POLITIK | 11 Mei 2020

Komisi HAM ASEAN Desak Investigasi Komprehensif Kasus ABK

Wakil Indonesia di HAM Antar-Pemerintah ASEAN, Yuyun Wahyuningrum, menyatakan keprihatinan atas kematian empat ABK Indnesia.

POLITIK | 12 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS