Peringatan Sumpah Pemuda, Peradi Pergerakan Terbentuk
INDEX

BISNIS-27 503.6 (0.97)   |   COMPOSITE 5652.76 (22.07)   |   DBX 1032.04 (1.71)   |   I-GRADE 164.451 (0.59)   |   IDX30 490.95 (1.17)   |   IDX80 128.766 (0.48)   |   IDXBUMN20 358.484 (2.15)   |   IDXG30 133.521 (0.33)   |   IDXHIDIV20 437.723 (1.25)   |   IDXQ30 142.408 (0.42)   |   IDXSMC-COM 239.978 (1.54)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (1.68)   |   IDXV30 120.747 (1.44)   |   INFOBANK15 969.323 (0.63)   |   Investor33 424.184 (0.89)   |   ISSI 165.497 (0.87)   |   JII 607.992 (2.49)   |   JII70 207.954 (1.18)   |   KOMPAS100 1151.81 (3.85)   |   LQ45 901.663 (2.32)   |   MBX 1571.94 (6.65)   |   MNC36 316.426 (0.66)   |   PEFINDO25 300.975 (5.44)   |   SMInfra18 283.853 (0.65)   |   SRI-KEHATI 362.321 (0.99)   |  

Peringatan Sumpah Pemuda, Peradi Pergerakan Terbentuk

Kamis, 29 Oktober 2020 | 20:40 WIB
Oleh : Willy Masaharu / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda Ke-92, Organisasi Advokat (AO) Persaudaraan Penasihat Hukum Indonesia yang selanjutnya disebut Peradi Pergerakan dibentuk. Menandai pembentukan, diserahkan Pataka Pergerakan kepada Ketua Umum Terpilih Sugeng Teguh Santoso oleh advokat senior Hermawi Taslim yang mewakili para pendiri di Gedong Joeang, Menteng, Jakarta, Rabu (28/10).

Dalam keterangan yang diterima, Sugeng Teguh Santoso menegaskan, komunitas advokat, komunitas keahlian hukum mandiri,menjalankan fungsi negara dalam penegakan hukum yang independen (independent state organ). Komunitas yang dinyatakan sebagai penegak hukum berdasarkan UU 18/2003 tentang Advokat. Dalam konteks ini, advokat harus diterima resmi sejajar dengan penegak hukum lainnya yakni hakim, jaksa dan polisi.

"Namun, harapan itu masih jauh panggang dari api. Status advokat sebagai penegak hukum adalah yuridis, namun secara fakta tidak. Oleh karena itu, visi dan misi UU 18/2003 harus diwujudkan. Cara mewujudkannya adalah dengan kinerja serta membangun kehormatan dan wibawa profesi. Kita semua memahami bahwa upaya ini tidak akan jatuh dari langit seperti mimpi. bagaikan mimpi," jelas Sugeng Teguh Santoso, dalam sambutan pelantikan struktur kepengurusan Peradi Pergerakan sesaat setelah penyerahan Pataka Peradi Pergerakan

Sugeng menyadari sebagai ketua umum, dirinya mempunyai tugas untuk mewujudkan kesederajatan hak sebagai penegak hukum sebagaimana yang diamanatkan undang-undang. Ia juga memahami bahwa kesejajaran penegak hukum tidak sama yang berdampak pada komunitas advokat belum memiliki wibawa dan kehormatan di antara penegak hukum lainnya.

"Komunitas advokat direndahkan, dianggap hanya pelengkap penderita dan itu karena perilaku kita sebagai advokat yang merendahkan martabat profesi semata-mata karena pertimbangan ekonomi. Advokat juga tidak berada dalam ruang hampa yang teralienasi dengan lingkungannya berasal. Ia ada bersama-sama dan di tengah masyarakat bangsa yang dijadikan objek perlindungan oleh negara sebagai amanat konstitusi,” kata Sugeng




Advokat Harus Peka
Dalam konteks ini, jelasnya,, martabat dan kehormatan advokat ada di masyarakat. Sebagai konsekuensinya adalah, organisasi advokat harus peka pada amanat penderitaan rakyat khususnya bagi masyarakat yang tidak mampu. Digarisbawahi, Pasal 22 UU Advokat bukan pajangan semata, pasal itu harus diwujudkan dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Sebagai tindak lanjut adalah, dalam perspektif tugas advokat, menegakkan keeadilan, kebenaran dan hukum advokat dan organisasi advokat (OA) harus diawali dengan memahami politik hukum dalam penyususunan peraturan tersebut UU.

“Advokat harus faham apakah UU sebagai perwujudan politik hukum telah memenuhi prinsip-prinsip konstitusi? Atau menyimpang dr konstitusi? Setiap advokat harus memahami bahwa, dalam prinsip negara hukum ada 3 (tiga) hal penting setidaknya harus ada yakni demokrasi, peradilan yang bebas dan hak asasi manusia (HAM),” kata Ketua Umum Peradi Pergerakan ini.
Latar belakang pembentukan OA Persaudaraan Penasihat Hukum Indonesia (Peradi Pergerakan) untuk menegaskan bahwa mereka berada pada posisi membantu pemerintah menegakkan prinsip negara hukum; mewujudkan demokrasi, mendorong dan menjaga peradilan yang bebas dan melindungi hak asasi warga negara sesuai pasal 3a Kode Etik Advokat, " jelasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

DPT 4 Daerah Pilkada Serentak di Banten 3,3 Juta

KPU Provinsi Banten merilis jumlah DPT di empat daerah yang menggelar Pilkada serentak di Provinsi Banten mencapai sebanyak 3.310.563 jiwa.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Tutup YORFest 2020, Jokowi: Jadi Petani Itu Mulia

Menurut Presiden, pertanian organik adalah pertanian masa depan, peluangnya masih sangat besar.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Polisi Bongkar Pembuat Uang Palsu Senilai Rp 600 Juta di Bandung

Uang palsu senilai Rp 600 juta belum sempat diedarkan dan diserahkan ke pemesan, karena pelakunya keburu tertangkap.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Situasi Geopolitik Papua Dipengaruhi Isu Berakhirnya Dana Otsus

Situasi geopolitik di Papua saat ini juga banyak dipengaruhi isu hangat berakhirnya jangka waktu penerimaan dana dalam rangka otonomi khusus.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Pengguna Tol Semarang Jalani Rapid Test Secara Acak

Tes cepat dilakukan di dua titik, yakni di gerbang Tol Kalikangkung dan area istirahat KM 05 Semarang.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Satgas Covid-19 Sumut Perketat Protokol Kesehatan di Lokasi Wisata

Edy Rahmayadi menilai, lokasi wisata berpotensi menimbulkan klaster baru penyebaran virus corona.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Konflik Bersenjata di Papua Tidak Disebabkan Faktor Tunggal

Terdapat kepentingan praktis di balik meningkatnya eskalasi konflik bersenjata di Papua.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Banten Tak Berikan Sanksi Bagi Warga Tolak Vaksinasi Covid-19

Pemprov Banten belum membuat Perda yang mengatur sanksi bagi warga yang menolak vaksinasi Covid-19.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Libur Panjang, Okupansi Hotel di Samosir Capai 90%

Kawasan Danau Toba ramai dikunjungi wisatawan yang menikmati masa liburan panjang.

NASIONAL | 29 Oktober 2020

Terseret Arus, Dua Anggota TNI AU Tewas di Biak

Dua personel TNI AU Lanud Manuhua, Biak Numfor tewas tenggelam setelah terseret arus di Pantai Sawado.

NASIONAL | 29 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS