KPK Dalami Temuan Anggaran Pembangunan Daerah Sebesar Rp 252 Triliun
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

KPK Dalami Temuan Anggaran Pembangunan Daerah Sebesar Rp 252 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2020 | 19:31 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan mendalami temuan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian adanya dugaan anggaran daerah sebesar Rp 252 triliun yang sengaja diendapkan di bank dalam bentuk deposito.

Sebelumnya, Tito mengungkap anggaran daerah sebesar Rp 252,78 triliun yang disimpan di bank dalam bentuk deposito itu merupakan gabungan anggaran dari provinsi dan kabupaten/kota.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengatakan, lembaga antikorupsi akan menggali data dan informasi terkait pernyataan Tito. Dari pendalaman tersebut, KPK akan menentukan ada atau tidaknya dugaan tindak pidana terkait temuan tersebut.

"KPK lebih dahulu menggali data, mengumpulkan info dari Kemdagri tersebut, kemudian mengumpulkan data dan keterangan. Baru lebih lanjut KPK akan menentukan sikap apakah akan melakukan proses penyelidikan atau tidak," kata Ghufron, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Menurutnya, praktik menyimpan uang tersebut dapat menjadi tindak pidana, jika para kepala daerah sengaja menempatkan uang di bank agar bunganya mengalir ke pihak-pihak tertentu.

"Kalau sengaja, artinya ada kesengajaan bahwa parkir saja Pak Bupati Pak Gubernur supaya kemudian nanti bisa berbagi keuntungan, itu masuk bagian dari tindak pidana korupsi," katanya.

Sementara, jika uang tersebut sengaja disimpan di bank, karena tidak bisa digunakan di tengah kondisi pandemi Covid-19, tidak ada unsur pidana. Namun, bisa jadi ada tindak pidana jika ada pihak-pihak yang memanfaatkan keuntungan dari bunga simpanan tersebut.

"Dia (kepala daerah) tidak sadar keuntungan atau bunganya ternyaata dimanfaatkan oleh pengusaha tertentu, berarti sesungguhnya yang sedang memanfaatkan itu yang salah, bukan bupati atau gubernurnya," katanya.

Namun, Ghufron mengaku belum dapat menanggapi terlalu jauh temuan tersebut. Hal ini lantaran KPK perlu mendalami temuan itu terlebih dahulu.

"Tapi itu semua kami belum bisa melakukan apa pun. Ini masih perspektif normatif saja. Kami belum mendalami bagaimana motifnya, kenapa disimpan seperti itu, kami belum memiliki data. Nanti kami akan mencoba mendalaminya," katanya.

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian mengungkap adanya anggaran daerah sebesar Rp 252,78 triliun yang disimpan di bank dalam bentuk deposito. Dana yang tersimpan ini merupakan gabungan anggaran dari provinsi dan kabupaten/kota. Praktik penyimpanam dana di bank diduga menjadi penyebab serapan anggaran daerah masih rendah. Belanja yang terealisasi untuk tingkat provinsi dan kabupaten/kota rata-rata tidak lebih dari 55 persen.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Klaster Bank di Bantul, 9 Orang Positif Covid-19

Bermula dari satu orang karyawan di sebuah bank swasta di Kabupaten Bantul yang positif Covid-19, akhirnya sembilan orang juga positif.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Libur Panjang, Pemprov Jateng Pantau Obyek Wisata

Ada enam wilayah yang menjadi perhatian di antaranya, seputar Bandungan an Dusun Semilir, Belik, Owabong, Dieng. Gunung Sikunir dan Candi Arjuna.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Jual Senjata ke KKB, Satu Oknum Anggota Brimob Ditangkap

Selain mengamankan dua terduga pelaku berinisial Bripka JH dan DC, tim gabungan pun menyita dua senjata laras panjang.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Survei Kemhub: Mayoritas Tidak Ingin Bepergian Saat Libur Panjang

Dari 23% responden yang menjawab akan melakukan perjalanan saat libur panjang nanti, mayoritas ingin pulang kampung.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Puluhan Anggota DPRD Kota Kupang Jalani Rapid Test

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya hasil yang reaktif Covid-19.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Jaksa Minta Hakim Tolak Nota Keberatan Brigjen Prasetijo

JPU meminta Majelis Hakim untuk menolak eksepsi penasihat hukum Brigjen Prasetijo Utomo terkait dakwaan pembuatan surat jalan palsu

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Stimulus PSC, AP I Berharap Penumpang Pesawat Meningkat

Sejak Januari hingga Agustus 2020, Bandara YIA tercatat telah melayani 398.833 penumpang sedangkan Bandara Adisutjipto 1.423.223 penumpang.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Libur Panjang, Pemprov DIY Wajibkan Wisatawan Akses Jogja Pass

Wisatawan yang datang dari luar daerah Yogyakarta harus mengunduh aplikasi Jogja Pass sebagai tanda pengenal digital.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Yulia Diduga Dihabisi karena Utang Bisnis Ayam

Warga Kampung Gambuhan, Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon Solo, itu ditemukan dalam kondisi tewas di dalam jok mobil bagian belakang pada Selasa.

NASIONAL | 23 Oktober 2020

Diberhentikan Sebagai Dirjen P2P, Achmad Yurianto Kini Jabat Staf Ahli Menkes

Kini Yurianto menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi.

NASIONAL | 23 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS