Perguruan Tinggi Diminta Ciptakan Peneliti dan Inovator
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Perguruan Tinggi Diminta Ciptakan Peneliti dan Inovator

Rabu, 23 September 2020 | 11:23 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta perguruan tinggi (PT), baik swasta maupun negeri, di Indonesia melaksanakan tugasnya untuk menciptakan peneliti dan inovator. Posisi Indonesia sangat rendah, di Asia Tenggara hanya mampu unggul dari Kamboja.

Menurut Wapres, inovasi berkontribusi besar terhadap pembangunan sebuah negara. Dalam laporan Global Innovation Index (GII) 2020, negara-negara dengan skor inovasi yang tinggi cenderung memiliki PDB per kapita lebih tinggi.
Namun, sebagaimana tercatat dalam laporan GII tersebut, pada 2018 dan 2019, peringkat Indonesia tidak bergeser dari posisi 85 dari 130 negara di dunia. Atau posisi kedua terendah di Asia setelah Kamboja.

"Oleh karena itu, untuk mengejar ketertinggalan, bangsa Indonesia terutama lembaga pendidikan tinggi, perlu memacu inovasi lebih jauh lagi," kata Wapres Ma’ruf Amin saat membuka acara Dies Natalis ke 55 Universitas Lampung (Unila) melalui konferensi video, Rabu (23/9/2020).

"Kondisi tersebut tentu harus menjadi perhatian kita semua terutama lembaga pendidikan tinggi, termasuk Unila yang bertugas mencetak peneliti, kreator, dan inovator dalam berbagai bidang," tegas Wakil Presiden.

Wapres mengungkapkan, Indonesia mempunyai alokasi anggaran lebih besar dalam bidang riset dan pengembangan dibandingkan Vietnam. Namun, jumlah sumber daya peneliti Indonesia hanya 89 orang per 1 juta penduduk. Sedangkan Vietnam, memiliki jumlah peneliti 673 per 1 juta penduduk.

Di samping itu, alokasi anggaran riset dan pengembangan Indonesia terbesar berasal dari pemerintah yaitu 40%, dan sisanya dari swasta. Sedangkan alokasi anggaran riset dan pengembangan Vietnam terbesar justru dari sektor industri swasta yaitu 52% dan sisanya dari pemerintah.

Wapres mencontohkan, perusahaan Apple yang berkedudukan di California, Amerika Serikat (AS), yang memanfaatkan inovasi sebagai sumber daya terbesar.

Dijelaskannya, Apple berhasil menjadi perusahaan AS yang berhasil mencapai valuasi US$ 2 triliun pada Agustus 2020 lalu. Ketika dunia mengalami krisis parah sebagai dampak dari pandemi Covid-19, Apple justru berkembang pesat.

Boston Consulting Group (BCG) pun memberikan predikat Apple sebagai perusahaan yang paling inovatif di dunia mengalahkan Google, Microsoft, dan Samsung.

"Contoh di atas seyogyanya menjadi dorongan bagi kita, bangsa Indonesia, terutama lembaga pendidikan tinggi untuk menjadikan inovasi sebagai basis utama," imbau Wapres.

"Mengambil contoh perusahaan Apple tadi, kita dapat menyimpulkan bahwa inovasi jauh lebih bernilai dibanding dengan sumber daya alam lain. Sumber daya dapat habis, tapi inovasi tidak terbatas," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wapres menyatakan, sinergisitas juga menjadi kunci keberhasilan dalam melakukan upaya pembangunan dengan sumber daya yang terbatas, kondisi geografis yang sangat luas dan jumlah penduduk yang sangat besar.

"Karena itu sinergi perlu terus didorong baik antara kementerian/lembaga pusat dan daerah, sinergi antara pemerintah dan masyarakat, sinergi antara lembaga pendidikan,” ucapnya.

Selain inovasi dan sinergisitas, Wapres mencermati, daya saing SDM juga perlu menjadi perhatian, dimana hal ini erat kaitannya dengan produktivitas nasional.

Berdasarkan data Asian Productivity Organization (APO) dalam Asian Productivity Data Book 2018, posisi produktivitas per pekerja Indonesia berada peringkat ke-4 dari 8 negara Asia yang tergabung dalam organisasi tersebut.

Oleh karena itu, Wapres menilai, di era persaingan dagang yang semakin kompetitif, Indonesia harus mampu meningkatkan produktivitasnya. Baik melalui peningkatan kualitas pengetahuan dan keterampilan SDM, pemanfaatan teknologi yang tepat guna, inovasi serta iklim usaha yang lebih baik.

Wapres pun berharap Unila dapat semakin dewasa dan mampu menjalankan peran perguruan tinggi sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Unila diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, termasuk kualitas SDM serta kapasitas ekonomi umat dengan tujuan membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Peran ini sangat penting karena persoalan mendasar yang saat ini kita hadapi adalah kualitas sumber daya manusia,” kata Wapres.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

UU Pers Dinilai Perlu Direvisi

Pasal 7 ayat 1 UU Pers menjadi salah satu pasal yang perlu dikaji ulang

NASIONAL | 23 September 2020

Perhumas Siap Gelar Konvensi Nasional Humas Virtual

Perhumas akan menggelar Konvensi Nasional Humas 2020 padda 4-5 Desember mendatang dengan tujuan mendorong peran humas yang lebih strategis.

NASIONAL | 23 September 2020

Nama Burhanuddin dan Hatta Ali Disebut dalam Dakwaan Pinangki

Nama Burhanuddin dan Hatta Ali tercantum dalam rencana aksi untuk mengurus fatwa ke Mahkamah Agung agar Djoko Tjandra tak dieksekusi jika kembali ke Indonesia

NASIONAL | 23 September 2020

Sahroni Apresiasi Maklumat Kapolri

Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan maklumat tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

NASIONAL | 23 September 2020

ICW Sebut Ada 4 Hal yang "Hilang" di Dakwaan Jaksa Pinangki

Indonesia Corruption Watch (ICW) meragukan kelengkapan berkas perkara Pinangki.

NASIONAL | 23 September 2020

Disinformasi Covid-19 Tidak Hanya Terjadi di Indonesia

Sedikitnya 3.500 kesalahan dan informasi menyesatkan dari 70 negara dalam 40 bahasa selama musim pandemi Covid-19.

NASIONAL | 23 September 2020

Bawaslu Jateng Tunggu Regulasi Pelanggaran Protokol Kesehatan pada Pilkada

Bawaslu Jawa Tengah masih menunggu regulasi terkait penindakan atau sanksi tegas kepada paslon melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

NASIONAL | 23 September 2020

Komisi VIII DPR Doakan Menteri Agama Pulih dari Covid-19

Komisi VIII DPR mendoakan agar Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi segera pulih dari Covid-19.

NASIONAL | 23 September 2020

PWI Kecam Aksi Doxing Terhadap Jurnalis

Ketua PWI menyayangkan aksi para buzzer dan influencer yang menyerang media arus utama (mainstream).

NASIONAL | 23 September 2020

Akhirnya, Hadi Pranoto Jalani Pemeriksaan Lanjutan

Hadi Pranoto memenuhi panggilan dan menjalani pemeriksaan lanjutan pada Rabu (23/9/2020) siang setelah dalam dua pemanggilan sebelumnya tidak hadir.

NASIONAL | 23 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS