ICW Sepakat dengan Dewas yang Soroti Persoalan di Kedeputian Penindakan KPK
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

ICW Sepakat dengan Dewas yang Soroti Persoalan di Kedeputian Penindakan KPK

Selasa, 28 April 2020 | 19:55 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) sepakat dengan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) yang menemukan 18 persoalan di Internal KPK yang mayoritas terdapat di Kedeputian Penindakan. ICW mengakui terdapat sejumlah persoalan yang terjadi di Kedeputian Penindakan KPK saat ini.

"Pada dasarnya sependapat jika Dewan Pengawas menyoroti sektor penindakan yang ada di KPK pada era kepemimpinan Firli Bahuri," kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangan pers, Selasa (28/4/2020).

Terkait OTT terhadap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, misalnya, ICW menilai terdapat sejumlah kejanggalan yang dilakukan KPK, seperti kegagalan Lembaga Antikorupsi menyegel kantor DPP PDIP.

Pimpinan KPK juga tidak mampu menjelaskan kejadian yang terjadi di PTIK saat tim Satgas yang mengejar caleg PDIP Harun Masiku justru diperiksa hingga dites urine oleh polisi yang sedang bertugas di lokasi. Kontroversi lainnya mengenai simpang siur keberadaan Harun Masiku yang hingga kini masih buron.

"Sampai saat ini kantor DPP PDIP tidak kunjung digeledah oleh KPK. Padahal kasusnya sudah masuk di ranah penyidikan," katanya.

Di sisi lain, KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri Cs hingga kini tak menyentuh kasus-kasus besar yang sebelumnya menjadi perhatian KPK, seperti kasus korupsi SKL BLBI, bailout Bank Century, hingga kasus korupsi proyek e-KTP. ICW juga menyoroti mengenai polemik penyidik KPK, Kompol Rossa yang yang 'dipaksa' keluar dari institusi KPK.

"Sebab Pimpinan KPK tidak mampu menjelaskan alasan yang masuk akal terkait dengan hal tersebut. Terlebih lagi, Kompol Rossa merupakan salah satu penyidik yang menangani kasus tangkap tangan Komisioner KPU dan melibatkan salah satu mantan calon anggota legislastif asal PDIP, Harun Masiku. Sehingga kebijakan itu patut untuk dipertanyakan," katanya.

ICW juga meminta Dewas KPK mengevaluasi niat Pimpinan KPK dalam memburu para buronan. Perburuan terhadal Harun Masiku misalnya, terhitung sudah lebih dari empat bulan. Dengan waktu yang demikian panjang, tak keliru jika kemudian publik memiliki persepsi KPK tidak berniat untuk menangkap Harun Masiku.

"Hal lain lagi ketika KPK melakukan seleksi jabatan struktural di sektor penindakan. Praktis proses ini dilakukan secara tertutup dan kental nuansa konflik kepentingan. Poin ini penting juga untuk disorot oleh Dewan Pengawas," katanya.

Dengan berbagai persoalan itu, Kurnia mengatakan, KPK di era kepemimpinan Firli Bahuri Cs telah mengalami kemunduran yang luar biasa.

Untuk itu, ICW meminta Dewas menegur keras pimpinan KPK yang dinilai telah gagal membawa lembaga antikorupsi menjadi lebih baik.

"Dewan Pengawas seharusnya dapat memberikan teguran, bahkan sanksi, kepada Pimpinan KPK karena gagal membawa institusi anti rasuah ini menjadi yang lebih baik di mata masyarakat," tegasnya.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

KPK 'Pajang Tersangka', Eks Pimpinan: 4 Periode Tak Pernah Terjadi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar konferensi pers penetapan tersangka terhadap Ketua DPRD Muara Enim Aries HB dan Plt Kadis PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi, pada Senin (27/4/2020).

NASIONAL | 28 April 2020

Hadapi Covid-19, Kepedulian Sosial Harus Terus Ditumbuhkan

PSBB akan efektif dalam mencegah Covid-19, bila masyarakat patuh dan melaksanakan aturan itu.

NASIONAL | 28 April 2020

Hanya 8% Guru yang Paham Gawai untuk Pembelajaran Daring

Berdasarkan survei kepada 602 guru di 14 provinsi ditemukan fakta hanya 8% guru yang mengerti memakai gawai untuk belajar daring.

NASIONAL | 28 April 2020

Per Hari Ini 10 Orang di DIY Positif Covid-19

Pasien Covid-19 di Yogyakarta bertambah tajam Selasa.

NASIONAL | 28 April 2020

Pustaka Bergerak Perkuat Aksi Pencegahan Covid-19

Mereka pun langsung bergerak melakukan edukasi dan pengukuran suhu tubuh.

NASIONAL | 28 April 2020

INACA Imbau Semua Pihak Patuhi Pengendalian Transportasi Selama Mudik

INACA mengimbau agar semua pihak bisa menghormati proses yang sedang dilakukan Kemhub dan BNPB tersebut dalam menyusun formulasi penerapan Permenhub 25/2020.

NASIONAL | 28 April 2020

MK Minta Din Syamsuddin dan Amien Rais Perbaiki Gugatan Uji Materi Perppu Corona

Amien Rais dan Din Syamsudin diminta MK perbaiki materi gugatan.

NASIONAL | 28 April 2020

Cegah Covid-19, Petugas Usir Warga dari Lokasi Penguburan Wali Kota Tanjungpinang

Guna mencegah penularan virus corona (Covid-19), puluhan orang warga yang berada di dalam lokasi Taman Makam Pahlawan diusir petugas kepolisian dan TNI.

NASIONAL | 28 April 2020

Pasar Salatiga, Pionir Pasar Physical Distancing di Saat Covid-19

Konsep seperti di Pasar Salatiga, akan ditiru oleh Pasar Bintoro Demak. Diharapkan pasar-pasar lain di Jateng bisa meniru.

NASIONAL | 28 April 2020

Tiga Pelaku Pembunuhan di Pasar Panorama Dibekuk Polres Bengkulu

Polres Bengkulu tangkap pelaku pembunuhan.

NASIONAL | 28 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS