KPK 'Pajang Tersangka', Eks Pimpinan: 4 Periode Tak Pernah Terjadi
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

KPK 'Pajang Tersangka', Eks Pimpinan: 4 Periode Tak Pernah Terjadi

Selasa, 28 April 2020 | 20:23 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar konferensi pers penetapan tersangka terhadap Ketua DPRD Muara Enim Aries HB dan Plt Kadis PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi, pada Senin (27/4/2020).

Tak seperti biasanya, dalam konferensi pers itu, KPK 'memajang' punggung kedua tersangka sebagai latar saat Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata yang didampingi Plt Jubir KPK Ali Fikri dan Deputi Penindakan KPK Karyoto menyampaikan kronologis perkara hingga penangkapan kedua tersangka. Padahal, selama ini, konferensi pers yang digelar KPK hanya menampilkan barang bukti suatu perkara korupsi.

Mantan Komisioner KPK, Laode M Syarif mengakui, sepanjang empat periode kepemimpinan KPK sebelumnya, tidak pernah KPK memajang tersangka saat konferensi pers.

Syarif mengakui hal tersebut umumnya sering dilakukan Kepolisian, bukan KPK.

"Selama empat periode tidak pernah terjadi. Yang saya tau hal yang seperti itu sering dilakukan di Polri," kata Syarif saat dikonfirmasi awak media, Selasa (28/4/2020).

Dikonfirmasi terpisah, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, wajar munculnya gaya baru KPK dengan memajang tersangka saat konferensi pers yang merupakan kebiasaan Polri. Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari Ketua KPK saat ini, Firli Bahuri yang belum mundur dari Korps Bhayangkara.

"Jadi, wajar saja kebiasaan-kebiasaan lama yang bersangkutan masih dibawa-bawa ke KPK. Ini sekaligus menggambarkan bahwa Firli Bahuri belum memahami sepenuhnya kebiasaan-kebiasaan yang ada di KPK itu sendiri," kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana.

Kurnia menegaskan, konferensi pers dengan cara 'memajang' tersangka bukanlah kebiasaan lembaga antikorupsi.

"Namun hal itu dapat dimaklumi, sebab, pimpinan KPK saat ini memang selalu ingin terlihat beda dari rezim-rezim sebelumnya," ujarnya.

Kurnia menilai, KPK era sekarang minim prestasi dan kerap bertindak kontroversial. Padahal, kata Kurnia, ketimbang 'memajang' tersangka, publik akan berbangga jika Firli Bahuri Cs membongkar kasus-kasus korupsi besar, atau menangkappara buronan seperti yang dilakukan era sebelumnya.

"Publik akan bangga ke KPK jika Firli Bahuri dapat menangkap Harun Masiku, Sjamsul Nursalim, Itjih Nursalim, melanjutkan kasus bailout Bank Century, dan menuntaskan kasus pengadaan KTP-Elektronik. Namun, melihat pola kerja pimpinan KPK saat ini rasanya keinginan publik itu tidak akan pernah terealisasi," tegas Kurnia.

Kepastian Hukum

Sementara, Firli Bahuri menjelaskan alasannya pihaknya menunjukkan tersangka saat konferensi. Dikatakan, tujuan penegakan hukum antara lain memberikan kepastian hukum, dan KPK harus hadir memberikan kepastian hukum.

Menurutnya, dihadirkannya tersangka saat konferensi pers merupakan cara KPK menimbulkan rasa keadilan di masyarakat.

"Kita harus memberikan keadilan dan juga kemanfaatan bagi masyarakat. Dengan menghadirkan para tersangka saat konferensi pers diharapkan menimbulkan rasa keadilan karena masyarakat melihat, oh tersangkanya ada dan melihat perlakuan yang sama kepada semua tersangka. Jadi prinsip equality before the law sudah dihadirkan," katanya.

Di sisi lain, Firli mengatakan, dengan kepastian penegakan hukum, pihaknya berhadap akan menumbuhkan kepercayaan publik. Selain itu, Firli mengatakan menghadirkan tersangka saat konferensi pers diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat dari buruk menjadi baik.

"Juga memberikan efek jera kepada masyarakat supaya tidak melakukan korupsi. Masyarakat harus tenang, tidak boleh dibuat was-was apalagi gaduh," katanya.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Hadapi Covid-19, Kepedulian Sosial Harus Terus Ditumbuhkan

PSBB akan efektif dalam mencegah Covid-19, bila masyarakat patuh dan melaksanakan aturan itu.

NASIONAL | 28 April 2020

Hanya 8% Guru yang Paham Gawai untuk Pembelajaran Daring

Berdasarkan survei kepada 602 guru di 14 provinsi ditemukan fakta hanya 8% guru yang mengerti memakai gawai untuk belajar daring.

NASIONAL | 28 April 2020

Per Hari Ini 10 Orang di DIY Positif Covid-19

Pasien Covid-19 di Yogyakarta bertambah tajam Selasa.

NASIONAL | 28 April 2020

Pustaka Bergerak Perkuat Aksi Pencegahan Covid-19

Mereka pun langsung bergerak melakukan edukasi dan pengukuran suhu tubuh.

NASIONAL | 28 April 2020

INACA Imbau Semua Pihak Patuhi Pengendalian Transportasi Selama Mudik

INACA mengimbau agar semua pihak bisa menghormati proses yang sedang dilakukan Kemhub dan BNPB tersebut dalam menyusun formulasi penerapan Permenhub 25/2020.

NASIONAL | 28 April 2020

MK Minta Din Syamsuddin dan Amien Rais Perbaiki Gugatan Uji Materi Perppu Corona

Amien Rais dan Din Syamsudin diminta MK perbaiki materi gugatan.

NASIONAL | 28 April 2020

Cegah Covid-19, Petugas Usir Warga dari Lokasi Penguburan Wali Kota Tanjungpinang

Guna mencegah penularan virus corona (Covid-19), puluhan orang warga yang berada di dalam lokasi Taman Makam Pahlawan diusir petugas kepolisian dan TNI.

NASIONAL | 28 April 2020

Pasar Salatiga, Pionir Pasar Physical Distancing di Saat Covid-19

Konsep seperti di Pasar Salatiga, akan ditiru oleh Pasar Bintoro Demak. Diharapkan pasar-pasar lain di Jateng bisa meniru.

NASIONAL | 28 April 2020

Tiga Pelaku Pembunuhan di Pasar Panorama Dibekuk Polres Bengkulu

Polres Bengkulu tangkap pelaku pembunuhan.

NASIONAL | 28 April 2020

Hukuman Romahurmuziy Dipotong, KPK Ajukan Kasasi

Kasasi itu telah didaftarkan Jaksa Penuntut KPK ke Mahkamah Agung (MA) pada Senin (27/4/2020) kemarin.

NASIONAL | 28 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS