Penghentian 36 Penyelidikan, Pimpinan KPK Tak Lapor ke Dewas
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Penghentian 36 Penyelidikan, Pimpinan KPK Tak Lapor ke Dewas

Jumat, 21 Februari 2020 | 18:29 WIB
Oleh : Fana Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak melaporkan ke Dewan Pengawas (Dewas) mengenai dihentikannya 36 penyelidikan.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan, penghentian penyelidikan merupakan kewenangan pimpinan.

"(Dilaporkan ke Dewas) Enggak lah. Ini keputusan pimpinan," kata Alex, sapaan Alexander Marwata, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Alex mengklaim penghentian 36 penyelidikan ini berdasarkan mekanisme dan aturan perundang-undangan yang berlaku. Penghentian ini pun, klaim Alex, melalui gelar perkara yang dilakukan Kedeputian Penindakan yang melibatkan tim penyelidik.

"Saya kira di Deputi Penindakan sudah (gelar perkara). Jadi, seperti yang saya sampaikan tadi kan, ini kan penyelidik, penyelidik yang menelaah yang melakukan penyelidikan. Dia yang tahu, apakah sudah cukup bukti atau belum untuk dilakukan ekspose, untuk ditindaklanjuti di proses penyidikan. mereka yang evaluasi, evaluasi itu disampaikan ke Deputi Penindakan. Kemudian diusulkan ke pimpinan, pimpinan membaca. Ada laporannya? Ada. Kendalanya dimana, permasalahan dimana, kenapa penyelidikannya itu harus dihetikan. Ada disitu semua, di laporan tersebut," katanya.

Alex mengklaim 36 penyelidikan yang dihentikan merupakan penyelidikan tertutup dan sebagian besar dugaan tindak pidana suap. Dalam penyelidik tertutup itu, KPK mendapat informasi mengenai adanya dugaan korupsi namun setelah diselidiki dan diterjunkan tim ke lapangan, KPK tidak mendapatkan bukti terkait dugaan korupsi tersebut

"Kita tidak mendapat bukti apapun, buat apa kita teruskan. Enggak ada persoalan," katanya.

Sementara untuk penyelidikan terbuka atas kasus dugaan korupsi yang menyedot perhatian masyarakat, seperti Century dan lainnya, Alex mengklaim tidak dihentikan. Namun, tak tertutup kemungkinan, penyelidikan terbuka atas kasus-kasus tersebut pun dihentikan jika tidak ditemukan bukti permulaan yang cukup.

"Kalau kasus yang penyelidikan terbuka belum ada yang kita hentikan. Apa bisa dihentikan? Bisa saja mungkin dari evaluasi dari keterangan saksi-saksi yang kita undang dan dokumen kita kumpulkan ternyata tidak cukup bukti untuk naik kasus itu ke proses selanjutnya penyidikan," katanya.

Alex enggan membeberkan secara rinci kasus-kasus yang penyelidikannya dihentikan. Alex hanya menyebut sebagian besar penyelidikan yang dihentikan merupakan suap terkait dengan pengadaan barang dan jasa, pengurusan perkara, dan jual beli jabatan.

Alex beralasan, tidak dibeberkannya secara rinci penyelidikan yang dihentikan lantaran untuk melindungi pihak terlapor. Meski dihentikan, katanya, kasus-kasus tersebut ditindaklanjuti oleh Kedeputian Pencegahan untuk membangun sistem pencegahan korupsi.

Selain itu, kata Alex, tidak tertutup kemungkinan KPK akan membuka kembali penyelidikan yang telah dihentikan jika ditemukan alat bukti atau fakta baru.

"Sebetulnya proses penyelidikan kita hentikan itu bukan berarti kalau kita nanti dapat informasi lebih lanjut ya. Ini bisa kita buka lagi. Ini ibaratnya itu oke lah sementara kita simpan dulu. Kita file proses penyelidikan, tetapi nanti kalau ada laporan masyarakat masuk lagi, masih berkaitan dengan proses penyelidikan, ya kita buka lagi. Penyidikan masih bisa dibuka, apalagi proses penyelidikan, masih sangat terbuka untuk dilakukan penyelidikan lagi atas kasus yang sama," katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pustakawan Berperan Tingkatkan Budaya Literasi

Pustakawan memiliki peran penting dalam transfer pengetahuan untuk membentuk budaya literasi.

NASIONAL | 21 Februari 2020

5 Stafsus Wapres Ma'ruf Amin Belum Laporkan Hartanya ke KPK

Lima Stafsus Wakil Presiden Ma'ruf Amin Belum melaporkan harta kekayaannya ke KPK

NASIONAL | 21 Februari 2020

Dana Program Satlak Prima Kempora Tahun 2016 Bocor Rp 10 miliar

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan indikasi bocornya anggaran Program Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) di Kempora

NASIONAL | 21 Februari 2020

Wantimpres Bela Anies Soal Penanganan Banjir

Menurut Tahir, banyak orang yang salah menilai soal penanganan banjir di era Anies Baswedan.

NASIONAL | 21 Februari 2020

Data Sementara, 6 Siswa Hanyut Meninggal Akibat Banjir Sleman

Siswa hanyut yang menjadi korban keenam meninggal akibat banjir Sleman ditemukan pukul 19.40 WIB

NASIONAL | 21 Februari 2020

Detik-detik Ratusan Siswa Hanyut Terseret Banjir Sleman

Tidak ada tanda-tanda seperti hujan ketika ratusan siswa hanyut saat tiba-tiba banjir menerjang Sungai Sempor Sleman.

NASIONAL | 21 Februari 2020

Banjir Sleman, Enam Siswa Hanyut Masih dalam Pencarian

Ada 250 siswa hanyut dalam kegiatan pramuka dan terseret banjir bandang di Sungai Sempor Sleman.

NASIONAL | 21 Februari 2020

Data Sementara, 5 Siswa Meninggal Akibat Banjir Sleman

Sampai saat ini masih terus dilakukan upaya pencarian siswa hanyut di sepanjang aliran Sungai Sempor Sleman.

NASIONAL | 21 Februari 2020

Mahfud: Kasus Jiwasraya Tidak Boleh Dibelokkan ke Perdata

Mahfud MD mengingatkan tidak boleh ada orang yang mau menghalang-halangi kasus Jiwasraya.

NASIONAL | 21 Februari 2020

36 Perkara Dihentikan, KPK Sebut Bukan Hal Baru

KPK menyebut 36 perkara yang penyelidikannya dihentikan sebagian besar merupakan kasus lama.

NASIONAL | 21 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS