UI Pantas Dapatkan yang Terbaik
INDEX

BISNIS-27 446.563 (-1.96)   |   COMPOSITE 5038.4 (-0.72)   |   DBX 922.546 (4.35)   |   I-GRADE 135.148 (-0.13)   |   IDX30 424.72 (-0.77)   |   IDX80 110.692 (-0.04)   |   IDXBUMN20 282.764 (0.92)   |   IDXG30 117.102 (0.06)   |   IDXHIDIV20 380.385 (-0.33)   |   IDXQ30 124.37 (-0.2)   |   IDXSMC-COM 213.267 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (1.5)   |   IDXV30 104.022 (0.3)   |   INFOBANK15 809.007 (-6.17)   |   Investor33 370.782 (-1.63)   |   ISSI 146.581 (0.44)   |   JII 534.734 (-1.1)   |   JII70 181.171 (-0.07)   |   KOMPAS100 994.168 (-2.6)   |   LQ45 775.543 (-1.05)   |   MBX 1400.42 (-1.17)   |   MNC36 279.01 (-1.22)   |   PEFINDO25 262.474 (-0.8)   |   SMInfra18 238.826 (0.5)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-1.52)   |  

UI Pantas Dapatkan yang Terbaik

Selasa, 20 Agustus 2019 | 21:27 WIB
Oleh : Willy Masaharu / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia tanpa disadari telah masuk ke masa perubahan strategis dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan (Ipoleksosbudhankam). Dalam konteks ini, Universitas Indonesia yang merupakan salah satu barometer perguruan tinggi di Indonesia tak luput dari perubahan strategis ini, yang oleh banyak pengamat dikatakan, sangat menentukan masa depan keberlangsungan hidup sejarah bangsa dan negara. Oleh karena itu, adalah wajar jika Universitas Indonesia mendapatkan pimpinan tertinggi terbaiknya.

Demikian rangkuman pendapat para pakar tentang pemilihan Rektor Universitas Indonesia (UI) untuk masa bakti tahun 2019 – 2024, Selasa (20/8/2019). Pendapat itu berasal dari Prof Dr Ir H M Budi Djatmiko (Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia - Aptisi), Prof Dr Gimbal Dolok Saribu MM (Ketua Umum Persatuan Guru Besar Indonesia) dan Dr Anang Sutono MMPar, CHE (Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Ekonomi dan Kawasan Kreatif).

Menurut Budi Djatmiko, SDM Unggul yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo harus menjadi pijakan dan sekaligus capaian yang menjadi tugas rektor UI yang baru. SDM Unggul itu harus dikaitkan antara wawasan rektor UI baru dan Ioleksosbudhankam. Oleh karena itu, UI harus memiliki rektor yang terbaik diambil dari 21 calon rektor yang sudah terseleksi.

“Dr Ir Arissetyanto Nugroho, MM, IPU, CMA, MSS. pernah menjabat Rektor Universitas Mercu Buana (UMB) selama dua periode 2010-2014 dan 2014-2018. Ia juga alumnus Lemhanas PPSA XXI, satu-satunya lembaga di Indonesia yang mendidik para pimpinan nasional strategis terkait dengan ketahanan nasional. Aris juga lulusan terbaik Fakultas Teknik UI tahun 1992 dan Magister Manajemen Pascasarjana Fakultas Ekonomi&Bisnis UI tahun 1999. Dan ia sudah membuktikan diri sebagai alumnus UI yang mampu mendongkrak prestasi Universitas Mercu Buana menjadi PTS Unggulan di Indonesia dengan Akreditasi A dan Peringkat 73 Terbaik Dikti tahun 2018,” tegas Budi Djatmiko.

Dalam konteks ini Budi Djamiko menegaskan dan yakin bahwa UI membutuhkan Arissetyanto Nugroho untuk menduduki jabatan Rektor UI masa bakti 2019 – 2024. Ditambahkannya, kinerja sepanjang karir akademis dan manajerial Arissetyanto ini telah menjelaskan visi dan misinya dalam membentuk generasi baru Indonesia yang berkualitas.

“UI memang membutuhkan pemimpin yang muda, cerdas dan inspiratif agar anak didiknya juga memiliki visi masa depan Indonesia dan bukan orang asing. Sebagai rektor UMB, ia tidak hanya berhasil dalam pengelolaan jumlah mahasiswa yang masuk, juga mengangkat prestasi Universitas Mercu Buana (UMB) di tingkat nasional dan internasional. Ketika bertemu Presiden Joko Widodo, saya sampaikan, untuk meningkatkan kualitas PTN, tidak harus mendatangkan Rektor asing tetapi cukup PTN dipimpin Rektor yang berasal dari PTS. Sebab, Rektor PTS itu memiliki tugas yang berat untuk dapat survive, seperti bagaimana bisa mendapatkan mahasiswa dan mampu mendapatkan dana untuk berbagai kegiatan yang diselenggarakan,” ujar Dr Budi Jatmiko.

Sementara itu, Gimbal Dolok Saribu menegaskan, ada delapan aspek yang harus dimiliki oleh Rektor UI yang baru dan aspek ini dimiliki oleh Arissetyanto Nugroho. Yang pertama adalah, memiliki pengalaman manajerial sebagai rektor. Kedua, sehat secara jasmani, rohani dan ideologi serta cinta kepada kebudayaan. Ketiga, memiliki komitmen dan konsistensi dalam meningkat mutu pembelajaran baik untuk siswa ataupun pengajarnya. Keempat, membangun budaya menulis di kalangan dosen dengan cara menunjukkan karya tulis dalam bentuk buku maupun tulisan-tulisan lepas di media massa mainstream.

Lima, mampu membangun hubungan serta kerja sama dengan lembaga-lembaga negara dan pemerintah dan relasi dengan korporasi untuk mendukung kegiatan Universitas. Tujuh, memperhatikan pada lembaga riset dan penelitian yang aplikatif. Tujuh, mendorong tumbuhnya jiwa entrepreneurship (kewirausahaan) dan mental siap kerja di kalangan mahasiswa. Dan yang terakhir, atau yang kedelapan, memiliki sikap integritas di bidang mental, moral dan spiritual yang merupakan dasar utama bagi pemipin dunia pendidikan,” ujar Gimbal Dolok Saribu.

Leadership
Anang Sutono, yang staf ahli Kempar ini menyoroti soal kepemimpinan Arissetyanto Nugroho. Ia sangat yakin bahwa calon rektor UI yang satu ini sangat mumpuni dan akan mampu membawa UI melewati masa-masa sulit terutama menghapus UI sebagai perguruan tinggi yang terpapar radikalisasi. Keyakinan itu didasarkan pada Arissetyanto merupakan Alumnus Lemhannas dan rekan di Lemhannas-nya akan membantu Aris dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi UI.

“Ukuran leadership atau kepemimpinan yang dimiliki Aris sangat konvensional tetapi sekaligus terbuka. Ia sangat konvensional terkait dengan ideologi dan nasionalisme, tetapi sangat terbuka bagi perubahan revolusi 4.0. Sehingga saya menjamin, Aris akan membentuk anak didik UI menjadi anak bangsa yang berkarakter Indonesia dan sekaligus merupakan warga internasional karena melek dengan revolusi industri 4.0,” ujar Anang.

Selain itu, di bawah pimpinan Arissetyanto Nugroho, bangsa dan negara Indonesia akan diyakinkan bahwa para pengajar di UI benar-benar pengajar dan guru besar yang akan membangun mahasiswa UI menjadi manusia Indonesia yang berkarakter dan setia akan Pancasila serta NKRI. Artinya, para pengajar dan guru besar harus sehat ideologi terlebih dulu sebagai konsekuensinya. Jaminan ini merupakan syarat yang harus dilakukan jika Indonesia akan memenangkan Tahun 2045 dalam persaingan global.

“Saya merasa yakin, di bawah kepimimpinan Aris, UI tidak hanya berjalan seperti biasa tetapi berlari. Alasannya adalah UI harus mengejar ketertinggalannya dalam berbagai hal termasuk pembentukan karakter manusia Indonesia yang seutuhnya. Dengan terpapar paham radikalisme menjadi jelas bahwa ada kehidupan tidak sehat dalam tubuh civita academica UI. Dan untuk menghapusnya, tidak hanya mahasiswanya tetapi juga pimpinan dan pengajar harus sehat secara ideologis. Dan untuk membangun civita academica yang sehat ideologis, budaya akan dikembangkan. Dan, Mas Aris adalah jagonya di bidang budaya,” tegas Anang, yang mantan Direktur Sekolah Tinggi Pariwisata NHI ini.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Pemkot Surabaya Dekati Mahasiswa Papua Secara Persuasif

Pemkot Surabaya terus berupaya melakukan pendekatan persuasif terhadap mahasiswa Papua yang tinggal di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya.

NASIONAL | 20 Agustus 2019

BNN Ungkap Penyelundupan Narkotika Dikendalikan Napi LP Cilegon

Tersangka Adam diduga terkait keterlibatan dan pengendali peredaran gelap narkoba dari Malaysia.

NASIONAL | 20 Agustus 2019

Polda: Situasi Kamtibmas di Papua Aman dan Kondusif

Polda Papua menyatakan bahwa, situasi kamtibmas di Papua saat ini aman dan kondusif, pasca aksi demo yang dilaksanakan di sejumlah daerah.

NASIONAL | 20 Agustus 2019

PPP: Ibu Kota Pindah, UU Tentang DKI sebagai Ibu Kota Harus Diubah

Rencana pemindahan ibu kota itu harus diikuti dengan adanya perubahan UU tentang Jakarta sebagai Ibukota.

NASIONAL | 20 Agustus 2019

Temui Utusan Khusus Presiden, IMM DKI Bahas Internasionalisasi IslamWasathiyah

Kunjungannya DPP IMM membahas soal Internasionalisasi Islam Wasathiyah.

NASIONAL | 20 Agustus 2019

PSI: Jangan Lagi Ada Pembiaran Tindak Rasisme

situasi ini memanas karena pembiaran terlalu lama ormas-ormas yang sering menggunakan cara-cara arogan dan intoleran untuk menyampaikan ekspresi.

NASIONAL | 20 Agustus 2019

Pemindahan Ibu Kota, Bappenas: Tidak Ada Skema Ganti Rugi

Lahan yang digunakan adalah lahan milik negara bukan membeli dari perorangan atau pihak mana pun.

NASIONAL | 20 Agustus 2019

Ruang Kantor DPUPKP Kota Yogyakarta Disegel KPK

Penyegelan ruang Kantor DPUPKP Yogyakarta terkait operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap seorang Jaksa ES, kemarin.

NASIONAL | 20 Agustus 2019

PSI Ungkap Alasan Dukung Pemindahan Ibu Kota Negara

PSI mendukung penuh kebijakan Presiden Jokowi memindahkan Ibu Kota Negara

NASIONAL | 20 Agustus 2019

Aksi Berlanjut, Warga Lempari Wali Kota Sorong dengan Batu

Sempat berlangsung damai, belakangan aksi memanas saat massa tiba-tiba mencoba melempari Wali Kota Sorong Lambert Jitmau dengan batu.

NASIONAL | 20 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS