Politik Uang Sulit Diberantas Meski Sistem Pemilu Berubah
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Politik Uang Sulit Diberantas Meski Sistem Pemilu Berubah

Minggu, 19 Januari 2020 | 10:23 WIB
Oleh : Yustinus Paat / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay menilai perubahan sistem pemilu dari sistem terbuka ke sistem tertutup tidak otomatis menghilangkan politik uang atau money politic. Menurutnya, salah kaprah jika berpandangan politik uang akan hilang dengan sistem proporsional tertutup.

"Pandangan dengan sistem tertutup, politik uang akan hilang, saya kira salah kaprah. Jangan-jangan tidak juga menjamin politik uang akan berkurang. Bisa jadi cuma sekedar pindah saja dari pemilih ke pengurus parpol," ujar Hadar Nafis Gumay di Jakarta, Minggu (19/1/2020).

Hadar menegaskan persoalan pemilu termasuk politik uang tidak langsung terkait dengan sistem pemilu. Menurut dia, persoalan utama dari pemilu justru terletak pada partai politik. "Demokrasi berbiaya mahal lebih karena pertama ketidakberhasilan parpol mendapatkan keseluruhan calon mereka sendiri cukup berintegritas," tandas Hadar Nafis Gumay.

Kemudian kurang mampunya parpol mengontrol dan memastikan para calonnya berpemilu sesuai aturan. Selain itu, sistem pengawasan dan penegakan hukum pemilu yang masih lemah. "Ditambah lagi pengaturan dan pertanggungjawaban dana kampanye yang masih longgar," ungkap Hadar Nafis Gumay.

Menurut Hadar, tidak ada jaminan sama sekali sistem proporsional tertutup dapat mengatasi persoalan permasalahan pemilu di Indonesia. Perubahan sistem pemilu ini hanya menjamin sentralitas dan dominasi pengurus partai akan semakin kuat.

"Repotnya kelemahan sistem tertutup akan muncul. Akuntabilitas wakil rakyat akan lebih kuat ke parpol daripada ke konstituennya atau masyarakat di dapil. Caleg yang disiapkan dan diharapkan terpilih oleh parpol belum tentu menjadi pilihan masyarakat," tutur Hadar Nafis Gumay.

Kelemahan lain sistem proporsional tertutup, lanjut Hadar adalah para caleg sulit menjadikan kampanye sebagai ajang menunjukkan kualitas, dan sebaliknya bagi masyarakat sulit mengenal calon wakil rakyat melalui kampanye. Selain itu, parpol cenderung menekankan atau memfokuskan pada isu-isu level parpol.

"Lalu caleg-caleg di nomor urut bawah cenderung malas berkampanye karena merasa potensi keterpilihan mereka kecil, demikian juga caleg di nomor urut kecil atau atas akan semangat karena potensi keterpilihan mereka lebih besar," pungkas Hadar Nafis Gumay.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pendiri PAN Minta Amien Rais Tak Bikin Recok Kongres

Abdillah Toha meminta agar Amien Rais tidak kembali ikut campur dengan urusan sistem demokrasi PAN.

POLITIK | 18 Januari 2020

Ernest Prakasa Berharap Seleksi Terbuka PSI Ditiru Partai-partai Lain

Politik uang mengacaukan atau menjadi parasit yang luar biasa merusak demokrasi.

POLITIK | 18 Januari 2020

Hilangkan Politik Uang, PSI Gelar Seleksi Terbuka Kepala Daerah

Dalam konvensi ini, kandidat yang lolos akan mendapatkan dukungan resmi PSI tanpa harus membayar satu rupiah pun.

POLITIK | 18 Januari 2020

Bursa Ketum PAN, Pengamat Sebut Ada yang Dompleng Amien Rais

Guna melawan keunggulan Zulkifili Hasan yang didukung DPW dan DPD, ada calon Ketum yang mendompleng nama besar Amien Rais untuk mempengaruhi suara pemilih.

POLITIK | 18 Januari 2020

Sandi Tak Mendukung Menantu Presiden di Pilwalkot Medan 2020

Sandiaga Uno menentukan pilihan untuk mendukung Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga (kader Gerindra), maju sebagai calon Wali Kota Medan.

POLITIK | 18 Januari 2020

Konsisten Menjaga Persatuan Bangsa, Lima Tokoh Diberi Penghargaan oleh Wartawan Katolik

Billy Mambrasar mengatakan, perbedaan bukan sesuatu yang membatasi dan satu-satunya yang membatasi perbedaan itu adalah cinta kasih.

POLITIK | 18 Januari 2020

Asman Abnur Maju Jadi Calon Ketum PAN

Asman juga menyatakan, dirinya memiliki hubungan baik dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

POLITIK | 17 Januari 2020

Peluang Sandiaga Jadi Kandidat Capres 2024 Tergantung Sikap Parpol

Direktur Presidential Studies-Decode UGM Nyarwi Ahmad berpendapat, peluang Sandiaga S Uno menjadi kandidat calon presiden 2024 tergantung sikap parpol

POLITIK | 15 Januari 2020

Langkah Sandiaga Uno Jadi Capres 2024 Bakal Tak Mudah

Jokowi mau menitip pesan, bahwa perjuangan dan langkah Sandiaga Uno tidak mudah, karena Sandiaga punya pesaing berat di 2024.

POLITIK | 15 Januari 2020

Pebisnis Miliki Peluang Jadi Presiden

Director Institute for Democracy, Security, and Strategic Studies Universitas Indonesia Reni Suwarso berpendapat, pebisnis memiliki peluang untuk menjadi presiden.

POLITIK | 15 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS