Komisi III Temukan Kejanggalan Kaburnya Napi Cai Changpan
INDEX

BISNIS-27 491.129 (6.19)   |   COMPOSITE 5612.42 (49.05)   |   DBX 1062.36 (-0.64)   |   I-GRADE 161.886 (2.05)   |   IDX30 478.794 (5.98)   |   IDX80 126.714 (1.36)   |   IDXBUMN20 355.426 (3.6)   |   IDXG30 131.028 (0.91)   |   IDXHIDIV20 432.126 (4.06)   |   IDXQ30 139.823 (1.88)   |   IDXSMC-COM 243.691 (1.17)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (2.73)   |   IDXV30 122.487 (1.93)   |   INFOBANK15 946.8 (16.1)   |   Investor33 412.464 (5.31)   |   ISSI 165.112 (0.72)   |   JII 597.802 (2.79)   |   JII70 206.187 (1.22)   |   KOMPAS100 1134.88 (12.89)   |   LQ45 883.061 (10.42)   |   MBX 1552.46 (15.74)   |   MNC36 308.511 (3.58)   |   PEFINDO25 308.232 (5.44)   |   SMInfra18 281.756 (1.89)   |   SRI-KEHATI 352.482 (4.61)   |  

Komisi III Temukan Kejanggalan Kaburnya Napi Cai Changpan

Selasa, 29 September 2020 | 10:38 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Kepolisian hingga saat ini terus memburu narapidana (napi) Cai Changpan alias Cai Ji Fan (53) yang kabur dengan cara menggali lubang dan keluar lewat gorong-gorong di Lapas Tangerang. Perburuan dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak lapas.

Kaburnya Cai Changpan diduga kuat melibatkan pihak lapas yang membocorkan blueprint Lapas. Mengingat jarak lubang terowongan bisa langsung mengarah ke sistem saluran pembuangan air lapas yang langsung mengarah ke saluran air pemukiman warga.

Anggota Komisi III DPR, Sarifuddin Sudding meyakini pelarian yang dilakukan Cai Ji Fan melibatkan orang dalam hingga pejabat terkait. Pasalnya, dengan mudahnya terpidana mati ini kabur dari dalam penjara dengan tahu letak bangunan dan kondisi tanah yang ada di bawahnya.

"Kalau kita melihat penggalian lubang oleh napi hukuman mati itu penuh dengan kejanggalan. Gali lubang ke bawah dengan kedalaman 3 meter, diameter 1,5 meter, lalu panjang keluar sejauh 25 meter sampai 30 meter, itu sudah dirancang dengan baik. Pasnya lagi, bahwa di ujung galian keluar di ujung got perumahan," kata Sarifuddin Sudding, di Jakarta, Selasa (29/9/2020).

Dari pelarian itu, Sarifuddin menilai upaya tersebut sudah terencana dengan baik dan matang dengan dukungan orang dalam. Pasalnya, bila memang tidak memiliki blueprint, pastinya akan tersasar kemana-mana. "Sehingga memang kita juga beranggapan ini satu hal yang tidak mungkin dilakukan oleh napi, ketika tidak ada orang di dalamnya yang melakukan kerja sama," ungkapnya.

Dia mengakui sudah melihat sendiri kondisi Lapas. Anehnya lagi, di kamar napi yang kabur juga tidak temukan bekas galian tanah. Bila seandainya galian sedalam 3 meter dengan panjang 25 meter pastinya ada bekas tanah galian berkubik-kubik. "Kalau misalnya tidak ada keterlibatan orang di dalam yang membuang hasil galian di dalam lapas itu tidak mungkin, ini penuh dengan kejanggalan," ujarnya.

Dugaan keterlibatan orang dalam lainnya adalah dengan menyiapkan peralatan untuk menggali. Untuk menggali lubang sepanjang 25 meter dan sedalam 3 meter pastinya memerlukan peralatan. Alat yang digunakan pun tidak mungkin sekedar memakai tangan.

Atas kaburnya Cai Ji Fan, Sarifuddin pun meminta jangan hanya mencopot Kalapas. Pejabat yang ada di atasnya seperti kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM (kanwilkumham) Banten juga harus dicopot. Hal tersebut harus segera dilakukan karena masalah ini sudah berulangkali terjadi dan yang terakhir di Bali. Namun sejauh ini hanya sebatas dimintai pertanggungjawaban dari Kalapas.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dirjen Hubdat Dorong Optimalisasi Layanan Angkutan Perintis

Optimalisasi layanan angkutan penyeberangan perintis ini meliputi aspek prasarana, sarana, dan pelayanan.

NASIONAL | 29 September 2020

Pengamat: Mencurigakan, Kuota Belajar Kemdikbud Rekomendasikan Aplikasi Berbayar dan Tidak Populer

Dari 19 aplikasi yang tersedia pada kuota belajar, setidaknya ada 5 aplikasi yang diragukan eksistensi dan kapasitasnya.

NASIONAL | 29 September 2020

Bobby Nasution Diulosi Pedagang di Pasar Pringgan Medan

Pedagang Pasar Pringgan Medan menyambut hangat Bobby Nasution. Mereka langsung mengupa-upa dengan menyematkan ulos ke bahu Bobby Nasution.

NASIONAL | 29 September 2020

Pulihkan Ekonomi, Kemristek Ciptakan 1.000 Teknopreneur

Kerja sama antara Kemristek dan Yayasan Inotek ini akan memperkuat program startup inovasi Indonesia yang sudah dimulai oleh Kemristek sejak 2015.

NASIONAL | 28 September 2020

Program Para-Para Papua Rangkul 500 Mahasiswa Papua

Program Para-Para Papua telah menjangkau enam kota di tiga pulau yang berbeda.

NASIONAL | 28 September 2020

Kejagung Soroti Pilkada Serentak 2020

Kejaksaan Agung (Kejagung) turut menyoroti perhelatan Pilkada 2020 agar bisa berjalan dengan baik dan meminimalisir penyimpangan yang terjadi

NASIONAL | 28 September 2020

Yorrys Konsultasi Bareskrim dan BPK Terkait Tindakan Sekjen DPD

Konsultasi untuk mengetahui implikasi hukum yang dilakukan Dony, sapaan Reydonnyzar Moenek

NASIONAL | 28 September 2020

Potensi Tsunami Megathrust, Kelola dan Perkuat Mitigasi Serta Tata Ruang

Potensi tsunami megathrust itu menjadi ketakutan bukan kesadaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan diri serta memperkuat mitigasi bencan

NASIONAL | 28 September 2020

1 Tahanan KPK Positif Covid-19

Tahanan yang terpapar Covid-19 tersebut sebelumnya ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

NASIONAL | 28 September 2020

BIN Miliki Kewenangan Atasi Covid-19

Dalam Pasal 30 huruf D UU 17/2011 tentang Intelijen Negara menyebutkan BIN bisa membentuk Satuan Tugas (Satgas) dalam pelaksanaan aktivitas intelijen.

NASIONAL | 28 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS