Kasus Djoko Tjandra, Muhammadiyah: Ungkap Pihak yang Terlibat
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Kasus Djoko Tjandra, Muhammadiyah: Ungkap Pihak yang Terlibat

Minggu, 2 Agustus 2020 | 07:46 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengapresiasi kepolisian dan meminta untuk mengungkap, serta menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam kasus Djoko Tjandra.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti memberikan selamat kepada jajaran kepolisian atas keberhasilannya menangkap Djoko Tjandra yang telah menghilang selama 11 tahun terakhir.

"Kami menyampaikan selamat kepada jajaran kepolisian atas keberhasilan meringkus dan membawa pulang Djoko Tjandra. Polisi tidak boleh berhenti. Perlu dilakukan langkah lebih lanjut untuk memburu dan menangkap siapa saja yang terlibat tanpa pandang bulu," kata Abdul Mu'ti, dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Minggu (2/8/2020).

Mu'ti meminta Polri tidak berhenti dalam mengungkap skandal yang diduga telah melibatkan oknum jenderal dan petinggi di beberapa institusi yang terkait dengan pelarian Djoko Tjandra.

Tantangan Polri saat ini, kata dia, adalah mengungkap siapa saja yang terlibat dalam pelarian terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra di Malaysia.

Mu'ti juga mendesak Kapolri untuk tidak segan menindak tegas apabila saat proses penyelidikan terdapat aktor intelektual di balik kasus tersebut. "Mengungkap dan menangkap siapa saja yang terlibat, dan jika mungkin ada aktor intelektual di balik kasus kaburnya Djoko Tjandra," pungkas Abdul Mu'ti.

Sebagaimana diketahui, Djoko Tjandra, terpidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali yang telah menghilang dan buron sejak awal 2000-an itu dibekuk saat bersembunyi di Malaysia, Kamis (30/7) malam.

Polri secara resmi telah menyerahkan penahanan Djoko Tjandra kepada Kejaksaan Agung, namun Djoko Tjandra tak ditahan di Rutan Kejagung, melainkan di Rutan Salemba cabang Mabes Polri.

Sementara itu, praktisi hukum Prof Otto Hasibuan yang diminta menjadi pengacara Djoko Tjandra mempertanyakan eksekusi penahanan terhadap terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali tersebut.

Dikemukakan Otto, pihak keluarga telah memintanya menjadi kuasa hukum Djoko Tjandra sehingga dirinya mendatangi Bareskrim, Sabtu, menemui Djoko Tjandra untuk memastikan keterlibatan dirinya sebagai kuasa hukum.

Namun, rencana pertemuannya dengan Djoko Tjandra yang resmi ditahan di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri mulai Jumat (31/7) malam harus tertunda dan baru dapat dilakukan Senin (3/8) mendatang.

"Saya harus tentukan sikap. Tanyakan beliau ada pengacara apa tidak. Kode etik. Ada rekan kuasa hukum untuk yang lain. Tapi ini kasus yang baru. Sebagai 'lawyer' harus klarifikasi itu. Gak boleh tangani perkara kalau dia masih terikat pengacara yang lain. Kalo mau, putus hubungan yang lain. Saya harus anjurkan Djoko selesaikan kewajiban dengan 'lawyer' yang lain," jelas Otto.

Namun, Otto menegaskan tidak mau berbicara lebih jauh sebelum dirinya bertemu langsung dengan Djoko Tjandra dan melihat utuh berita acara serah terima Bareskrim Polri kepada pihak Kejaksaan pada Jumat (31/7) malam.

"Kalau eksekusi pasti ada kata-kata eksekusi itu amar nomor berapa. Jadi akan klarifikasi dulu ke Djoko. Sebab, kalo gak ada kata kata perintah untuk ditahan, jadi selama ini dia tidak buron. Dia pergi ke mana aja bebas. Itu dilema hukumnya. Saya gak mau menuduh mana yang benar. Pendapat saya ini pendapat secara hukum," kata pengacara kondang itu.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ratusan Warga Aceh Barat Masih Terkepung Banjir 1 Meter

Banjir merendam ratusan desa yang tersebar di 10 kecamatan.

NASIONAL | 2 Agustus 2020

Sekda Banjarbaru dan 4 Pejabat Positif Covid-19

Darmawan Jaya Setiawan resmi mengumumkan Sekretaris Daerah Said Abdullah dan empat pejabat di lingkup pemerintah daerah setempat positif terinfeksi Covid-19.

NASIONAL | 1 Agustus 2020

Seluruh Perkantoran Kota Banjarbaru Tutup 2 Hari Cegah Covid-19

Seluruh perkantoran di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru ditutup selama dua hari untuk mencegah penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 1 Agustus 2020

Dua Balita di Jambi Terkonfirmasi Positif Covid-19

Jumlah pasien positif Covid-19 di Jambi bertambah enam orang pada Sabtu (1/8/2020) di mana dua di antaranya adalah balita.

NASIONAL | 1 Agustus 2020

Bandara Adi Soemarmo Ubah Jam Operasional

Jam opreasional Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Jawa Tengah, berubah dari semula 08.00-16.00 WIB menjadi 07.00-18.00 WIB.

NASIONAL | 1 Agustus 2020

Laskar Ngawi Berbagi Hewan Kurban ke Masjid dan Musala

Laskar Ngawi kembali menggelar kegiatan sosial bertepatan dengan momentum Hari Raya Iduladha 1441 Hijriah.

NASIONAL | 1 Agustus 2020

Mendiang Ketua DPRD Jepara Positif Covid-19

Ketua DPRD Kabupaten Jepara Imam Zusdi Ghozali yang meninggal di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, terkonfirmasi positif Covid-19.

NASIONAL | 1 Agustus 2020

Ganjar Siapkan Dusun Girpasang Jadi Obyek Wisata Unggulan

Ganjar menilai Dusun Girpasang menyimpan potensi wisata yang eksotis.

NASIONAL | 1 Agustus 2020

Pengunjung Mulai Ramai Kunjungi Objek Wisata Pantai di Lampung

Sejumlah objek wisata pantai yang berada di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung mulai diramaikan wisatawan lokal maupun luar daerah.

NASIONAL | 1 Agustus 2020

Libur Iduladha, Penutupan Jalan di Bandung Dipercepat

Penutupan sejumlah titik jalan raya di Kota Bandung pada malam hari di saat libur panjang Iduladha, akhir pekan ini.

NASIONAL | 1 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS