Kejagung Eksekusi Uang Rp 97 Miliar Kasus TPPI

Kejagung Eksekusi Uang Rp 97 Miliar Kasus TPPI

Selasa, 7 Juli 2020 | 18:03 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan eksekusi barang bukti uang senilai Rp 97 miliar terpidana kasus korupsi kondensat di BP Migas yakni eks Direktur Utama PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI) Honggo Wendratno. Tidak hanya uang, Kejagung juga mengeksekusi kilang minyak di Tuban yang semuanya diserahkan kepada negara.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Ali Mukartono menjelaskan, di dalam proses penuntutan kasus tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) menemukan adanya sejumlah uang yang tersimpan dalam satu rekening berjumlah Rp 97 miliar. "Oleh penuntut umum dilakukan penyitaan dan dikabulkan oleh hakim, sehingga perkara sudah inkracht ini harus dilakukan eksekusi untuk disetorkan ke negara," kata Ali Mukartono, di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Dijelaskan Ali, uang yang disetorkan ke kas negara tersebut bukan uang pengganti, melainkan hasil keuntungan terpidana berdasarkan UU Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999. "Uang Rp 97 miliar ini merupakan perampasan keuntungan atau penghapusan keuntungan dari yang diperoleh terpidana berdasarkan ketentuan Pasal 18 huruf D UU Tipikor Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi," ucapnya.

Dalam kasus kondensat, terpidana wajib membayar uang pengganti senilai US$ 128 juta. Perkara itu telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 35 triliun.

Terdakwa korupsi penjualan kondensat di BP Migas, yaitu eks Direktur Utama PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI) Honggo Wendratno sendiri hingga kini masih berstatus buronan dan dicari Interpol.

Selama ini persidangan terhadap Honggo Wendarto dilakukan hakim tanpa kehadirannya atau in absentia karena berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). Karena masih buron, Kejagung menyebut akan melakukan eksekusi sebagian terhadap putusan terkait perintah pengadilan untuk menyita aset kilang minyak dan uang Rp 97 miliar.

Honggo Wendratno dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus kondensat nilai kerugian negara mencapai Rp 37,8 triliun. Honggo dihukum pidana penjara selama 16 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pimpinan DPR Yakin Sinergi Penegak Hukum Kian Kuat Tuntaskan Kasus Djoko Tjandra

Wakil Ketua DPR menyatakan pihaknya meyakini kasus buronan Djoko Tjandra yang masuk ke Indonesia tanpa terdeteksi akan membuat sinergi penegak hukum makin kuat.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Polisi Tangkap Pembajak Ribuan Situs

Pelaku juga mengirimkan ransomeware dengan maksud agar pemilik situs mengirimkan uang

NASIONAL | 7 Juli 2020

Jenazah Dibawa Kabur Keluarga di Medan, Positif Covid-19

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan memastikan, jenazah yang dibawa kabur oleh keluarganya dari RS Pirngadi Medan, positif "corona".

NASIONAL | 7 Juli 2020

Kunjungi Rutan KPK, Komisi III DPR Klaim Tidak Bertemu Tahanan

Ketua Komisi III DPR, Herman Hery mengklaim dalam kunjungan ke Rutan KPK, pihaknya tidak bertemu dengan satupun tahanan yang berada di sana.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Komisi I Dorong Pembentukan Divisi III TNI

Komisi I DPR mendorong pembentukan divisi III TNI, baik Angkatan Darat, Luat maupun Udara. Hal itu sebagai pengembangan dan moderniasi organisasi TNI.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Tjahjo Kumolo: Pemerintah Kaji Pembubaran 96 Lembaga/Komisi

Kempan dan RB terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengkaji urgensi 96 lembaga/komisi itu.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Di 12 Provinsi, Jumlah Sembuh Lebih Banyak Dibanding Penambahan Kasus Positif Covid-19

Jumlah pasien sembuh lebih banyak dibanding penambahan kasus positif Covid-19 terjadi di 12 provinsi pada Selasa (7/7/2020).

NASIONAL | 7 Juli 2020

PDIP Dukung Jokowi Rombak Kabinet

PDIP mendukung penuh apapun yang akan dilakukan presiden Jokowi termasuk perombakan kabinet.

NASIONAL | 7 Juli 2020

Menpora Ingatkan Kaum Milenial untuk Rawat Kebhinekaan

Menurut Menpora Zainudin Amali, peran generasi muda dalam merawat eksistensi bangsa sangat diperlukan.

NASIONAL | 7 Juli 2020

James Riady Berharap PSBI Sajikan Solusi bagi Masalah Dunia

PSBI diharapkan juga turut serta membicarakan pendidikan menjadi hal utama.

NASIONAL | 7 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS