Dinkes DKI Beberkan Alasan Larangan Makan di Tempat
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

Dinkes DKI Beberkan Alasan Larangan Makan di Tempat

Sabtu, 26 September 2020 | 10:04 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut alasan pelarangan makan di tempat di restoran atau kafe selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta jilid II seperti dalam Pergub Nomor 88 Tahun 2020, adalah penggunaan masker.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan saat orang makan, maka akan melepas masker yang berpotensi menyebabkan penularan Covid-19. "Pada saat makan, masa makan pakai masker, buka masker kan, pada saat buka masker kadang-kadang tingkat disiplinnya berkurang mungkin katakanlah restonya sudah menyiapkan setting kursi dengan berjarak, tetapi masih ada yang berhadap muka, mejanya satu, berhadapan muka, buka masker, satu keluarga makan bersama. Nah, itu yang menyebabkan risiko pada saat makan bersama dengan membuka masker, dengan jarak yang relatif dekat, itu bisa berisiko saling menularkan," ujar Widyastuti dalam rekaman video Pemprov DKI yang dipantau di Jakarta, Sabtu (26/9/2020).

Widyastuti menyebutkan bahwa kebanyakan orang merasa aman, akhirnya abai untuk menerapkan protokol kesehatan ketika bersama dengan orang yang dikenalnya, meski fakta memperlihatkan 50 persen kasus positif di Jakarta merupakan orang tanpa gejala (OTG). "Jadi, merasa aman, 'oh, makan dengan keluarga sendiri nih, makan dengan teman kantor sendiri nih', Nggak tahu kalau teman kantornya itu belum pernah diperiksa dan tidak ada gejala. Kan pernah kita bahas, di Jakarta sekitar 50 persen tanpa gejala. Pada saat tanpa gejala, makan bersama, buka masker, duduk bersama, makan. Biasanya orang makan ngobrol nggak? Makan, sambil cerita, pasti buka masker. Di situlah risikonya," ujarnya.

Widyastuti menyebutkan bahwa saat makan bersama risiko droplet atau percikan liur akan meningkatkan risiko penularan virus. "Iya, droplet-nya itu akan keluar saat makan bersama ketika kita cerita dan sebagainya, inilah yang jadi alasan Pemprov meminta untuk makanan dibawa pulang saja," ujar Widyastuti.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memutuskan kembali menerapkan PSBB ketat. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, dalam kondisi tersebut, restoran hingga kafe masih diperbolehkan beroperasi, tapi tak boleh makan di lokasi.

Restoran hingga kafe hanya diizinkan menerima pesanan take away atau dibawa pulang. Anies menyebut tempat-tempat usaha makanan ini mungkin menjadi perantara penularan Covid-19.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BMKG Prediksi Sebagian Jakarta Cerah Berawan

Pada malam hari, seluruh DKI akan cerah berawan seperti Jakarta Pusat, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur cerah berawan.

MEGAPOLITAN | 26 September 2020

DKI Siapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat

Ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum dialirkan ke badan air.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Salah Sasaran, Larangan Dine In di Mal

"Kami yang sudah menjalankan protokol kesehatan ketat dilarang, tetapi yang di pinggir jalan malah dibiarkan,” ujarnya.

MEGAPOLITAN | 26 September 2020

PSI Dorong Bansos dalam Bentuk BLT

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendorong agar pemberian bantuan sosial (bansos) dilakukan dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT)

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Praktik Aborsi di Percetakan Negara, Klinik dan Dokter Tidak Miliki Izin

Klinik hingga dokter di Jalan Percetakan Negara III yang melakukan patik aborsi ilegal tidak mengantongi izin.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto Positif Covid-19

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, dilaporkan positif terinfeksi Covid-19. Rudy dinyatakan positif berdasarkan hasil tes secara mandiri.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Kantor Nomor 1, Mal Urutan 10

Perkantoran menjadi penyumbang terbesar terjadinya kasus Covid-19 di Jakarta, sementara klaster mal berada di posisi paling buncit atau urutan ke-10.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Mudahkan Masyarakat, Kota Depok Miliki Anjungan Dukcapil Mandiri

Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) memudahkan masyarakat dalam mengakses dokumen kependudukan.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Proses Aborsi di Klinik Jalan Percetakan Negara Hanya 5 Menit

Pada reka ulang terungkap kalau proses aborsi hanya berlangsung selama 5 menit saja.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020

Klaster Panti Asuhan Tangerang Berasal dari Pasien Tanpa Gejala

Dari hasil tracing, mereka tertular dari salah satu pengasuhnya yang terpapar tapi tanpa gejala.

MEGAPOLITAN | 25 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS