Sekap Korban dan Minta Uang Tebusan, 5 Anggota BNN Gadungan Ditangkap
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Sekap Korban dan Minta Uang Tebusan, 5 Anggota BNN Gadungan Ditangkap

Rabu, 5 Agustus 2020 | 10:30 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati, Gardi Gazarin / WBP

Jakarta, Beritasatu.com-Badan Narkotika Nasional (BNN), membekuk lima orang yang mengaku sebagai anggota BNN dan melakukan penyekapan terhadap korban serta meminta uang tebusan, di kawasan Depok. Polisi menyita senjata airsoft guns, borgol dan tanda pengenal BNN palsu dari tangan pelaku.

"Telah dilakukan penangkapan terhadap lima orang atas nama Adis, Rizki, Dika, Silva, dan Lucky yang mengaku pegawai BNN," ujar Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari, Rabu (5/8/2020).

Dikatakan Arman, para anggota BNN gadungan itu diduga telah melakukan penjebakan dan penangkapan terhadap warga masyarakat berinisial A dan R. Alasan penangkapan dituduh menggunakan narkoba.

"Para pelaku menyekap dan menyandera kedua korban, kemudian menghubungi keluarga korban untuk minta uang tebusan jika ingin dibebaskan," ungkapnya.

Arman menyampaikan, anggota keluarga kemudian menghubungi BNN. Selanjutnya, ditindaklanjuti bekerja sama dengan orangtua korban, dan akhirnya pelaku dapat ditangkap, Selasa (4/8/2020) kemarin malam. "Barang bukti yang disita borgol, airsoft guns, mobil, tanda pengenal BNN, beberapa alat komunikasi, serta uang tunai, dan lainnya," katanya.

BNN kemudian menyerahkan kelima pelaku kepada Polresta Depok untuk diproses hukum lebih lanjut. "Karena tidak ditemukan barang bukti narkoba, kami limpahkan ke Polresta Depok pagi ini," tandasnya.

Ditambahkan para pelaku mencari korban dengan cara berkeliling pada malam hari. Jika menemukan ada anak-anak muda berkumpul langsung didatangi dan menuduh mereka mengkonsumsi narkoba.

Meski tidak ada barang bukti, korban yang ditargetkan langsung dibawa menggunakan mobil ke sebuah tempat. Salah satu pelaku menghubungi keluarga korban untuk minta uang tebusan, jika korban ingin dibebaskan.

Polri masih mendalami kemungkinan banyak warga lain yang menjadi korban pemerasan anggota BNN gadungan itu. Warga yang merasa pernah berhadapan dengan para pelaku segera melapor ke Polri untuk ditindaklanjuti.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Dua Hari Sosialisasi, 1.323 Kendaraan Langgar Ganjil Genap di Jakut

Sejumlah mobil pelat hitam berangka genap dihentikan anggota Dishub dan kepolisian.

MEGAPOLITAN | 5 Agustus 2020

Ganjil Genap, Penumpang Transjakarta dan MRT Hanya Naik 2 %

Penumpang di angkutan umum mengalami kenaikan hanya kurang lebih 2 persen pada saat pemberlakuan perdana sistem ganjil genap di 25 ruas jalan Jakarta, Senin.

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, PSI Tagih Kebijakan Rem Darurat Anies

PSI DKI Jakarta menagih janji Gubernur DKI Anies Baswedan untuk membeberkan kebijakan rem darurat yang telah disiapkan dalam rangka meredam kasus Covid-19.

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020

Wamenag: 88,6% Kondisi KUA di Jakarta Tidak Layak

Sebagian besar bangunan KUA di Jakarta rusak berat bahkan ada beberapa yang atapnya hampir roboh.

NASIONAL | 4 Agustus 2020

Marak Tawuran, Polisi Tingkatkan Sosialisasi dan Penegakan Hukum

Polisi telah memetakan sejumlah tempat atau wilayah yang rawan tawuran untuk melakukan pengawasan serta pencegahan.

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020

Wali Kota Ajukan Penangguhan Penahanan 5 ASN Kota Bogor Korupsi Rp 17 M

Wali Kota Bogor Bima Arya berinisiatif mengajukan surat permohonan penangguhan penahanan terhadap lima ASN yang menjadi tersangka korupsi Rp 17, 5 miliar.

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020

Pemkot Bekasi Sediakan 244 Titik Internet Gratis untuk Belajar Daring

Pemkot Bekasi telah menyediakan 244 titik internet gratis yang dapat digunakan para siswa yang tengah menempuh pembelajaran jarak jauh (PJJ).

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020

Pemkot Bekasi Gelar Simulasi KBM Tatap Muka di 6 Sekolah

Mulai pekan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kembali melakukan simulasi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di enam sekolah.

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020

Gedung DPRD Ditutup Akibat Covid-19, Rapat Reklamasi Ancol Batal

Mereka juga sempat mencoba rapat melalui Zoom.

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020

Ganjil Genap Dinilai Mempersulit Warga Penuhi Kebutuhan Hidup

Kebijakan ganjil genap dinilai semakin mempersulit masyarakat terutama dalam memperbaiki ekonominya.

MEGAPOLITAN | 4 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS