Berhenti di Jalan Tol, Modus Pengemudi Hindari Ganjil-Genap
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Berhenti di Jalan Tol, Modus Pengemudi Hindari Ganjil-Genap

Selasa, 21 Januari 2020 | 14:18 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / WBP

Jakarta, Beritasatu.com -Penerapan ganjil-genap dengan skema tidak penuh waktu, ternyata menjadi celah bagi para pengemudi untuk menyiasati sistem pembatasan kendaraan bermotor roda empat itu. Belakangan, muncul fenomena kendaraan berhenti di jalan tol untuk menghindari sistem ganjil-genap.

Pengamat Transportasi Budiyanto mengatakan, ganjil-genap adalah skema pembatasan lalu lintas untuk mengurai kemacetan akibat pertumbuhan kendaraan bermotor yang tidak terkendali dan tidak sebanding dengan pembangunan infrastruktur jalan. Ganjil-genap, berpedoman pada kalender nasional, kecuali hari Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional tidak diberlakukan.

"Waktunya pagi pukul 07.00 sampai dengan 10.00 WIB dan sore hari pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Namun dengan skema waktu yang tidak full time, ternyata celah ini disiasati pengguna jalan dengan berhenti di jalan tol sambil menunggu lewat waktu ganjil-genap," ujar Budiyanto, kepada Beritasatu.com, Selasa (21/1/2020).

Dikatakan Budiyanto, jalan tol merupakan jalan bebas hambatan dengan kecepatan tinggi. Berhenti di jalan tol dapat mengganggu ketertiban, keamanan dan keselamatan lalu lintas, sehingga tidak diperbolehkan atau dilarang kecuali dalam keadaan darurat. "Fenomena ini harus segera dilakukan penertiban baik dengan cara-cara edukatif maupun penegakan hukum," ungkap Budiyanto.

Budiyanto menyampaikan, di dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas & Angkutan Jalan, telah diatur tentang tata cara berlalu lintas seperti Pasal 105:
"Setiap orang yang menggunakan Jalan wajib:
a. Berperilaku tertib dan atau
b. Mencegah hal-hal yang dapat merintangi, membahayakan keamanan dan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan."

Pasal 106 ayat 4 berbunyi:
"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan:
a. Rambu- rambu perintah atau rambu larangan.
b. Marka jalan.
c. Gerakan lalu lintas.
d. Berhenti dan parkir, dan seterusnya."

Kemudian, Pasal 118 berbunyi:
"Selain kendaraan bermotor dalam trayek, setiap kendaraan bermotor dapat berhenti di setiap jalan kecuali:
a. Terdapat rambu-rambu larangan berhenti dan atau marka jalan yang bergaris utuh.
b. Pada tempat tertentu yang dpt membahayakan keamanan, keselamatan, mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan; dan atau
c. Jalan tol."

Menurut Budiyanto, pengemudi yang berhenti di jalan tol dapat dikenakan Pasal 287 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas & Angkutan Jalan. "Pelanggar dapat dikenakan Pasal 287, dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000," tandas Budiyanto.

Berikut bunyi Pasal 287:

"Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau marka jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,00."



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Riza Villano Siap Ubah Tangsel dengan Tiga Program

Riza Villano ingin membuat Tangerang Selatan menjadi ibu kota mahasiswa karena sekarang sudah banyak sekali kampus-kampus.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2020

Gas 3 Kg Meledak, 1 Orang Luka Bakar

Saat menyalakan kompor terjadi ledakan dahsyat hingga membuat tembok berlubang.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2020

DPRD DKI Akan Segera Proses Surat Dua Nama Cawagub

DPRD DKI tidak akan berlama-lama dalam melakukan proses pemilihan cawagub.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2020

Fraksi PKS dan Gerindra Serahkan Surat Usulan Dua Nama Cawagub ke Anies

Surat tersebut akan segera ditindaklanjuti Anies agar dapat dikirimkan secepatnya ke pimpinan DPRD DKI.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2020

Waspadai Potensi Hujan Petir di Jakarta sampai Kamis

Hujan petir diprediksi terjadi karena situasi sirkulasi siklonik di sekitar Selat Karimata saat ini masih teridentifikasi aktif.

MEGAPOLITAN | 21 Januari 2020

PSI Tantang Cawagub DKI Uji Kepatutan Secara Terbuka Sebelum Paripurna

Publik berhak tahu kualitas calon wakil gubernur yang diusulkan Partai Gerindra dan PKS.

MEGAPOLITAN | 20 Januari 2020

Kunjungi Korban Banjir Rawa Buaya, Grace Ajak Warga Cintai Lingkungan

Penasehat DWP Kementerian Sosial, Grace Batubara menghimbau warga Rawa Buaya mencintai lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

MEGAPOLITAN | 20 Januari 2020

MPB Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sukajaya

Markas Pejuang Bogor mengajak puluhan relawan menuju lokasi bencana.

MEGAPOLITAN | 20 Januari 2020

Mandek, Alasan PKS Sepakat Ganti Bakal Cawagub

Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto diganti Riza Patria dan Nurmansjah Lubis.

MEGAPOLITAN | 20 Januari 2020

Dua Ormas di Bogor Bentrok, Lima Motor Dibakar

Tidak ada korban jiwa dan tidak ada juga yang diamankan.

MEGAPOLITAN | 20 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS