Ini Program Infrastruktur Pengendali Banjir Versi Anies
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Ini Program Infrastruktur Pengendali Banjir Versi Anies

Sabtu, 18 Januari 2020 | 07:48 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Curah hujan dengan intensitas tinggi masih akan melanda Kota Jakarta hingga akhir Februari 2020. Artinya, Kota Jakarta masih berpotensi banjir. Banjir memang menjadi masalah tahunan bagi Jakarta. Siapa pun Gubernurnya, selalu tidak pernah terlepas dari permasalahan banjir yang melanda Jakarta. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sudah menyiapkan program pembangunan infrastruktur pengendali banjir.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Juaini Yusuf mengatakan pembangunan infrastruktur yang dilakukan untuk mengendalikan banjir di Jakarta dilakukan dari semua lini. Mulai pengerukan atau pembersihan saluran air baik saluran mikro maupun makro, saluran penghubung (phb), waduk, situ dan sungai yang ada di seluruh wilayah DKI Jakarta.

“Saluran mikro itu saluran yang ada di jalan-jalan lingkungan, di pemukiman warga. Itu juga tidak luput kita bersihkan agar tidak tersumbat. Air bisa mengalir dengan lancar. Kalau saluran makro itu, ya saluran dari pinggir jalan terus menuju saluran penghubung yang berakhir di sungai,” kata Juaini Yusuf, Sabtu (18/1/2020).

Anies Masih Bisa Pantau Pintu Air di Ruang Gubernur

Sepanjang tahun 2020, lanjut Juani Yusuf, Pemprov DKI fokus pada pelaksanaan program naturalisasi Waduk Brigif (Aliran Kali Krukut), Waduk Pondok Ranggon (Aliran Kali Sunter), Waduk Cimanggis (Aliran Kali Cipinang). Pembangunan pengendalian banjir melalui naturalisasi kali/sungai, waduk/situ/embung dan kelengkapannya sebesar Rp 288,6 miliar. “Tahun 2020 ini kita akan melanjutkan pembangunan waduk. Seperti Waduk Marunda akan diteruskan, Waduk Brigif dan Waduk Cimanggis. Tiga waduk ini akan dibangun tahun ini untuk memperbanyak tampungan air,” terang Juaini Yusuf.

Anies: Pembebasan Lahan Sodetan Ciliwung Tunggu Kelengkapan Data

Pada tahun 2019, Dinas SDA DKI telah melakukan naturalisasi di lima waduk, yakni Waduk Pondok Ranggon, Waduk Kampung Rambutan ada dua lokasi, Waduk Cimanggis dan Waduk Sunter. Meski, kelima waduk ini rata-rata sudah selesai pembangunan fisiknya 100 persen, fisiknya masih membutuhkan tahap perapihan, sehingga dilanjutkan di tahun 2020.

“Sekarang sih ya rata-rata sudah 100 persen. Sudah berfungsi untuk menampung air, hanya kan ada perapihan-perapihan yang kemarin belum selesai. Makanya dilanjutkan di tahun ini. Nah di tahun 2020, kita tambah satu naturalisasi waduk yang baru yaitu Waduk Brigif,” jelas Juaini Yusuf.

Selain itu, proyek antisipasi banjir lainnya yang akan berjalan yakni pembangunan Sodetan Kampung Walang Ancol (Aliran Kali Ciliwung Lama Manggarai), serta Tanggul Pengaman Pantai Kali Kamal. Kemudian pembangunan waduk/situ/embung dan kelengkapannya akan dilakukan di tiga sistem aliran air Jakarta. Perrinciannya, pembangunan waduk/situ/embung dan kelengkapannya sistem aliran Timur, dialokasikan sebesar Rp 15 miliar; sistem aliran Barat sebesar Rp 50 miliar dan sistem aliran tengah Rp 40 miliar.

Sementara revitalisasi waduk, situ dan embung yang akan berjalan di tahun ini, yakni aliran barat Rp 15,4 miliar dan aliran tengah Rp 15 miliar. Terakhir, pengamanan lahan waduk sistem aliran timur dianggarkan Rp 13,7 miliar.

Dinas SDA DKI juga telah mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan saluran, sungai, waduk, situ dan embung di tiga sistem aliran air Jakarta, yakni di sistem aliran barat sebesar Rp 15,9 miliar, sistem aliran timur Rp 1,73 miliar dan sistem aliran tengah 40 miliar.

Tak hanya itu, Juini Yusuf mengungkapkan pihaknya sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 669 miliar untuk pembebasan tanah pembangunan waduk, situ, embung serta normalisasi dan naturalisasi sungai.

Kemudian, melanjutkan normalisasi Sungai Ciliwung. Direncanakan normalisasi dilakukan sepanjang 33 kilometer (km) sehingga dapat menampung air sebanyak 570 meter kubik per detik. Saat ini, normalisasi yang sudah dikerjakan sepanjang 16 km, sisanya 17 km menunggu pembebasan lahan yang dilakukan Pemprov DKI yang ditargetkan akan rampung pada Maret atau April 2020. Karena masih baru 16 km yang dinormalisasi kan, maka air yang baru bisa dialirkan sebanyak 300 meter kubik per detik.

Pembangunan infrastruktur lainnya yang dilakukan untuk mengendalikan banjir di Jakarta adalah peninggian tanggul laut pantai utara Jakarta sepanjang 62,62 kilometer (km). Pembangunan tanggul laut ini merupakan bagian dari program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A.

Juaini Yusuf mengatakan pengamanan tanggul laut dalam NCICD fase A mencapai panjang 62,62 kilometer (km). Namun dari total panjang tersebut, yang harus dikerjakan untuk penguatan tanggul laut di area kritis ada di sepanjang 46,58 km.

Dari panjang 46,58 km itu, dibagi tiga untuk pengerjaannya, yaitu pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Pemprov DKI dan pihak swasta. Berdasarkan kesepakatan terakhir dengan Kementerian PUPR, lanjut Juaini Yusuf, tanggung jawab Pemprov DKI membangun tanggul laut NCICD Fase A bertambah menjadi 20,8 km dari awalnya panjang yang belum dikerjakan 8,8 km. Sedangkan Kementerian PUPR bertambah menjadi 16,48 km dari awalnya panjang yang belum dikerjakan 14,98 km.

Untuk anggaran peninggian tanggul pengamanan pantai NCICD Fase A, Pemprov DKI mengalokasikan sebesar Rp 109,96 miliar dalam APBD DKI 2020. Dengan perincian, tanggul pengamanan pantai NCICD Fase A sistem aliran barat Rp 50 milliar, tanggul pengamanan pantai NCICD fase A sistem aliran timur Rp 15 miliar dan tanggul pengamanan pantai NCICD fase A sistem aliran tengah Rp 44,96 miliar. “Kami tak berhenti di situ. Pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Jakarta lainnya, adalah dengan membangun sebanyak mungkin sumur serapan di lima wilayah DKI,” ungkap Juaini Yusuf.

Bila tahun lalu, pihaknya bisa membangun 1.200 sumur serapan dari target 1.000 sumur serapan, maka tahun ini ia menargetkan dapat membangun 3.000 sumur serapan di lima wilayah DKI Jakarta. “Tahun ini kita targetkan tiga kali lipatnya, 3.000 sumur serapan. Kita sudah masukkan dalam e-katalog. Jadi enggak perlu lelang lagi. Sehingga pembangunannya tidak perlu lama-lama lagi. Bisa cepat,” ungkap Juaini Yusuf.

Sumur serapan akan dibangun per kecamatan di lima wilayah DKI Jakarta, dengan alokasi anggaran sekitar Rp 100 miliar untuk lima wilayah tersebut.

Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI siap mendukung program penanganan banjir yang dimiliki pemerintah pusat, yakni normalisasi dan naturalisasi sungai yang ada di Jakarta. “Kita support semua program yang dimiliki pemerintah. Karena kami juga pemerintah, tetapi urusi wilayah DKI. Ada pemerintah yang urusi wilayah nasional,” kata Anies Baswedan.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Sejumlah Genangan dan Banjir Muncul di Jakarta Pagi Ini

Genangan dan banjir mulai dilaporkan warga khususnya di kawasan Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2020

Dinas SDA Pastikan Tidak Ada Situ yang Hilang di Jakarta

Kepala Dinas SDA DKI Juaini Yusuf mengatakan Jakarta mempunyai 117 waduk dan situ

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2020

Dukung Penanggulangan Banjir, ESSC Esri Indonesia Hadirkan Jakarta Flood Map

Dasbor digunakan dengan baik oleh para relawan dan pemangku kepentingan di DKI Jakarta sehingga mempercepat pengambilan keputusan terkait bencana banjir.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2020

Ujaran Kebencian, Massa Pro Anies Dipolisikan

Sekelompok ibu-ibu pro Anies dilaporkan karena diduga telah menyebarkan ujaran kebencian saat aksi unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/1/2020).

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2020

Pengamat: Pansus Banjir Hanya Kuras Energi

Lagipula, kalaupun pansus terbentuk dan menghasilkan rekomendasi belum tentu langsung dieksekusi gubernur.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2020

Hasil Kajian, Moda Trem Cocok untuk Kota Bogor

Pemkot Bogor menggunakan trem baru dan tidak menggunakan trem hibah dari Utrecht, Belanda.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2020

Dua Hari ke Depan, Jakarta Berawan-Hujan Ringan

BMKG memperkirakan cuaca Jakarta dan sekitarnya dalam dua hari ke depan akan berawan dan hujan ringan.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2020

Anies Masih Bisa Pantau Pintu Air di Ruang Gubernur

Pemprov DKI Jakarta meluncurkan aplikasi JAKI alias Jakarta Kini yang dikembangkan melalui Unit Pengelola Jakarta Smart City.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2020

Polda Metro Bekuk 4 Pelaku Penipuan Investasi Saham

Selama tiga bulan beroperasi, para pelaku penipuan berhasil meraup uang Rp 80 juta dari enam orang korban yang sudah melapor ke polisi.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2020

BPBD DKI Tegaskan DWS Bukan Alat Cegah Banjir

Keberadaan DWS ditujukan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang berada di daerah rawan banjir.

MEGAPOLITAN | 17 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS