Kepatuhan pada Protokol Kesehatan Meningkat
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

Kepatuhan pada Protokol Kesehatan Meningkat

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 07:13 WIB
Oleh : Dina Manafe / WBP

Jakarta, beritasatu.com - Tim pemodelan epidemiologi Covid-19 dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Muhammad N Farid mengatakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) baik di Indonesia, khususnya DKI Jakarta memiliki efek besar terhadap penambahan kasus baru. Semakin banyak orang jaga jarak dengan tinggal di rumah, berkontribusi pada penurunan jumlah kasus, dan sebaliknya. Selain itu, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan saat ini semakin baik.

Muhammad N Farid mengatakan, di Indonesia pada bulan Maret begitu ada wacana sekolah ditutup dan orang bekerja dari rumah, proporsi orang yang tinggal di rumah meningkat drastis. Kondisi ini berlangsung sampai April. Tetapi begitu masuk Mei menjelang puasa dan Lebaran orang cenderung keluar rumah, sehingga proporsi orang tinggal di rumah saja menurun. Pada September jumlah orang di rumah sakit kembali meningkat, mungkin dipengaruhi DKI Jakarta yang kembali memperketat PSBB.

Sejak April sampai saat ini penurunan proporsi penduduk yang di rumah saja selalu diikuti dengan kenaikkan kasus baru (onset) per hari. Ketika proporsi penduduk di rumah saja berada di atas 40%, tidak ada peningkatan kasus per hari bahkan cenderung menurun yakni 500 kasus per hari. Ketika prorporsi penduduk di rumah saja kurang dari 40%, setiap penurunan 1% estimasi kasus meningkat 500 kasus.

Di DKI Jakarta, hampir mirip dengan Indonesia atau nasional. Di DKI Jakarta ketika persentase penduduk di rumah saja berada di 55%-56% tidak ada perbedaan kasus per hari atau sekitar 140 kasus per hari. Tapi begitu proporsi penduduk di rumah saja sudah 50% sampai 54%, setiap penurunan 1% penduduk estimasi kasus meningkat 20 kasus.

Tetapi begitu proporsi penduduk di rumah saja kurang dari 50% setiap penurunan 1% di rumah saja estimasi kasus meningkat 100 kasus atau lima kali dibanding proporsi penduduk 50-55% di rumah saja.

“Kita coba evaluasi, begitu ada peningkatan penduduk di rumah saja bahkan di awal April itu mencapai 60%, maka kelihatan kasus yang terjadi pun mulai flat. Tidak banyak peningkatan. Tetapi begitu memasuki Mei ada puasa, sehingga orang cenderung keluar rumah di akhir Juli pada level 45%, maka kenaikkan kasus cukup drastis,” kata Farid pada webinar pembahasan proyeksi kasus Covid-19 dan evaluasi PSBB, Jumat (23/10/2020).

Menurutnya, pada September ketika PSBB kembali diperketat terlihat proporsi orang di rumah meningkat, dan jumlah kasus harian mulai menurun. Di minggu terakhir September, jumlah penduduk di rumah saja sedikit menurun, dan cenderung tetap di minggu pertama-kedua Oktober. Diperkirakan jumlah kasus tetap menurun.

Pada masa PSBB transisi kedua, penduduk di rumah saja cenderung menurun dan dikhawatirkan terjadi kanaikkan kasus baru. Tetapi sampai minggu kedua Oktober terlihat justru terjadi penurunan jumlah kasus baru harian. Selain itu, terjadi peningkatan kepatuhan protokol kesehatan atau perilaku 3M, terutama menjaga jarak di tempat umum.

Farid mengatakan, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap 3M pada masa PSBB transisi pertama tidak sebaik sekarang. Sekarang ada perubahan perilaku dibanding sebelum PSBB transisi mulai 12 Oktober. Pakai masker meningkat hampir 85%, jaga jarak 70% dan cuci tangan pakai sabun 40% lebih.

Meningkatnya kepatuhan ini mempengaruhi jumlah kasus harian. Saat PSBB transisi kedua, jumlah orang di rumah saja memang menurun, tetapi jumlah kasus per hari juga menurun. Ini karena karena kesadaran memakai masker, jara jarak, dan cuci tangan meningkat.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Curhat Penyintas Covid-19: Kini Lebih Waspada, Bersyukur, dan Peduli Kesehatan

Motivator Tung Desem Waringin divonis positif Covid-19 pada Maret lalu. Ia sudah menyiapkan catatan terakhir kalau seandainya terjadi sesuatu.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

Yusuf Mansur: Protokol Kesehatan 3M Bagian dari Ibadah

Menurutnya, memakai masker bertujuan untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain, begitu pula mencuci tangan dan menjaga jarak.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

Epidemiolog Prediksi Covid-19 Baru Terkendali di Akhir 2021

Perkiraan ini berdasarkan asumsi perubahan cakupan testing, lacak dan isolasi maupun kepatuhan masyarakat terhadap 3M.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

Kenali Cara Mudah Mengurangi Risiko Hipertensi

Diet rendah garam merupakan salah satu upaya esensial dan cukup mudah dilakukan untuk mengurangi risiko hipertensi.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

Pentingnya Menjaga Daya Tahan Tubuh di Masa Pandemi

Konsumsi suplemen sebagai penunjang kesehatan juga sangat penting di masa pandemi Covid-19.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

Pandu Riono: Belum Ada Vaksin yang Aman dan Siap Digunakan

Pandu meminta pemerintah untuk tidak menarasikan bahwa sudah ada vaksin yang efektif dan aman yang bisa diberikan kepada masyarakat Indonesia.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

Pulau Jawa Masih Mendominasi Sebaran Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

Empat provinsi terbanyak penyumbang kasus baru ada di DKI Jakarta (952 kasus), Jawa Tengah (571), Jawa Barat (504) dan Jawa Timur (295).

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

Update Covid-19: Tambah 4.369, Kasus Positif di Indonesia Jadi 381.910

Penambahan sebanyak 4.369 kasus baru Covid-19 didapat berdasarkan pemeriksaan spesimen sebanyak 42.287.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

YLKI Dukung Rencana Kenaikan Cukai Rokok di 2021

Menurut Tulus, kenaikan cukai rokok justru menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020

Daewoong Raih Izin Edar Alat Uji Covid-19 di Indonesia

Alat uji ini telah memperoleh sertifikasi CE-IVD di Eropa pada Maret lalu.

KESEHATAN | 23 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS